Ceritra
Ceritra Warga

Pupuk Gratis dari Dapur! Cara Membuat POC Tanpa Bau untuk Tanaman Indoor

Refa - Friday, 06 February 2026 | 06:00 PM

Background
Pupuk Gratis dari Dapur! Cara Membuat POC Tanpa Bau untuk Tanaman Indoor
Pupuk organik cair (antarsenergi.com/)

Mengubah sisa dapur menjadi nutrisi bagi tanaman merupakan langkah berkelanjutan yang tidak hanya mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga memberikan asupan nutrisi alami bagi tanaman indoor. Pupuk Organik Cair (POC) sangat disukai karena nutrisinya lebih cepat diserap oleh akar dibandingkan pupuk padat. Namun, untuk tanaman di dalam ruangan, proses pembuatannya harus dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan bau tidak sedap atau mengundang serangga.

Memanfaatkan bahan-bahan yang ada di dapur adalah cara termurah dan paling efektif untuk menjaga kesuburan koleksi tanaman. Berikut adalah panduan taktis membuat POC dari sisa dapur untuk tanaman indoor.

1. Pilih Bahan Sisa Dapur yang Tepat

Tidak semua sisa dapur cocok untuk dijadikan POC, terutama untuk tanaman indoor yang membutuhkan lingkungan bersih.

  • Bahan Terbaik: Air cucian beras (sumber vitamin B1), kulit pisang (sumber kalium), cangkang telur (sumber kalsium), dan sisa potongan sayuran hijau.
  • Bahan yang Harus Dihindari: Sisa daging, minyak, santan, atau produk susu. Bahan-bahan ini akan membusuk dengan bau menyengat dan mengundang belatung serta kecoa ke dalam rumah.

2. Metode Fermentasi Sederhana (Tanpa Bau)

Untuk skala rumah tangga, penggunaan botol plastik bekas adalah cara yang paling praktis.

  • Langkah: Masukkan sisa sayuran dan kulit buah yang sudah dipotong kecil-kecil ke dalam botol hingga mengisi setengah bagian. Tambahkan air cucian beras hingga hampir penuh.
  • Tambahan Bioaktivator: Masukkan satu sendok makan gula pasir atau molase sebagai asupan energi bagi bakteri pengurai. Jika tersedia, tambahkan sedikit cairan EM4 (tersedia di toko pertanian) untuk mempercepat proses fermentasi dan meminimalkan bau.

3. Proses Pematangan dan Perawatan

POC tidak bisa langsung digunakan dan memerlukan waktu untuk "matang" agar tidak membakar akar tanaman.

  • Durasi: Simpan botol di tempat teduh selama 7–14 hari.
  • Tindakan Penting: Buka tutup botol setiap pagi secara perlahan untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi agar botol tidak meledak. Tutup kembali dengan rapat setelah gas keluar.
  • Indikator Berhasil: Cairan akan beraroma segar seperti tapai atau cuka, bukan bau busuk bangkai. Jika bau sangat menyengat dan busuk, artinya proses gagal dan cairan harus dibuang.

4. Teknik Penyaringan dan Penyimpanan

Setelah masa fermentasi selesai, cairan harus dipisahkan dari ampasnya agar mudah diaplikasikan.

  • Tindakan: Saring cairan menggunakan kain halus atau saringan teh. Masukkan cairan bersih ke dalam wadah tertutup.
  • Pemanfaatan Ampas: Jangan buang ampas sayurannya; ampas tersebut bisa dicampurkan langsung ke dalam media tanam tanaman luar ruangan atau dimasukkan ke komposter padat.

5. Aturan Pakai: Encerkan Sebelum Disiram

Kesalahan terbesar pemula adalah menyiramkan POC murni langsung ke tanaman, yang dapat menyebabkan "overdosis" nutrisi atau jamur.

  • Rasio Pengenceran: Gunakan perbandingan 1:10 (1 bagian POC dicampur dengan 10 bagian air bersih).
  • Aplikasi: Siramkan pada media tanam, bukan pada daun (untuk menghindari bercak jamur di area indoor). Lakukan pemupukan ini cukup dua minggu sekali atau satu bulan sekali saat masa pertumbuhan tanaman.

Penutup: Nutrisi Alami, Tanaman Berseri

Membuat POC sendiri memberikan kepuasan tersendiri dalam berkebun. Dengan memanfaatkan limbah domestik secara bijak, ekosistem di dalam rumah tetap terjaga dan tanaman indoor akan tumbuh lebih kuat dengan daun yang lebih hijau dan mengkilap. Kedisiplinan dalam proses fermentasi adalah kunci agar hobi ini tetap higienis bagi penghuni rumah.

Logo Radio
🔴 Radio Live