Ceritra
Ceritra Warga

Waspada Sering Kesemutan Gara Gara Duduk Lama Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

Nisrina - Wednesday, 04 February 2026 | 09:45 AM

Background
Waspada Sering Kesemutan Gara Gara Duduk Lama Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini
Ilustrasi (yesdok.com/)

Apakah Anda sering merasakan sensasi kebas atau seperti ditusuk tusuk ribuan jarum pada kaki setelah duduk dalam waktu yang lama. Fenomena ini dalam dunia medis dikenal sebagai parestesia. Bagi sebagian besar orang kondisi ini dianggap wajar dan sepele. Biasanya kita hanya perlu mengibas ibaskan kaki atau mengubah posisi duduk dan sensasi tidak nyaman tersebut akan hilang dalam hitungan menit.

Namun bagaimana jika kesemutan itu datang terlalu sering bahkan saat Anda baru duduk sebentar. Atau bagaimana jika rasa kebas itu tidak kunjung hilang meski Anda sudah berdiri dan berjalan. Hati hati karena tubuh Anda mungkin sedang mengirimkan sinyal bahaya. Kebiasaan duduk terlalu lama terutama dengan postur yang buruk ternyata bisa memicu berbagai masalah kesehatan serius yang berkaitan dengan sistem saraf dan peredaran darah.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa duduk lama bisa menyebabkan kesemutan penyakit apa saja yang mungkin mengintai di baliknya dan bagaimana cara mencegahnya agar Anda tetap produktif tanpa harus menahan rasa sakit. Informasi ini sangat vital bagi pekerja kantoran pengemudi jarak jauh atau gamer yang menghabiskan sebagian besar harinya di kursi.

Mekanisme Terjadinya Kesemutan

Secara fisiologis kesemutan terjadi ketika ada gangguan pada jalur komunikasi antara saraf tepi dan otak. Saat kita duduk terlalu lama dalam posisi statis terjadi tekanan berlebih pada pembuluh darah dan serabut saraf di area bokong paha hingga betis.

Tekanan ini menghambat suplai darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke saraf. Akibatnya saraf mengalami "kelaparan" dan mengirimkan sinyal abnormal ke otak yang diterjemahkan sebagai rasa geli panas atau mati rasa. Pada kondisi normal mekanisme ini adalah peringatan dari tubuh agar Anda segera bergerak sebelum terjadi kerusakan jaringan.

Namun jika saraf terus menerus ditekan dalam jangka waktu lama kerusakan bisa menjadi permanen. Sensitivitas saraf akan menurun atau justru menjadi hipersensitif yang menyebabkan rasa nyeri kronis. Inilah mengapa durasi dan posisi duduk sangat menentukan kesehatan saraf Anda.

Sindrom Piriformis dan Iritasi Saraf Sciatica

Salah satu penyebab paling umum dari kesemutan akibat duduk lama adalah Sindrom Piriformis. Ini adalah kondisi di mana otot piriformis yang terletak di area bokong mengalami ketegangan atau kram dan menekan saraf sciatica.

Saraf sciatica adalah saraf terpanjang dalam tubuh manusia yang membentang dari punggung bawah pinggul bokong hingga ke ujung kaki. Ketika otot piriformis menekan saraf ini akibat duduk terlalu lama terutama di permukaan yang keras atau karena kebiasaan duduk dengan dompet tebal di saku belakang maka akan timbul gejala yang disebut sciatica.

Gejalanya bukan hanya kesemutan biasa tetapi sering disertai dengan rasa nyeri menjalar dari bokong hingga ke paha belakang dan betis. Jika dibiarkan kondisi ini bisa menyebabkan kelemahan otot kaki dan kesulitan berjalan. Para pekerja yang duduk lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko sangat tinggi terkena gangguan ini.

Ancaman Saraf Kejepit atau HNP

Penyebab serius lainnya yang perlu diwaspadai adalah Hernia Nukleus Pulposus atau yang lebih dikenal sebagai saraf kejepit. Duduk dengan posisi membungkuk atau merosot di kursi memberikan beban yang sangat besar pada tulang belakang terutama di bagian lumbal atau pinggang bawah.

Tekanan yang konstan ini dapat menyebabkan bantalan antar tulang belakang menonjol keluar dan menjepit akar saraf. Ketika saraf di area lumbal tertekan sinyal nyeri dan kesemutan akan dihantarkan ke area kaki.

Berbeda dengan kesemutan biasa parestesia akibat HNP biasanya terasa lebih intens seperti tersengat listrik dan bisa muncul bahkan saat penderitanya batuk atau bersin. Jika Anda sering merasa kesemutan yang disertai nyeri punggung bawah yang tak kunjung sembuh segera konsultasikan ke dokter saraf atau ortopedi.

Tanda Neuropati Diabetik

Bagi Anda yang memiliki gaya hidup sedenter atau kurang gerak dan pola makan tinggi gula kesemutan di kaki bisa jadi merupakan gejala awal dari diabetes tipe 2. Kondisi ini disebut neuropati diabetik yaitu kerusakan saraf akibat tingginya kadar gula dalam darah.

Gula darah yang tinggi dapat melemahkan dinding pembuluh darah kapiler yang memberi makan saraf. Akibatnya saraf mengalami kerusakan fungsi. Penderita diabetes sering kali merasakan kesemutan yang dimulai dari ujung jari kaki dan perlahan naik ke atas.

Uniknya gejala ini sering kali memburuk saat tubuh sedang istirahat atau duduk santai di malam hari. Jika kesemutan Anda bersifat simetris terjadi pada kedua kaki kanan dan kiri serta disertai rasa haus berlebih dan sering buang air kecil waspadalah terhadap ancaman diabetes.

Kekurangan Vitamin Neurotropik

Jangan remehkan asupan nutrisi harian Anda. Kesemutan yang sering terjadi juga bisa menjadi indikator bahwa tubuh Anda kekurangan vitamin B kompleks khususnya B1 B6 dan B12. Ketiga vitamin ini sering disebut sebagai vitamin neurotropik karena peran vitalnya dalam menjaga kesehatan sistem saraf.

Vitamin B1 berfungsi memberikan energi pada sel saraf B6 membantu transmisi sinyal saraf dan B12 berfungsi menjaga selubung mielin yang melindungi serabut saraf. Kekurangan salah satu dari vitamin ini dapat menyebabkan saraf menjadi rapuh dan mudah mengalami gangguan fungsi termasuk parestesia.

Orang yang melakukan diet ketat vegetarian ekstrem tanpa suplementasi atau pecandu alkohol sangat rentan mengalami defisiensi ini. Memperbaiki pola makan dengan mengonsumsi daging merah telur kacang kacangan dan sayuran hijau bisa menjadi solusi alami mengatasi kesemutan.

Solusi Praktis Cegah Kesemutan

Kabar baiknya sebagian besar kasus kesemutan akibat duduk lama bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup sederhana. Kuncinya adalah jangan membiarkan tubuh berada dalam posisi yang sama terlalu lama.

Terapkan aturan 30 menit. Setiap 30 menit sekali berdirilah dan lakukan peregangan ringan atau berjalan jalan kecil selama 1 hingga 2 menit. Gerakan ini akan melancarkan kembali aliran darah yang sempat terhambat dan melepaskan tekanan pada saraf.

Selain itu perhatikan ergonomi kursi kerja Anda. Gunakan kursi yang memiliki penyangga punggung yang baik dan pastikan telapak kaki menapak sempurna di lantai. Hindari kebiasaan menyilangkan kaki saat duduk karena posisi ini memberikan tekanan ganda pada pembuluh darah di area lutut dan paha.

Terakhir pastikan Anda terhidrasi dengan baik. Dehidrasi dapat menyebabkan kekakuan otot yang memperparah tekanan pada saraf. Minum air putih yang cukup akan membantu menjaga elastisitas otot dan kesehatan jaringan saraf.

Kesehatan adalah aset paling berharga. Jangan biarkan kebiasaan duduk lama merenggut kenyamanan hidup Anda. Dengarkan sinyal tubuh Anda dan mulailah bergerak aktif mulai hari ini.

Logo Radio
🔴 Radio Live