Ceritra
Ceritra Uang

5 Strategi Amankan THR dari Jebakan FOMO

Refa - Friday, 20 March 2026 | 11:00 AM

Background
5 Strategi Amankan THR dari Jebakan FOMO
Ilustrasi perempuan melihat dompetnya yang kosong (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Strategi Bertahan Hidup Biar THR Nggak Cuma Numpang Lewat Pas Lebaran

Lebaran itu magis. Bukan cuma soal kemenangan setelah sebulan penuh puasa, tapi juga soal fenomena hilangnya saldo rekening dalam sekejap mata. Rasanya baru kemarin kita semua kegirangan melihat notifikasi THR masuk ke m-banking, eh, belum juga hari H Idulfitri tiba, saldo itu sudah lari maraton entah ke mana. Ada yang berubah jadi tumpukan kardus hampers, ada yang jadi baju baru yang sebenarnya cuma bakal dipakai sekali, sampai biaya mudik yang harganya seringkali nggak masuk akal.

Fenomena bocor halus atau bahkan bocor kasar di dompet saat Lebaran ini sebenarnya sudah jadi rahasia umum. Kita sering terjebak dalam pola pikir self-reward yang kebablasan. Alasannya klasik, "Kan setahun sekali," atau "Masa di hari raya pelit sama diri sendiri?" Padahal, setelah euforia opor ayam dan sungkeman berakhir, kenyataan pahit bernama tanggal tua di bulan baru sudah menunggu di depan pintu dengan seringai tajamnya. Pertanyaannya, gimana caranya biar kita tetap punya tabungan dan nggak makan promag setiap hari setelah Lebaran usai?

Jangan Telan Bulat-Bulat Narasi Self-Reward

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa marketing di bulan Ramadan itu sangatlah agresif. Diskon ada di mana-mana, flash sale datang setiap jam, dan media sosial penuh dengan orang-orang yang pamer hampers estetik. Kalau kita nggak punya benteng pertahanan mental yang kuat, kita bakal kena penyakit FOMO (Fear of Missing Out). Kita merasa harus punya baju seragam keluarga yang lagi tren atau kirim hampers ke semua kontak di WhatsApp biar dibilang eksis.

Coba deh pikir ulang, apakah kita benar-benar butuh baju baru lima pasang? Atau itu cuma keinginan untuk terlihat "wah" di depan sepupu yang jarang ketemu? Menabung itu bukan soal pelit, tapi soal prioritas. Kita harus berani bilang "nggak" pada pengeluaran yang sifatnya cuma demi validasi orang lain. Ingat, setelah Lebaran, cicilan dan tagihan listrik nggak bakal nanya kamu pakai baju merek apa pas hari raya.

Bikin Pos Anggaran dengan Pisahkan Uang

Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan anak muda adalah mencampur semua uang dalam satu rekening. Begitu THR turun, rasanya dompet mendadak jadi sumur tanpa dasar. Padahal, itu cuma ilusi optik finansial. Strategi paling ampuh adalah dengan membagi uang tersebut ke dalam pos-pos yang jelas sejak hari pertama uang itu mendarat di rekening.

Gunakan rumus sederhana: sisihkan minimal 20-30% untuk tabungan atau investasi di awal. Jangan nunggu sisa, karena biasanya yang namanya sisa itu nggak pernah ada. Masukkan uang itu ke instrumen yang agak susah ditarik, misalnya Reksadana atau deposito, biar jempol kita nggak gatal buat belanja online di tengah malam. Sisanya barulah dibagi untuk kebutuhan mudik, salam tempel buat keponakan, dan biaya operasional Lebaran lainnya. Kalau jatah buat beli baju sudah habis, ya sudah, jangan ambil dari pos tabungan.

Seni Mengelola THR Tanpa Bikin Kantong Jebol

Budaya salam tempel atau angpao Lebaran memang sudah mendarah daging. Rasanya kurang afdol kalau kita yang sudah bekerja nggak bagi-bagi rezeki ke adik atau keponakan. Masalahnya, seringkali jumlah keponakan ini bertambah secara eksponensial setiap tahunnya, sementara kenaikan gaji kita nggak secepat itu. Di sini, kita butuh strategi biar tetap bisa berbagi tanpa harus mengorbankan masa depan finansial.

Alih-alih memberikan uang dengan jumlah besar secara random, coba tentukan budget total untuk salam tempel ini. Misalnya, kamu mengalokasikan satu juta rupiah untuk semua saudara. Ya sudah, angka itu yang dibagi rata. Jangan karena merasa nggak enak hati sama kakak atau om, kamu jadi memaksakan diri memberi lebih dari kemampuan. Ingat, esensi Lebaran itu silaturahminya, bukan nominal uang di dalam amplopnya. Kalau mereka protes, ya kasih senyum manis aja sambil bilang, "Doain ya biar tahun depan naik jabatan!"

Cerdas Berburu Hampers dan Kebutuhan Pokok

Siapa bilang Lebaran harus mahal? Sekarang zamannya kreatif. Daripada beli hampers mewah yang harganya selangit cuma karena packaging-nya cantik, kenapa nggak bikin sendiri? Membeli isi hampers secara grosir lalu membungkusnya sendiri bisa menghemat pengeluaran sampai 40%. Selain lebih hemat, hampers buatan sendiri juga terasa lebih personal dan tulus di mata penerimanya.

Selain itu, hindari belanja kebutuhan pokok atau kue-kue Lebaran di menit-menit terakhir. Biasanya, harga bakal melonjak gila-gilaan saat mendekati hari H. Manfaatkan promo jauh-jauh hari atau belanja di pasar tradisional yang harganya lebih bersahabat. Jangan gengsi buat banding-bandingin harga di marketplace. Selisih sepuluh ribu kalau dikali banyak barang kan lumayan juga buat nambahin saldo tabungan.

Waspada Jebakan Healing Setelah Lebaran

Ada satu tren lagi yang sering bikin tabungan ludes yaitu liburan pasca-Lebaran. Banyak orang merasa stres karena keramaian saat hari raya dan memutuskan untuk healing ke tempat wisata. Masalahnya, saat itu adalah peak season. Harga hotel naik dua kali lipat, tiket pesawat mahal, dan tempat wisata penuh sesak. Bukannya tenang, yang ada malah makin pening lihat tagihan kartu kredit.

Kalau memang mau liburan, rencanakan di luar periode high season. Atau kalau memang harus liburan pas Lebaran, carilah destinasi yang anti-mainstream yang nggak bakal menguras kantong. Kadang, sekadar staycation di kota sendiri atau piknik di taman kota bareng teman-teman lama sudah cukup buat recharge energi tanpa harus merusak rencana finansial jangka panjang.

Kesimpulan: Lebaran Bukan Ajang Balap Pengeluaran

Pada akhirnya, punya tabungan setelah Lebaran itu bukan tentang seberapa besar THR yang kita terima, tapi seberapa kuat kita mengendalikan diri. Lebaran itu identik dengan kebahagiaan, dan kebahagiaan yang sesungguhnya nggak seharusnya bikin kita cemas saat melihat saldo ATM di bulan berikutnya. Jangan sampai kita jadi orang yang kaya mendadak di hari raya, tapi miskin mendadak di sisa bulan.

Jadilah pribadi yang cerdas finansial. Rayakan hari kemenangan dengan penuh rasa syukur, nikmati ketupat dan opor ayamnya, tapi tetap simpan sebagian amunisi keuangan kita untuk masa depan. Karena hidup terus berjalan setelah gema takbir berakhir, dan tabungan yang sehat adalah kunci untuk menghadapi hari-hari biasa dengan tenang tanpa beban pikiran. Selamat Lebaran dan selamat menjaga dompet agar tetap aman!

Logo Radio
🔴 Radio Live