Bahaya Budaya Gila Kerja Bagi Generasi Muda
Nisrina - Saturday, 03 January 2026 | 04:45 PM


Generasi muda saat ini hidup di tengah gempuran hustle culture atau budaya gila kerja yang memuliakan kesibukan tanpa henti. Slogan seperti "tidur itu untuk orang lemah" atau "kerja keras selagi muda agar kaya di hari tua" terus didengungkan di media sosial. Akibatnya, banyak anak muda yang merasa bersalah jika beristirahat. Mereka mengukur harga diri berdasarkan seberapa produktif mereka hari ini. Lembur dianggap sebagai lencana kehormatan, dan kelelahan dianggap sebagai bukti dedikasi.
Padahal, budaya ini adalah racun yang perlahan membunuh kreativitas dan kesehatan. Manusia bukanlah mesin yang bisa beroperasi 24 jam non-stop. Tubuh dan otak membutuhkan fase istirahat untuk melakukan regenerasi. Memaksakan diri bekerja melampaui batas hanya akan menuntun kita pada gerbang burnout. Saat burnout menyerang, bukan hanya produktivitas yang hancur, tetapi juga kesehatan mental dan fisik. Ironisnya, mereka yang terjebak hustle culture sering kali terlihat sibuk tapi tidak efektif.
Dampak jangka panjang dari gaya hidup ini sangat mengkhawatirkan. Kita melihat peningkatan kasus penyakit jantung, gangguan kecemasan, dan depresi pada usia yang semakin muda. Hubungan sosial dengan keluarga dan teman pun menjadi korban karena tidak ada waktu yang disisihkan untuk merawat relasi. Mereka mengejar kesuksesan karier dengan mengorbankan segala-galanya, hanya untuk menyadari di kemudian hari bahwa puncak kesuksesan terasa sepi jika tidak ada orang terkasih untuk diajak merayakannya.
Kita perlu mendefinisikan ulang arti kesuksesan. Sukses bukan hanya soal saldo rekening yang gendut atau jabatan tinggi, tetapi juga soal keseimbangan hidup. Sukses adalah memiliki waktu untuk hobi, bisa tidur nyenyak di malam hari, dan memiliki tubuh yang sehat. Bekerja cerdas (work smart) harus lebih diutamakan daripada sekadar bekerja keras (work hard). Mengetahui kapan harus berhenti dan menarik rem adalah keterampilan yang sama pentingnya dengan mengetahui cara menekan gas.
Generasi muda harus berani melawan arus hustle culture ini. Tidak apa-apa untuk mengambil jeda. Tidak apa-apa untuk pulang tepat waktu. Tidak apa-apa untuk tidak produktif di akhir pekan. Istirahat bukanlah tindakan malas, melainkan investasi energi agar kita bisa berlari lebih jauh dalam maraton kehidupan ini. Ingatlah, pekerjaan bisa digantikan besok, tapi kesehatan dan waktumu yang hilang tidak akan pernah bisa kembali.
Next News

Jangan Pakai Filter! Gunakan 5 Teknik Ini Agar Foto Produkmu Terlihat Premium
in 5 hours

Cuma 5 Menit! Resep Smoothie Pemulihan Otot Setelah Olahraga Malam
in 2 hours

Jangan Asal Lari! Taktik Menghindari Lubang dan Kendaraan Saat Olahraga Malam
in 4 hours

Makan Apa Setelah Olahraga Malam? Panduan Nutrisi Agar Tidur Nyenyak & Otot Kuat
in 3 hours

Panduan Lengkap Peta Persebaran Empat Madzhab Fikih di Dunia Islam
in 5 hours

Bahaya Memendam Stres Kerja yang Sering Dianggap Tanda Mental Kuat
in 4 hours

Misteri Penyebab Hiu Paus Sering Terdampar di Laut Selatan
in 3 hours

Misteri Bunga Wijaya Kusuma Mekar Tengah Malam yang Dianggap Sakral
in 2 hours

Cukup Sudah! 5 Tanda Lingkungan Kerja Toxic yang Mengharuskanmu Segera Resign
in 2 hours

Terbangun Lapar Tengah Malam Sebaiknya Makan Dulu atau Paksa Tidur
in 33 minutes






