Bahaya Mengintai Setelah Gempa Reda! Matikan Listrik dan Gas Demi Cegah Kebakaran
Refa - Tuesday, 27 January 2026 | 05:30 PM


Gempa bumi seringkali bukan satu-satunya ancaman mematikan. Sejarah mencatat bahwa kebakaran besar kerap terjadi justru setelah guncangan berhenti, dipicu oleh kerusakan infrastruktur listrik dan kebocoran gas yang tidak terdeteksi.
Momen panik sering membuat penghuni rumah melupakan potensi bahaya sekunder ini. Padahal, langkah pengamanan instalasi energi di menit-menit awal pascagempa sangat krusial untuk mencegah musibah susulan yang bisa melahap harta benda yang tersisa.
Berikut adalah 3 langkah teknis pengamanan listrik dan gas yang wajib dilakukan setelah situasi dirasa cukup aman:
1. Putus Aliran Listrik dari Meteran (MCB)
Tindakan pertama yang harus dilakukan sebelum mengecek kerusakan lain adalah mematikan aliran listrik dari sakelar utama atau MCB (Miniature Circuit Breaker). Guncangan gempa sangat berpotensi menggeser posisi kabel di dalam dinding atau merusak isolator kabel, sehingga memicu hubungan arus pendek (korsleting). Membiarkan aliran listrik tetap menyala saat struktur bangunan retak atau bergeser meningkatkan risiko percikan api yang dapat membakar material mudah terbakar di sekitarnya.
2. Deteksi Senyap Kebocoran Gas
Dapur menjadi area paling rawan ledakan setelah gempa. Selang tabung LPG atau instalasi pipa gas kota rentan retak atau terlepas akibat guncangan. Jika tercium bau menyengat khas gas atau terdengar suara mendesis, larangan keras untuk menyalakan api, merokok, atau bahkan menekan sakelar lampu listrik. Percikan api mikroskopis dari sakelar listrik saat dinyalakan sudah cukup untuk memicu ledakan jika ruangan sudah terpenuhi gas. Langkah terbaik adalah segera membuka seluruh pintu dan jendela agar gas keluar, lalu cabut regulator tabung jika memungkinkan.
3. Hindari Penggunaan Lilin untuk Penerangan
Saat listrik padam pascagempa, penggunaan lilin atau lampu tempel minyak tanah sangat tidak disarankan. Risiko kebakaran meningkat drastis jika lilin tersebut jatuh akibat gempa susulan. Sebagai gantinya, penggunaan senter baterai atau lampu darurat (emergency lamp) jauh lebih aman untuk melakukan pengecekan kondisi rumah. Pastikan instalasi kabel diperiksa oleh tenaga ahli atau petugas PLN sebelum memutuskan untuk menyalakan kembali aliran listrik utama, terutama jika bangunan mengalami kerusakan fisik yang terlihat.
Next News

Sengkarut Hukum Roy Suryo dan Teka-Teki Ijazah Jokowi yang Memasuki Babak Baru Penuh Ketegangan
in 11 minutes

Spider-Noir dan Perang Estetika Antara Hitam Putih Klasik Lawan Warna Modern
7 days ago

Met Gala: Arisan Sosialita Level Dewa atau Sekadar Karnaval Baju Aneh?
7 days ago

Rahasia di Balik Guling: Dari "Istri Belanda" Hingga Jadi Teman Tidur Wajib Orang Indonesia
8 days ago

Dinamika Reshuffle: Antara Raport Merah, Catur Politik, dan Kebutuhan Zaman
8 days ago

Skena Lari Surabaya: Kenapa Harus Terbelah Jadi Banyak Komunitas? Kok Nggak Satu Saja?
19 days ago

Dollar, Militer, dan Big Mac: Alasan Kenapa Kita Semua Masih Hidup di 'Dunia Amerika
20 days ago

Bukan Cuma Modal Pede! Kenapa Kamu Wajib Jadi 'Bunglon' Saat Public Speaking
20 days ago

Jangan Sampai Perut Kenyang Tapi Otak "Busung Lapar": Membedah Prioritas Pendidikan Selain MBG
22 days ago

Soft saving vs YOLO spending: nabung pelan atau nikmatin hidup sekarang?
24 days ago





