Ceritra
Ceritra Update

Fenomena Unik Draco Malfoy Mendadak Jadi Ikon Keberuntungan Imlek 2026

Nisrina - Wednesday, 11 February 2026 | 01:15 PM

Background
Fenomena Unik Draco Malfoy Mendadak Jadi Ikon Keberuntungan Imlek 2026
Draco Malfoy, karakter seri Harry Potter yang menjadi ikon keberuntungan sambut Imlek di China. (cna.id/)

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan warna merah lampion naga barongsai dan tentu saja shio hewan yang mewakili tahun tersebut. Namun pada tahun 2026 sebuah fenomena budaya pop yang sangat tidak terduga muncul di China. Alih alih hanya memajang gambar Kuda Api yang menjadi shio tahun ini generasi muda di Negeri Tirai Bambu justru ramai ramai memajang foto karakter antagonis dari seri Harry Potter yaitu Draco Malfoy.

Siapa sangka karakter berambut pirang platina yang dikenal sombong dan licik di dunia sihir Hogwarts ini tiba tiba bertransformasi menjadi "Dewa Rejeki" baru bagi Gen Z China. Wajah pemerannya Tom Felton diedit sedemikian rupa memegang angpao memakai baju tradisional Cheongsam hingga menjadi wallpaper ponsel jutaan anak muda.

Fenomena ini bukan sekadar lelucon sesaat melainkan sebuah tren viral yang menggabungkan kreativitas linguistik budaya meme dan harapan akan kemakmuran. Merujuk pada laporan Suara Surabaya tren ini meledak karena adanya kecocokan fonetik dan simbolisme yang dianggap membawa hoki. Artikel ini akan membedah mengapa Draco Malfoy bisa menjadi ikon keberuntungan Imlek 2026 dan bagaimana budaya pop barat bisa melebur dengan tradisi timur.

Permainan Kata dan Koneksi Shio Kuda

Alasan utama mengapa Draco Malfoy menjadi viral di Imlek 2026 terletak pada nama Mandarin karakter tersebut. Di China nama Malfoy diterjemahkan atau dilafalkan sebagai "Ma Er Fu". Karakter pertama dari namanya yaitu "Ma" memiliki bunyi yang sama persis dengan kata "Kuda" dalam bahasa Mandarin.

Mengingat tahun 2026 adalah Tahun Kuda (tepatnya Kuda Api) maka nama Malfoy secara harfiah dianggap mewakili semangat tahun ini. Bagi masyarakat China yang sangat menyukai permainan kata atau pun yang membawa makna positif memajang foto Malfoy sama dengan memajang simbol Kuda itu sendiri.

Selain itu ada juga plesetan lain yang berkembang. Nama "Malfoy" sering diplesetkan menjadi frase yang terdengar seperti doa meminta kekayaan. Dalam budaya internet China yang kreatif segala sesuatu yang memiliki unsur bunyi mirip dengan kata "Cai" (kekayaan) atau "Fu" (hoki) akan langsung diadopsi menjadi jimat keberuntungan digital.

Simbolisme "Old Money" dan Kemakmuran

Selain faktor bahasa karakter Draco Malfoy sendiri sangat mendukung narasi tentang kekayaan. Dalam semesta Harry Potter keluarga Malfoy digambarkan sebagai keluarga penyihir aristokrat yang sangat kaya raya memiliki rumah megah (Malfoy Manor) dan pengaruh kekuasaan yang besar.

Meskipun di dalam film mereka adalah tokoh jahat namun bagi netizen China yang pragmatis di momen Imlek sosok Draco mewakili estetika "Old Money" atau kekayaan turun temurun. Memasang fotonya dianggap sebagai manifestasi atau doa agar di tahun yang baru ini rezeki seseorang bisa mengalir deras seperti kekayaan keluarga Malfoy.

Rambut Draco yang berwarna pirang platina juga diasosiasikan dengan warna emas. Dalam tradisi Imlek warna emas melambangkan kemewahan dan uang. Jadi secara visual Draco Malfoy adalah paket lengkap. Namanya mengandung unsur Kuda latar belakangnya kaya raya dan penampilannya berkilau seperti emas.

Tren "Memeriksa" Hoki Lewat Meme

Di media sosial China seperti Weibo dan Douyin (TikTok versi China) tren ini berkembang menjadi berbagai macam meme lucu. Salah satu yang paling populer adalah meme "Transfer Keberuntungan". Pengguna akan mengedit foto Draco Malfoy yang sedang memegang tongkat sihir namun tongkatnya diganti dengan setumpuk uang atau angpao merah.

Ada juga tren di mana mahasiswa menaruh foto Draco di kartu pelajar atau layar komputer mereka dengan harapan bisa lulus ujian dengan nilai bagus. Di sini Draco tidak lagi dilihat sebagai pelahap maut yang jahat melainkan sebagai sosok kakak kelas kaya yang bisa "menyuap" nasib buruk agar menjauh.

Kreativitas ini menunjukkan bagaimana generasi muda China memiliki cara unik untuk merayakan tradisi. Mereka tidak meninggalkan tradisi Imlek melainkan memodernisasinya dengan elemen budaya pop yang mereka sukai. Ini adalah cara mereka bersenang senang di tengah tekanan hidup dan pekerjaan yang berat.

Respons Tom Felton Terhadap Fenomena Ini

Aktor Tom Felton sendiri dikenal sangat aktif di media sosial dan sering berinteraksi dengan penggemar. Fenomena viralnya wajah dia di China bukanlah hal baru namun skala tren di tahun 2026 ini jauh lebih besar karena bertepatan dengan tahun shio yang sesuai dengan namanya.

Biasanya Tom Felton menanggapi hal hal seperti ini dengan humor yang positif. Ia menyadari bahwa karakternya telah berevolusi dari sekadar penjahat sekolah menjadi ikon budaya yang dicintai. Keterbukaan aktor terhadap meme meme ini justru membuat netizen semakin semangat menggunakan wajahnya. Tidak jarang ia bahkan memposting ulang karya karya penggemar yang mengedit wajahnya menjadi Dewa Rejeki.

Evolusi Tradisi di Era Digital

Apa yang terjadi dengan Draco Malfoy di China adalah bukti nyata dari globalisasi budaya. Sebuah karakter dari novel Inggris tahun 90 an bisa menjadi simbol perayaan tradisional China di tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa batas batas budaya semakin cair di era digital.

Tradisi Imlek yang dulunya kaku dan penuh aturan kini menjadi lebih fleksibel dan ceria di tangan anak muda. Mereka tetap menghormati esensi Imlek yaitu berkumpul keluarga dan berdoa untuk masa depan yang lebih baik namun medianya telah berubah. Jika dulu orang memajang lukisan Dewa Cai Shen kini mereka memajang wallpaper Draco Malfoy.

Fenomena ini mengajarkan kita bahwa keberuntungan bisa datang dari mana saja termasuk dari hal hal yang membuat kita tersenyum. Bagi Anda yang merayakan Imlek tahun 2026 mungkin tidak ada salahnya mencoba tren ini. Siapa tahu energi "Ma Er Fu" benar benar membawa hoki dan kemakmuran sepanjang tahun Kuda ini.

Logo Radio
🔴 Radio Live