Bahaya Mengintai Setelah Gempa Reda! Matikan Listrik dan Gas Demi Cegah Kebakaran


Gempa bumi seringkali bukan satu-satunya ancaman mematikan. Sejarah mencatat bahwa kebakaran besar kerap terjadi justru setelah guncangan berhenti, dipicu oleh kerusakan infrastruktur listrik dan kebocoran gas yang tidak terdeteksi.
Momen panik sering membuat penghuni rumah melupakan potensi bahaya sekunder ini. Padahal, langkah pengamanan instalasi energi di menit-menit awal pascagempa sangat krusial untuk mencegah musibah susulan yang bisa melahap harta benda yang tersisa.
Berikut adalah 3 langkah teknis pengamanan listrik dan gas yang wajib dilakukan setelah situasi dirasa cukup aman:
1. Putus Aliran Listrik dari Meteran (MCB)
Tindakan pertama yang harus dilakukan sebelum mengecek kerusakan lain adalah mematikan aliran listrik dari sakelar utama atau MCB (Miniature Circuit Breaker). Guncangan gempa sangat berpotensi menggeser posisi kabel di dalam dinding atau merusak isolator kabel, sehingga memicu hubungan arus pendek (korsleting). Membiarkan aliran listrik tetap menyala saat struktur bangunan retak atau bergeser meningkatkan risiko percikan api yang dapat membakar material mudah terbakar di sekitarnya.
2. Deteksi Senyap Kebocoran Gas
Dapur menjadi area paling rawan ledakan setelah gempa. Selang tabung LPG atau instalasi pipa gas kota rentan retak atau terlepas akibat guncangan. Jika tercium bau menyengat khas gas atau terdengar suara mendesis, larangan keras untuk menyalakan api, merokok, atau bahkan menekan sakelar lampu listrik. Percikan api mikroskopis dari sakelar listrik saat dinyalakan sudah cukup untuk memicu ledakan jika ruangan sudah terpenuhi gas. Langkah terbaik adalah segera membuka seluruh pintu dan jendela agar gas keluar, lalu cabut regulator tabung jika memungkinkan.
3. Hindari Penggunaan Lilin untuk Penerangan
Saat listrik padam pascagempa, penggunaan lilin atau lampu tempel minyak tanah sangat tidak disarankan. Risiko kebakaran meningkat drastis jika lilin tersebut jatuh akibat gempa susulan. Sebagai gantinya, penggunaan senter baterai atau lampu darurat (emergency lamp) jauh lebih aman untuk melakukan pengecekan kondisi rumah. Pastikan instalasi kabel diperiksa oleh tenaga ahli atau petugas PLN sebelum memutuskan untuk menyalakan kembali aliran listrik utama, terutama jika bangunan mengalami kerusakan fisik yang terlihat.
Next News

Dukcapil Sebut Aquarius Paling Langka di Indonesia, Jumlahnya Cuma 20 Juta Orang
in 3 hours

Bukan Disney, Inilah Lagu Mocca yang Viral di Sekolah Luar Negeri
27 minutes ago

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Anak Muda Hobi Kerja di Kafe
in 2 hours

Target 5.000, Tercapai 10.000 dalam 7 Jam, Kisah Viral di Balik Gerakan Wenanam Jerhemy Owen
3 hours ago

Kenapa Lagu-lagu Galau Selalu Laris Manis? Psikologi di Balik Musik Patah Hati
6 hours ago

Tahukah Kamu Foto Proklamasi Hampir Tak Pernah Ada? Ini Kisah di Baliknya
4 hours ago

Bukan Magnet, Ini Alasan Asli Pesawat Tak Lewat di Atas Ka'bah
4 hours ago

Jangan Langsung Buka Sosmed Lakukan Ini Biar Pagi Kamu Lebih Happy
15 hours ago

Kenapa Rasa Takut Bisa Menumpul? Psikologi Warga yang Terbiasa dengan Bahaya Setiap Hari
4 hours ago

Kenapa Ada Orang yang Makan Banyak Tapi Tetap Kurus? Ini Penjelasan Ilmiahnya
3 hours ago





