AirTag Aman atau Berbahaya? Kenali Sistem Anti-Stalking Apple
Refa - Wednesday, 28 January 2026 | 05:30 PM


Bayangin deh, kamu lagi nunggu kopi di kafe, tiba-tiba dompetmu hilang. Paling seru kalo kamu bisa ngambilnya lewat GPS. Nah, AirTag itu dirancang buat ngasih tahu kamu keberadaan barang-barang penting. Tapi, kalau kamu suka mikirin "bisa disalahgunakan buat stalking", Apple sudah ngebangun lapisan keamanan ekstra. Artikel ini akan ngejelasin fitur anti‑stalking yang kocak (dan penting) dari Apple, serta kenapa kamu tetap bisa trustinya.
AirTag: Dari Pencarian Barang ke Penyalahgunaan
AirTag pertama kali diluncurkan Apple pada tahun 2021. Dirancang simpel, ukurannya setara koin, dan terhubung via jaringan "Find My" yang tersebar di ribuan iPhone di seluruh dunia. Karena jaringan ini bersifat anonim, pengguna bisa nemuin barang hilang dengan "pencarian jarak jauh".
Masalahnya, kemudahan ini juga membuka pintu bagi penjahat yang mau nyari "kejar‑kejar" tanpa sepengetahuan korban. Sejak beberapa kasus publik, di mana AirTag dikaitkan dengan stalking, Apple langsung ngeaktifkan beberapa "tindakan" anti‑misuse.
Fitur Anti‑Stalking Apple
- Deteksi AirTag yang Tidak Dikenal – Jika AirTag tidak terdaftar di iPhone kamu dan terus berada di dekat kamu lebih dari 8 jam, iPhone akan memberi notifikasi. "Ada tag yang tidak dikenal berada di dekatmu."
- Pemberitahuan Ketika Rilis Jarak – Apple menerapkan "distance‑based threshold". Misalnya, kalau AirTag berada di dekatmu tapi jaraknya terus memanjak, iPhone akan memperingatkan kamu. Kamu bisa cek statusnya lewat "Find My" app.
- Alarm Suara AirTag yang Terisolasi – AirTag memiliki speaker internal. Jika sudah beroperasi lebih dari 8 jam tanpa terhubung ke perangkat iPhone yang terdaftar, dia akan memutar alarm. Ini bikin kamu tahu kalau ada yang "mengikuti" kamu.
- Pemberitahuan ke Apple ID – Setiap AirTag yang terdaftar akan mengirimkan notifikasi ke email Apple ID. Kalau AirTag ini ditemukan dalam "Lost Mode", kamu akan mendapat email. Fitur ini penting buat mantau status barang yang hilang.
- Lost Mode: Alarm & Pesan – Saat diaktifkan, AirTag akan mengirimkan notifikasi ke ponsel yang berdekatan. Kalau ada orang yang menemukan AirTag, mereka akan bisa melihat pesan "Tolong berikan barang ini ke pemilik."
Intinya, Apple gak cuma mengandalkan satu solusi. Mereka menggabungkan notifikasi, alarm, dan jaminan privasi buat jadi "satu lapisan" anti‑stalking.
Bagaimana Apple Mengamankan AirTag?
Di balik semua fitur tersebut, Apple memakai Bluetooth Low Energy (BLE) yang punya mode "persistence". Artinya, AirTag mengirim sinyal yang tidak langsung diketahui siapa yang mengirimnya. Data perjalanan disandikan dan hanya bisa dibaca oleh perangkat iPhone yang terdaftar. Jadi, jika orang lain mau "mendengarkan" sinyal AirTag, mereka malah nonton "tampilan kosong".
Selain itu, Apple menerapkan rotating encryption keys setiap 15 menit. Ini meminimalisir risiko pihak ketiga mengintersepsi sinyal dan menelusuri jejaknya. Gak ada satu master key yang bisa dipecahkan. Dan, yang paling penting, setiap AirTag memiliki device ID yang unik tapi anonim. Jadi, Apple tidak bisa mengaitkan AirTag dengan identitas pengguna kecuali lewat iCloud.
Regulasi dan Kritik: Apakah Apple Sudah Cukup?
Di AS, FTC (Federal Trade Commission) sudah meninjau kebijakan privasi Apple terkait AirTag. Mereka menemukan bahwa Apple telah mematuhi pedoman transparency (terbuka) yang memaksa pengguna untuk diberitahu kalau ada AirTag yang tidak dikenal berada di dekatnya. Namun, kritik masih tetap ada. Beberapa aktivis privasi berpendapat bahwa notifikasi yang muncul terlalu lama (8 jam) bikin korban stalking terlewatkan. Ada usulan supaya Apple menurunkan threshold menjadi 2-3 jam.
Di Indonesia, regulator BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) menilai AirTag sebagai "alat pelacak pribadi" yang bisa menimbulkan risiko pencurian data. Mereka menginginkan adanya standar keamanan yang lebih ketat, termasuk enkripsi end‑to‑end yang lebih kuat.
Bagaimana Kamu Bisa Menjadi "Pasukan Anti‑Stalking"?
Berikut beberapa tips praktis supaya kamu tetap aman:
- Periksa "Find My" secara rutin – Pastikan semua AirTag yang kamu miliki berada di bawah kontrol iCloud. Buat checklist bulanan.
- Aktifkan "Lost Mode" bila hilang – Jangan takut kirim notifikasi. Lebih baik barang hilang dikembalikan daripada digunakan untuk stalking.
- Gunakan "Nearby" untuk cek AirTag tidak dikenal – Jika kamu ngerasa ada tag aneh di kantong, cek lewat ponsel. Nanti, jika ada notifikasi "AirTag terdeteksi", segera di-handle.
- Perhatikan suara alarm – Kalau AirTag mulai "berteriak" setelah 8 jam, itu sinyal penting. Segera cek dan batalkan fungsi jika tidak perlu.
Berhati-hatilah juga kalau kamu sering traveling atau tinggal di tempat umum. Meskipun AirTag aman, situasi sosial bisa memicu risiko penyalahgunaan. Gak ada "perangkat" yang sepenuhnya tanpa risiko, tapi dengan kebijakan dan kesadaran, kita bisa mengurangi bahaya.
Next News

Rahasia Kuota Internet Telkomsel Tidak Hangus dan Bisa Diakumulasi
a day ago

Inovasi Gelang Pintar Gunung Gede Pangrango Demi Keselamatan Pendaki
2 days ago

Bagaimana Mahasiswa 2026 Bisa Menjaga Kualitas Akademik di Tengah AI?
4 days ago

Jangan Asal Posting! Cara Melindungi Identitas Biometrik Anak dari Ancaman Deepfake
4 days ago

Planet Jarak Ratusan Tahun Cahaya Bisa Dianalisis, Ini Trik Canggih Teleskop James Webb
6 days ago

iOS 26.21 Resmi Dirilis! Bug Hilang, iPhone Makin Ngebut Tanpa Ganti HP
6 days ago

Apple Rilis AirTag Generasi Terbaru dengan Akurasi Lebih Tinggi
7 days ago

Mengapa TikTok Kehilangan Gelar Populer di Era Upscrolled
7 days ago

Cara Baru Apple Watch Deteksi Tekanan Darah Sekali Sentuh
7 days ago

Jangan Pakai Beras! Ini Cara Benar Mengatasi Notifikasi Liquid Detected di HP
8 days ago






