Alasan Psikologis Mengapa Selalu Ada Cermin di Dalam Lift
Nisrina - Sunday, 04 January 2026 | 09:45 AM


Hampir setiap kali kita masuk ke dalam lift, baik di mal, kantor, atau hotel, kita akan disambut oleh cermin besar yang melapisi dindingnya. Secara refleks, kita pasti akan merapikan rambut, mengecek pakaian, atau sekadar berkaca sejenak. Namun, tahukah kamu bahwa pemasangan cermin di dalam lift bukan sekadar untuk kebutuhan narsisme atau vanity semata? Ada alasan psikologis dan desain yang cerdas di balik keberadaan benda pemantul bayangan tersebut.
Awalnya, di masa-masa awal kemunculan lift, banyak pengguna yang mengeluh tentang lambatnya pergerakan lift. Orang-orang merasa bosan dan waktu terasa berjalan sangat lambat saat mereka terkurung di dalam kotak besi yang bergerak vertikal. Para insinyur dan desainer kemudian memutar otak, bukan untuk mempercepat mesin lift yang mahal, tetapi untuk mengalihkan perhatian penumpangnya. Cermin adalah solusi jeniusnya. Dengan adanya cermin, orang menjadi sibuk memperhatikan diri sendiri, sehingga lupa waktu dan tidak lagi merasa menunggu lama.
Selain faktor pengalih perhatian, cermin juga berfungsi vital untuk mengatasi claustrophobia atau ketakutan akan ruang sempit dan tertutup. Lift adalah ruang yang sangat terbatas. Tanpa cermin, dinding-dinding lift akan terasa menghimpit dan bisa memicu kecemasan bagi sebagian orang. Pantulan cermin menciptakan ilusi optik yang membuat ruang terlihat dua kali lebih luas dan lega. Ini memberikan efek psikologis yang menenangkan dan membuat pengalaman naik lift menjadi lebih nyaman.
Faktor keamanan juga menjadi alasan yang tak kalah penting, terutama di lift umum. Cermin memungkinkan kita untuk melihat apa yang dilakukan orang lain di belakang kita tanpa harus menoleh secara mencolok. Ini memberikan rasa kontrol dan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, mencegah potensi tindak kejahatan atau sekadar menghindari posisi berdiri yang canggung dengan orang asing. Kita bisa memantau gerak-gerik di sekeliling kita lewat pantulan kaca.
Terakhir, cermin membantu penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Dengan adanya cermin, mereka bisa melihat indikator lantai di belakang mereka atau melihat posisi pintu saat hendak mundur keluar dari lift tanpa harus memutar kursi roda di ruang sempit. Jadi, cermin di dalam lift adalah contoh sempurna bagaimana desain sederhana bisa memecahkan banyak masalah sekaligus: kebosanan, kecemasan, keamanan, dan aksesibilitas.
Next News

Panduan Panen Bokashi yang Benar
6 hours ago

Benarkah Meninggalkan Shalat Jumat 3 Kali Hati Menjadi Tertutup Selamanya
10 hours ago

Anti-Bau! Cara Menjaga Keseimbangan Unsur Hijau dan Cokelat dalam Komposter Indoor
7 hours ago

Pupuk Gratis dari Dapur! Cara Membuat POC Tanpa Bau untuk Tanaman Indoor
8 hours ago

Manfaat Sabun Kastila dan Alkohol dalam Melawan Hama
9 hours ago

Alasan Mengejutkan di Balik Tren Mengoleskan Cuka pada Pintu Rumah
14 hours ago

Sering Lupa Menyiram? Inilah Rahasia Memiliki Hutan Kecil di Dalam Rumah
10 hours ago

8 Bahan Herbal Ampuh Penjaga Kesehatan Pernapasan
14 hours ago

Mengenal Cumulonimbus Sang Raja Awan Pembawa Badai
15 hours ago

Resep Capcay Goreng Spesial Isian Lengkap yang Lezat dan Bergizi
15 hours ago






