Ceritra
Ceritra Warga

Awas Salmonella! Cara Benar Mensterilkan Talenan Setelah Memotong Daging Mentah

Refa - Saturday, 07 February 2026 | 12:30 PM

Background
Awas Salmonella! Cara Benar Mensterilkan Talenan Setelah Memotong Daging Mentah
Ilustrasi daging di atas talenan (pexels.com/Jonathan Borba)

Talenan merupakan salah satu peralatan dapur yang paling rentan menjadi sarang bakteri, terutama setelah digunakan untuk memotong daging mentah seperti ayam, sapi, atau ikan. Cairan dari daging mentah dapat meresap ke dalam pori-pori talenan dan menyebabkan kontaminasi silang jika tidak dibersihkan dengan prosedur yang benar. Pembersihan biasa dengan sabun cuci piring terkadang tidak cukup untuk mematikan bakteri berbahaya seperti Salmonella atau E. coli.

Memastikan talenan tetap higienis adalah langkah preventif paling dasar dalam menjaga kesehatan keluarga dari risiko keracunan makanan. Berikut adalah panduan taktis membersihkan talenan pasca-pemrosesan daging mentah.

1. Segera Cuci dan Hindari Merendam

Waktu adalah faktor kunci dalam mencegah bakteri meresap lebih dalam ke serat talenan, terutama pada talenan kayu.

  • Tindakan: Segera cuci talenan setelah selesai digunakan. Jangan pernah merendam talenan (terutama berbahan kayu) di dalam bak cuci piring karena air kotor dan sisa lemak daging akan terserap ke dalam pori-pori kayu yang meregang akibat air.
  • Langkah: Bilas dengan air mengalir untuk meluruhkan sisa darah dan serat daging yang menempel sebelum digosok dengan sabun.

2. Gunakan Larutan Disinfektan Alami (Cuka & Lemon)

Sabun cuci piring efektif mengangkat lemak, namun disinfektan tambahan diperlukan untuk menjangkau bakteri di celah bekas sayatan pisau.

  • Metode: Semprotkan cuka putih murni ke permukaan talenan dan diamkan selama beberapa menit. Cuka memiliki sifat asam yang mampu membunuh banyak jenis kuman.
  • Opsional: Untuk menghilangkan bau amis yang membandel, taburkan garam kasar ke permukaan talenan, lalu gosok menggunakan belahan buah lemon. Asam sitrat dari lemon dan abrasif dari garam akan mengangkat noda serta aroma tidak sedap secara efektif.

3. Proses Sterilisasi untuk Talenan Plastik vs Kayu

Setiap bahan talenan membutuhkan perlakuan sterilisasi yang berbeda agar tidak cepat rusak.

  • Talenan Plastik: Dapat disiram dengan air mendidih setelah dicuci bersih untuk mematikan sisa kuman. Kebanyakan talenan plastik juga aman dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring (dishwasher) yang memiliki siklus suhu tinggi.
  • Talenan Kayu: Jangan gunakan air mendidih karena dapat membuat kayu pecah atau melengkung. Gunakan larutan hidrogen peroksida 3% yang disemprotkan tipis, diamkan hingga berbuih, lalu bilas hingga bersih.

4. Pastikan Pengeringan Sempurna

Bakteri berkembang biak di lingkungan yang lembap. Menaruh talenan yang masih basah ke dalam lemari tertutup adalah kesalahan fatal.

  • Tindakan: Lap talenan dengan tisu dapur bersih atau kain mikrofiber yang kering. Setelah itu, letakkan talenan dalam posisi berdiri tegak (vertikal) di rak piring agar udara dapat mengalir ke kedua sisinya secara merata.
  • Peringatan: Hindari menjemur talenan kayu di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama karena dapat memicu keretakan besar.

5. Lakukan Perawatan Rutin (Seasoning)

Khusus untuk talenan kayu, menjaga permukaannya tetap solid adalah bagian dari menjaga higienitas.

  • Strategi: Secara berkala (sebulan sekali), oleskan food-grade mineral oil ke seluruh permukaan talenan kayu. Minyak ini akan meresap dan menutup pori-pori kayu sehingga cairan daging mentah tidak mudah meresap di pemakaian berikutnya.
  • Evaluasi: Jika talenan sudah memiliki terlalu banyak sayatan dalam yang sulit dibersihkan, pertimbangkan untuk mengampelas permukaannya atau menggantinya dengan yang baru.

Penutup: Dapur Bersih, Masakan Bergizi

Disiplin dalam menjaga kebersihan talenan akan memutus rantai penyebaran kuman di area dapur. Dengan memisahkan talenan untuk bahan mentah dan bahan matang, serta melakukan pembersihan mendalam secara rutin, keamanan pangan di rumah akan selalu 

Logo Radio
🔴 Radio Live