Ceritra
Ceritra Warga

Bahaya Berkendara Mode Autopilot: Kenapa Kita Bisa Lupa Jalan?

Nisrina - Sunday, 29 March 2026 | 06:15 PM

Background
Bahaya Berkendara Mode Autopilot: Kenapa Kita Bisa Lupa Jalan?

Pernah nggak sih kamu lagi nyetir motor atau mobil pas pulang kerja, terus tiba-tiba—boooom—kamu udah sampai di depan pagar rumah? Kamu bengong sebentar, berusaha mengingat-ingat tadi lewat perempatan mana aja, tadi lampu merah di Jalan Sudirman warnanya apa, atau tadi sempat nyalip truk sampah nggak ya? Tapi anehnya, ingatan itu nggak ada. Blank. Kosong melompong kayak dompet di akhir bulan.

Fenomena ini bukan karena kamu punya kekuatan teleportasi ala Doctor Strange, dan jelas bukan karena kendaraan kamu punya fitur self-driving canggih kalau yang kamu naiki cuma motor matic keluaran lima tahun lalu. Di dunia psikologi, kondisi "hilang ingatan" sesaat saat berkendara ini punya nama keren: Highway Hypnosis atau Hipnosis Jalan Raya. Tapi kita lebih akrab menyebutnya dengan istilah "Auto Pilot".

Kenapa Otak Kita Bisa Sedingin Itu?

Secara ilmiah, fenomena auto pilot ini terjadi karena otak kita itu sebenarnya malas, atau lebih tepatnya, sangat efisien. Otak kita punya sistem manajemen energi yang luar biasa. Kalau kita melakukan sesuatu yang sudah sangat sering—repetitif banget—otak bakal mengalihkan tugas itu dari bagian sadar (conscious mind) ke bagian bawah sadar (subconscious mind).

Bayangin otak kamu itu kayak kantor. Kalau ada proyek baru yang ribet, bosnya (pikiran sadar) bakal turun tangan langsung. Tapi kalau cuma urusan fotokopi dokumen yang tiap hari dilakukan, bos bakal nyuruh anak magang aja yang ngerjain. Nah, kegiatan menyetir di rute yang itu-itu aja—dari kantor ke rumah atau sebaliknya—adalah "tugas fotokopi" bagi otak. Kamu sudah hafal di mana ada lubang, di mana tukang bakso biasa mangkal, sampai kapan harus ngerem sebelum polisi tidur. Karena sudah sangat hafal, pikiran sadar kamu akhirnya "pamit" buat mikirin hal lain, kayak cicilan, mantan, atau mau makan apa nanti malam.

Memori Otot: Sang Pemeran Utama

Hal ini juga berkaitan erat dengan yang namanya procedural memory atau memori prosedural. Ini adalah jenis memori yang bikin kita bisa melakukan sesuatu tanpa mikir, kayak ikat tali sepatu atau ngetik di keyboard HP. Pas pertama kali belajar nyetir, kita pasti panik. Tangan gemeteran, mata melotot liat spion, kaki kaku di atas pedal gas. Itu karena pikiran sadar kita lagi kerja keras 100 persen.

Tapi setelah bertahun-tahun, gerakan itu jadi otomatis. Otot-otot kita sudah punya "ingatan" sendiri. Inilah yang membuat kita tetap bisa ngerem mendadak atau belok dengan presisi meskipun pikiran kita lagi melayang jauh ke konser Taylor Swift yang nggak jadi kita tonton. Keren sih memang, tapi jujur aja, agak ngeri juga kalau dipikir-pikir. Kita bergerak dalam kecepatan tinggi tapi "nggak ada orang di rumah" di dalam kepala kita.

Vibes Jalanan yang Bikin Ngantuk tapi Nggak Tidur

Selain faktor kebiasaan, kondisi jalanan juga sangat berpengaruh. Jalan tol yang lurus panjang, pemandangan yang itu-itu saja, dan suara mesin yang stabil (white noise) adalah kombinasi maut yang memicu hipnosis. Mata kita terbuka, tangan memegang kemudi, tapi aktivitas otak kita masuk ke mode "siaga rendah".

Secara personal, saya sering merasa kalau rute yang paling sering kita lewati itu rasanya jadi lebih pendek. Padahal mah sama aja kilometernya. Itu karena otak kita berhenti memproses informasi baru. Karena nggak ada informasi baru yang menarik untuk disimpan di memori jangka pendek, waktu rasanya jadi melesat begitu saja. Tahu-tahu udah sampai. Tahu-tahu udah parkir.

Apakah Ini Berbahaya?

Nah, ini bagian seriusnya. Meskipun keliatannya "canggih" karena kita bisa nyetir sambil mikirin takdir dunia, Highway Hypnosis ini sebenarnya berisiko. Masalah utamanya adalah reaction time alias waktu reaksi. Saat kita dalam mode auto pilot, otak butuh waktu beberapa detik lebih lama untuk "bangun" kalau tiba-tiba ada keadaan darurat. Misalnya, kalau tiba-tiba ada kucing nyeberang atau kendaraan di depan ngerem mendadak.

Kita nggak benar-benar tidur, tapi kita juga nggak sepenuhnya hadir. Jadi, kalau kamu sering banget ngerasa tiba-tiba sampai tanpa ingat proses perjalanannya, itu tandanya otak kamu udah terlalu jenuh. Kamu butuh stimulasi baru supaya pikiran sadar kamu tetap "on".

Cara Biar Nggak Kebablasan "Auto Pilot"

Biar nggak keterusan jadi zombie di jalanan, ada beberapa trik receh yang bisa kamu lakukan. Pertama, coba ganti playlist musik kamu. Kalau biasanya dengerin lagu-lagu galau yang bikin makin ngelamun, coba ganti ke podcast yang topiknya berat atau lagu-lagu rock yang bikin semangat. Suara orang ngomong di podcast biasanya lebih efektif bikin otak tetap fokus dibanding musik yang cuma lewat doang.

Kedua, kalau memungkinkan, coba cari rute alternatif. Meskipun rute baru itu mungkin lebih jauh dua menit, suasana jalan yang baru bakal memaksa otak kamu untuk tetap waspada dan memproses informasi visual baru. Ketiga, jangan dipaksain kalau emang capek. Auto pilot karena terbiasa itu satu hal, tapi kalau auto pilot karena ngantuk berat itu namanya cari penyakit.

Intinya, otak kita memang didesain untuk menjadi seefisien mungkin. Bisa "teleportasi" saat berkendara memang jadi cerita unik buat dibagiin di tongkrongan, tapi tetap ingat kalau jalan raya itu bukan tempat buat beneran ngelamun. Tetap sadar, tetap waspada, karena secerdas-cerdasnya sistem auto pilot di otak kita, tetap nggak ada yang bisa ngalahin kewaspadaan manusia yang sadar sepenuhnya. Jangan sampai "auto pilot" kamu malah berakhir di tempat yang nggak diinginkan, ya!

Logo Radio
🔴 Radio Live