Ceritra
Ceritra Warga

Adaptasi Ekstrem di Tanah Suci Bisa Picu Stres Jemaah Haji

Refa - Monday, 19 January 2026 | 03:00 PM

Background
Adaptasi Ekstrem di Tanah Suci Bisa Picu Stres Jemaah Haji
Ilustrasi haji (Pinterest/expatlivingSG)

Guru Besar Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Abdul Mujib, menilai jemaah haji memiliki risiko tinggi mengalami stres selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Faktor seperti perbedaan iklim ekstrem, keberagaman budaya, serta perubahan pola hidup dari lingkungan rumah ke sistem akomodasi bersama dapat memicu gangguan psikologis.

Selama ibadah haji, jemaah harus beradaptasi dengan situasi yang jauh berbeda dari keseharian. Mereka berbagi ruang tidur, kamar mandi, hingga makanan dengan orang lain yang memiliki kebiasaan dan karakter beragam. Kondisi ini dapat menimbulkan tekanan, terutama bagi jemaah yang terbiasa hidup dengan privasi tinggi.

Abdul Mujib menekankan pentingnya petugas haji memiliki kesiapsiagaan terhadap potensi masalah mental jemaah sejak awal bertugas. Meski tidak harus berlatar belakang psikologi, petugas perlu dibekali kemampuan dasar pertolongan pertama psikologis untuk menenangkan jemaah yang mengalami kecemasan atau stres.

Selain itu, kepekaan petugas sangat diperlukan karena setiap individu memiliki cara berbeda dalam menghadapi tekanan. Jika kondisi psikologis jemaah dinilai berat, petugas disarankan segera mengarahkan mereka ke tenaga profesional atau tim kesehatan yang tersedia.

Logo Radio
🔴 Radio Live