Ceritra
Ceritra Update

Waspada! Minyak Tumpah Bikin Jalan Cakung Ngeri-Ngeri Sedap

- Wednesday, 29 October 2025 | 03:00 PM

Background
Waspada! Minyak Tumpah Bikin Jalan Cakung Ngeri-Ngeri Sedap

Rabu, 29 Oktober 2025 Harusnya hari itu adalah tipikal Rabu pagi di Jakarta. Matahari mulai menyapa, jalanan mulai padat merayap, dan warga bersiap menyongsong akhir pekan dengan segala aktivitasnya. Ada yang mau belanja ke pasar, ada yang mau olahraga, atau sekadar menikmati kopi di teras rumah. Namun, di salah satu sudut Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Raya Cakung, suasana mendadak berubah jadi ngeri-ngeri sedap. Bukan karena ada syuting film laga, tapi karena ada insiden tumpahan minyak yang bikin jalanan licinnya minta ampun!

Bayangkan saja, sepanjang 100 meter jalanan utama itu tiba-tiba dilapisi minyak. Bukan minyak zaitun apalagi minyak goreng premium, melainkan limbah minyak. Ya, betul, limbah minyak. Dari mana datangnya? Usut punya usut, biang keroknya adalah sebuah truk pengangkut limbah minyak yang apesnya mengalami kebocoran. Jadi, bukannya ngangkut limbah ke tempat yang semestinya, si truk malah "berbagi" limbahnya di jalanan. Ironi yang lumayan bikin geleng-geleng kepala, bukan? Jalanan yang seharusnya mulus dan aman, mendadak berubah fungsi jadi sirkuit dadakan yang bisa bikin pengendara celaka.

Nggak kebayang kan gimana paniknya para pengendara motor atau mobil yang melintas? Licinnya jalan akibat tumpahan minyak ini bukan main-main. Sedikit saja salah perhitungan, bisa-bisa langsung nyungsep atau terpeleset. Apalagi di Jakarta yang lalu lintasnya selalu ramai dan cepat. Bahaya banget! Mungkin beberapa pengendara awalnya bingung, "Kok jalanan berasa beda ya hari ini?" Sampai akhirnya mereka sadar, ada bercak hitam pekat yang membentang panjang di aspal. Jelas, ini bukan pemandangan yang diinginkan siapa pun di pagi hari Sabtu.

Melihat kondisi yang sudah tidak kondusif dan sangat membahayakan ini, tentu saja respons cepat dibutuhkan. Dan di sinilah peran para pahlawan kita muncul. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur langsung tancap gas. Mereka ini memang nggak pernah basa-basi kalau sudah menyangkut keselamatan warga. Begitu ada laporan, tanpa babibu, tim langsung meluncur ke lokasi kejadian. Salut banget deh buat kesigapan mereka!

Enam personel Gulkarmat dikerahkan. Mungkin kelihatannya cuma enam orang, tapi jangan salah, kerja mereka ini nggak kaleng-kaleng. Mereka datang bukan buat memadamkan api, tapi buat "menjinakkan" licinnya jalanan. Dan tahu nggak mereka pakai apa? Serbuk gergaji atau pasir! Yup, cara yang mungkin terdengar sederhana tapi efektif banget untuk menetralkan tumpahan minyak. Prinsipnya mirip kayak kita menabur garam di es agar tidak licin, tapi ini skalanya lebih besar dan tantangannya jauh lebih berat.

Para personel Gulkarmat ini dengan cekatan menyebarkan serbuk gergaji atau pasir di sepanjang 100 meter area yang tertumpah minyak. Bayangkan, 100 meter itu bukan jarak yang pendek lho kalau harus ditabur manual. Mereka harus bergerak cepat, memastikan setiap jengkal area yang berbahaya tertangani. Mereka bekerja di tengah lalu lintas yang masih bergerak, meski mungkin sudah melambat karena insiden ini. Konsentrasi, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan. Nggak hanya sekadar menabur, tapi juga memastikan serbuk atau pasir itu bisa maksimal menyerap minyak yang ada.

Proses pembersihan ini memakan waktu kurang lebih satu jam. Satu jam yang penuh dedikasi untuk mengembalikan fungsi jalan raya agar aman kembali. Dalam satu jam itu, mereka bukan hanya membersihkan, tapi juga secara tidak langsung mencegah potensi kecelakaan yang mungkin bisa terjadi. Entah sudah berapa nyawa atau kerugian materi yang bisa mereka selamatkan dengan aksi cepat tanggap ini. Ini bukan sekadar membersihkan tumpahan, ini adalah misi penyelamatan!

Kisah ini memang mungkin terlihat sepele, hanya tumpahan minyak. Tapi kalau dipikir-pikir, insiden kecil semacam ini bisa punya dampak besar. Macet, kecelakaan, kerugian waktu, sampai bahkan cidera serius bisa menimpa siapa saja. Jadi, aksi Gulkarmat Jakarta Timur ini patut diacungi jempol setinggi-tingginya. Mereka adalah pahlawan-pahlawan kota yang seringkali bekerja di balik layar, tanpa gembar-gembor, tapi kontribusi mereka nyata banget bagi kehidupan kita sehari-hari.

Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua, terutama para pemilik atau operator kendaraan niaga. Pentingnya untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Kebocoran sekecil apa pun, apalagi kalau itu material berbahaya seperti limbah minyak, bisa menimbulkan masalah besar bagi banyak orang. Tanggung jawab untuk menjaga kendaraan agar tidak menimbulkan kerugian bagi lingkungan dan masyarakat itu harus jadi prioritas utama.

Jadi, begitulah kisah Sabtu pagi di Jalan Raya Cakung, Jakarta Timur, yang nyaris berubah jadi mimpi buruk. Untungnya, Gulkarmat Jakarta Timur datang bak ksatria berbaju oranye, bersenjatakan serbuk gergaji, dan menumpas si "monster" licin dalam waktu satu jam saja. Mari kita apresiasi kerja keras mereka, dan selalu ingat bahwa keselamatan di jalan itu tanggung jawab kita bersama. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Logo Radio
🔴 Radio Live