Ceritra
Ceritra Teknologi

Inovasi Gelang Pintar Gunung Gede Pangrango Demi Keselamatan Pendaki

Nisrina - Monday, 02 February 2026 | 11:15 AM

Background
Inovasi Gelang Pintar Gunung Gede Pangrango Demi Keselamatan Pendaki
Gunung Gede Pangrango (gedepangrango.org/)

Dunia pendakian gunung di Indonesia kini sedang memasuki babak baru yang lebih modern dan aman. Selama ini kegiatan mendaki gunung sering kali dikaitkan dengan risiko tinggi mulai dari tersesat hipotermia hingga pendaki yang hilang tanpa jejak. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango atau TNGGP sebagai salah satu destinasi pendakian terpopuler di Jawa Barat akhirnya mengambil langkah revolusioner untuk meminimalisir risiko tersebut.

Pengelola TNGGP kini menerapkan teknologi canggih berupa gelang identitas berbasis Radio Frequency Identification atau RFID bagi setiap pendaki. Langkah ini bukan sekadar gaya gayaan melainkan sebuah upaya serius untuk meningkatkan standar keselamatan dan ketertiban di jalur pendakian.

Penerapan teknologi ini menjadi angin segar bagi para pencinta alam dan keluarga yang menunggu di rumah. Dengan sistem ini pemantauan pergerakan pendaki menjadi jauh lebih akurat dan real time. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana gelang pintar ini bekerja dan mengapa inovasi ini sangat penting bagi masa depan pariwisata petualangan di Indonesia.

Transformasi Tiket Kertas Menjadi Gelang Pintar

Dahulu proses administrasi pendakian identik dengan tumpukan kertas formulir dan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi atau Simaksi fisik yang rawan hilang atau rusak terkena air hujan. Kini semua kerumitan itu digantikan oleh sebuah gelang sederhana yang disematkan di pergelangan tangan.

Gelang RFID ini berfungsi sebagai tiket masuk cerdas. Di dalamnya tertanam chip yang menyimpan data data krusial pendaki. Mulai dari identitas pribadi jadwal pendakian hingga jalur yang dipilih semua terekam dalam sistem digital. Saat pendaki melewati pos pemeriksaan petugas cukup memindai gelang tersebut dengan alat khusus.

Sistem ini memastikan bahwa data yang masuk ke pusat kendali adalah data yang valid. Tidak ada lagi cerita tiket yang sobek atau izin yang tidak terbaca. Digitalisasi ini membuat proses check in dan check out di pintu rimba menjadi jauh lebih cepat dan efisien sehingga mengurangi antrean panjang yang sering terjadi di musim liburan.

Solusi Ampuh Mengatasi Pendaki Ilegal

Salah satu masalah kronis yang dihadapi oleh pengelola gunung di Indonesia adalah maraknya pendaki ilegal. Mereka adalah orang orang yang nekat naik gunung tanpa mendaftar secara resmi atau menerobos jalur tikus. Keberadaan pendaki ilegal ini sangat membahayakan karena jika terjadi kecelakaan tim SAR akan kesulitan melacak identitas dan keberadaan mereka.

Dengan adanya gelang RFID celah untuk pendaki ilegal semakin tertutup rapat. Gelang ini menjadi penanda fisik yang wajib dipakai selama berada di kawasan taman nasional. Petugas patroli atau ranger yang berpapasan dengan pendaki di jalur dapat dengan mudah melakukan pengecekan.

Jika ditemukan pendaki yang tidak mengenakan gelang tersebut maka bisa dipastikan mereka masuk secara ilegal. Sanksi tegas berupa pengusiran atau denda atau blacklist dapat langsung diterapkan. Sistem ini menciptakan ketertiban yang memaksa semua orang untuk mematuhi aturan main demi keselamatan bersama.

Memudahkan Operasi Pencarian dan Pertolongan

Fungsi paling vital dari gelang RFID ini terletak pada aspek keselamatan atau safety. Gunung Gede Pangrango memiliki medan hutan hujan tropis yang lebat dan cuaca yang bisa berubah ekstrem dalam hitungan menit. Risiko tersesat atau terpisah dari rombongan selalu mengintai.

Sistem RFID memungkinkan pengelola untuk mengetahui berapa jumlah pasti pendaki yang sedang berada di atas gunung pada waktu tertentu. Jika ada pendaki yang belum melakukan pemindaian keluar atau tap out pada jadwal yang ditentukan sistem akan memberikan peringatan dini.

Data ini menjadi modal awal yang sangat berharga bagi tim SAR jika operasi pencarian harus dilakukan. Petugas bisa mengetahui kapan terakhir kali pendaki tersebut melewati pos pantau dan mempersempit area pencarian. Respons yang cepat dan data yang akurat adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa di alam liar.

Mendorong Tanggung Jawab Lingkungan

Selain fungsi keamanan penerapan gelang pintar ini juga membawa misi lingkungan. Seperti yang kita tahu masalah sampah di gunung masih menjadi isu yang memprihatinkan. Dengan sistem yang terintegrasi pengelola dapat lebih mudah mengontrol barang bawaan pendaki.

Gelang ini juga berfungsi sebagai alat jaminan. Pendaki wajib menjaga gelang ini agar tidak hilang dan mengembalikannya saat turun gunung. Mekanisme ini secara tidak langsung melatih kedisiplinan para pendaki.

Proses pengembalian gelang di pintu keluar juga menjadi momen bagi petugas untuk memeriksa kembali sampah bawaan pendaki. Jika sampah tidak dibawa turun sesuai daftar barang bawaan awal pendaki bisa dikenai sanksi. Jadi teknologi ini mendukung terciptanya pendakian yang zero waste dan bertanggung jawab.

Menjadi Percontohan Bagi Gunung Lain

Langkah progresif yang diambil oleh Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini patut diacungi jempol. Ini adalah bukti bahwa pengelolaan wisata alam di Indonesia sudah mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi industri 4.0.

Keberhasilan sistem RFID di Gede Pangrango diharapkan bisa menjadi cetak biru atau role model bagi taman nasional lain di Indonesia seperti Semeru Rinjani atau Kerinci. Jika seluruh gunung di Indonesia menerapkan standar keamanan berbasis teknologi seperti ini citra pendakian Indonesia di mata dunia internasional akan semakin positif.

Bagi Anda yang berencana mendaki Gunung Gede atau Pangrango dalam waktu dekat pastikan Anda telah melakukan pendaftaran online dan siap mengikuti prosedur penggunaan gelang RFID ini. Mari kita dukung inovasi ini demi pendakian yang lebih aman nyaman dan berkelas.

Logo Radio
🔴 Radio Live