Ceritra
Ceritra Warga

Alasan Medis Minum Kopi Malah Bikin Ngantuk Bukan Segar

Nisrina - Sunday, 01 February 2026 | 06:15 PM

Background
Alasan Medis Minum Kopi Malah Bikin Ngantuk Bukan Segar
Ilustrasi kopi (Freepik/stockking)

Bagi jutaan orang di seluruh dunia secangkir kopi di pagi hari adalah ritual wajib yang tidak boleh dilewatkan. Harapannya sederhana yaitu mendapatkan suntikan energi instan untuk memulai hari dan mengusir rasa kantuk sisa tidur semalam. Kafein memang dikenal luas sebagai stimulan yang ampuh untuk meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi.

Namun pernahkah Anda mengalami kejadian yang justru sebaliknya. Bukannya merasa segar bugar mata Anda justru terasa semakin berat dan tubuh menjadi lemas tak lama setelah menghabiskan kopi. Fenomena ini sering kali membuat bingung dan frustrasi. Kita minum kopi supaya melek tetapi hasilnya malah ingin kembali tidur.

Ternyata kondisi ini bukanlah sugesti semata. Ada penjelasan ilmiah yang logis di balik paradoks kopi yang membuat mengantuk ini. Mulai dari reaksi kimia di otak hingga faktor tambahan yang kita masukkan ke dalam cangkir semua berperan penting. Artikel ini akan membongkar tuntas mengapa "obat kuat" bernama kopi ini terkadang justru menjadi obat tidur bagi sebagian orang.

Cara Kerja Kafein Memblokir Adenosin

Untuk memahami mengapa kopi bisa membuat lelah kita harus terlebih dahulu mengerti bagaimana kafein bekerja di dalam otak. Banyak orang salah kaprah dengan menganggap bahwa kafein adalah sumber energi seperti halnya makanan. Padahal faktanya tidak demikian. Kafein tidak memberikan energi baru melainkan hanya "meminjam" energi dengan cara memanipulasi reseptor otak.

Di dalam otak manusia terdapat zat kimia bernama adenosin. Zat ini diproduksi secara alami saat kita beraktivitas dan fungsinya adalah memberi sinyal pada tubuh untuk beristirahat. Semakin banyak adenosin yang menumpuk semakin mengantuk pula kita. Kafein bekerja dengan cara menyamar menjadi adenosin dan menempel pada reseptor otak sehingga sinyal kantuk tersebut terblokir sementara.

Masalahnya adalah produksi adenosin tidak berhenti saat kafein bekerja. Adenosin terus menumpuk di balik bendungan yang dibuat oleh kafein. Ketika efek kafein habis bendungan itu jebol dan seluruh adenosin yang menumpuk tadi membanjiri otak secara bersamaan. Inilah yang disebut sebagai caffeine crash. Akibatnya rasa kantuk yang datang akan terasa jauh lebih berat dan intens daripada sebelum Anda minum kopi.

Peran Gula dan Pemanis Tambahan

Sering kali biang kerok rasa kantuk bukanlah biji kopinya melainkan apa yang kita campurkan ke dalamnya. Kopi hitam murni mungkin terlalu pahit bagi sebagian orang sehingga penambahan gula sirup perasa krimer kental manis atau whipped cream menjadi hal yang lumrah.

Ketika Anda mengonsumsi kopi kekinian yang tinggi gula tubuh akan merespons dengan lonjakan gula darah yang cepat. Pankreas kemudian bekerja keras memproduksi insulin untuk memproses gula tersebut. Setelah lonjakan energi singkat gula darah akan turun drastis atau sugar crash.

Penurunan kadar gula darah yang tiba tiba ini mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh kekurangan energi. Gejala utamanya adalah kelelahan kabut otak atau brain fog dan keinginan kuat untuk tidur. Jadi jika Anda memesan frappuccino atau kopi susu gula aren yang manis rasa kantuk itu kemungkinan besar berasal dari gulanya dan bukan dari kafeinnya.

Efek Diuretik dan Dehidrasi

Kopi dikenal sebagai diuretik alami yang artinya dapat memicu tubuh untuk lebih sering buang air kecil. Zat ini merangsang ginjal untuk membuang lebih banyak natrium dan air melalui urin. Jika Anda tidak mengimbanginya dengan minum air putih yang cukup kebiasaan ngopi bisa menyebabkan dehidrasi ringan.

Salah satu gejala utama dehidrasi adalah kelelahan dan rasa lesu. Ketika tubuh kekurangan cairan volume darah akan sedikit berkurang sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa oksigen ke seluruh tubuh termasuk ke otak. Kurangnya pasokan oksigen yang optimal inilah yang membuat Anda merasa lemas dan ingin berbaring.

Selain itu dehidrasi juga menyebabkan pembuluh darah menyempit yang dapat memicu sakit kepala dan penurunan konsentrasi. Lingkaran setan inilah yang sering disalahartikan sebagai efek kopi yang tidak mempan padahal sebenarnya tubuh Anda hanya haus akan air putih.

Toleransi Tubuh yang Meningkat

Jika Anda adalah peminum kopi kelas berat yang bisa menghabiskan tiga hingga lima cangkir sehari tubuh Anda mungkin sudah membangun toleransi terhadap kafein. Seiring berjalannya waktu otak akan beradaptasi dengan memproduksi lebih banyak reseptor adenosin untuk mengimbangi pemblokiran yang dilakukan oleh kafein.

Akibatnya dosis kafein yang biasa Anda minum tidak lagi cukup untuk memberikan efek sadar yang sama. Anda membutuhkan lebih banyak kopi hanya untuk merasa normal. Ketika toleransi ini terbentuk minum kopi tidak lagi berfungsi untuk membuat Anda segar melainkan hanya untuk mencegah gejala putus kafein atau withdrawal seperti sakit kepala dan rasa lelah yang amat sangat.

Pada titik ini kopi tidak lagi menjadi stimulan yang efektif. Minum kopi justru menjadi syarat agar tubuh bisa berfungsi dan tanpanya Anda akan langsung merasa lumpuh karena kantuk.

Genetika dan Metabolisme Tubuh

Setiap orang memiliki kemampuan metabolisme yang berbeda beda yang ditentukan oleh faktor genetika. Ada orang yang memiliki gen CYP1A2 yang membuat hati mereka memetabolisme kafein dengan sangat cepat. Bagi orang orang ini efek kafein mungkin hanya bertahan satu atau dua jam sebelum akhirnya menghilang dan rasa kantuk kembali datang.

Sebaliknya ada juga orang yang memetabolisme kafein dengan lambat. Namun bagi kelompok yang memetabolisme cepat siklus energi dan kelelahan ini terjadi dalam tempo yang singkat sehingga mereka merasa kopi tidak mempan atau justru membuat cepat lelah.

Selain itu faktor kondisi mental seperti ADHD juga berpengaruh. Pada orang dengan ADHD stimulan seperti kafein justru bisa memberikan efek menenangkan dan membuat rileks alih alih membuat hiperaktif. Inilah sebabnya mengapa beberapa orang justru bisa tidur nyenyak tepat setelah minum kopi.

Kualitas Kopi dan Jamur Mikotoksin

Faktor lain yang jarang disadari adalah kualitas biji kopi itu sendiri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa biji kopi berkualitas rendah berisiko terkontaminasi oleh jamur mikroskopis yang menghasilkan racun bernama mikotoksin.

Meskipun dalam jumlah kecil biasanya tidak berbahaya bagi sebagian orang yang sensitif mikotoksin ini dapat memicu reaksi tubuh berupa kelelahan kronis dan rasa berat di kepala. Jika Anda selalu merasa lelah setelah minum kopi merek tertentu namun baik baik saja dengan merek lain bisa jadi kualitas biji kopi tersebutlah penyebabnya.

Tips Agar Kopi Tetap Bikin Segar

Agar kopi kembali berfungsi sebagai penyemangat dan bukan obat tidur ada beberapa strategi yang bisa Anda terapkan. Pertama batasi asupan gula dalam kopi Anda. Cobalah beralih ke kopi hitam atau gunakan pemanis alami dalam jumlah sedikit.

Kedua imbangi setiap cangkir kopi dengan satu gelas besar air putih untuk mencegah dehidrasi. Ketiga perhatikan waktu minum kopi. Hindari minum kopi segera setelah bangun tidur karena saat itu kadar hormon kortisol (hormon stres dan bangun) sedang tinggi tingginya. Tunggulah sekitar satu atau dua jam setelah bangun.

Terakhir jika Anda merasa toleransi kafein sudah terlalu tinggi lakukanlah detoks kafein atau puasa kopi selama beberapa hari atau minggu. Hal ini akan membantu mereset ulang reseptor otak Anda sehingga kopi akan kembali terasa nendang saat Anda meminumnya lagi nanti.

Logo Radio
🔴 Radio Live