Ceritra
Ceritra Warga

Tips Mengatasi Kepala Kliyengan Saat Naik Tangga dengan Cepat

Refa - Tuesday, 17 February 2026 | 10:00 AM

Background
Tips Mengatasi Kepala Kliyengan Saat Naik Tangga dengan Cepat
ilsutrasi kepala pusing (pexels.com/Kindel Media)

Mengapa Naik Tangga Membuat Pusing? Mengenali Gejala Vertigo Posisi

Bayangkan skenario ini: Kamu lagi buru-buru mau mengejar kereta di stasiun atau mungkin sekadar ingin naik ke lantai dua kafe hits demi mendapatkan spot foto yang estetik. Kamu mulai menapaki anak tangga satu per satu. Awalnya biasa saja, tapi baru sampai anak tangga kelima, tiba-tiba—boooom! Dunia serasa berputar 180 derajat. Pandangan jadi kabur, lantai rasanya goyang, dan kamu terpaksa pegangan erat ke railing tangga supaya nggak jatuh terjungkal. Sumpah, rasanya kayak habis naik wahana kora-kora sepuluh putaran non-stop, padahal cuma naik tangga.

Banyak dari kita yang langsung menyalahkan alasan kurang sarapan atau darah rendah kalau sudah begini. Atau yang paling sering, kita menganggap ini sekadar faktor "U" alias umur yang sudah nggak bisa diajak kerja sama lagi. Tapi, kalau pusingnya terasa seperti dunia sedang berputar kencang atau istilah kerennya spinning sensation, bisa jadi kamu bukan cuma capek, melainkan sedang berurusan dengan yang namanya Vertigo Posisi.

Sebenarnya, apa sih yang terjadi di dalam kepala kita sampai-sampai kegiatan sesederhana naik tangga bisa bikin keliyengan? Mari kita bedah pelan-pelan tanpa gaya bahasa buku teks kedokteran yang bikin ngantuk.

Si Kristal Nakal di Dalam Telinga

Pernah dengar kalau telinga kita bukan cuma buat dengerin gosip atau lagu-lagu galau? Di dalam telinga bagian dalam, ada sistem navigasi canggih yang namanya sistem vestibular. Fungsinya mirip sensor keseimbangan di smartphone kamu. Di dalam sistem ini, ada semacam batu-batu kecil atau kristal kalsium karbonat yang disebut otoconia. Nah, masalah dimulai ketika si kristal ini memutuskan untuk healing ke tempat yang salah.

Dalam kondisi normal, kristal-kristal ini duduk manis di tempatnya. Tapi pada penderita BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo), kristal ini lepas dan masuk ke saluran setengah lingkaran di telinga dalam. Begitu kamu menggerakkan kepala—seperti saat mendongak melihat anak tangga atau menunduk memperhatikan pijakan—kristal ini ikut bergerak-gerak dan mengirim sinyal palsu ke otak. Otak kamu bingung, "Lho, ini kepalanya diam atau lagi guling-guling?" Kebingungan otak inilah yang bikin kamu merasa seolah-olah dunia lagi diputar-putar.

Kenapa Tangga Jadi Pemicu Utama?

Mungkin kamu bertanya, "Kenapa pas jalan datar biasa aja, tapi pas naik tangga langsung kumat?" Jawabannya ada pada posisi kepala. Saat naik tangga, tanpa sadar kita sering melakukan gerakan kepala yang dinamis. Kadang kita mendongak ke atas untuk melihat sisa anak tangga yang masih banyak (dan bikin menghela napas) atau menunduk tajam supaya nggak salah injak. Gerakan mendongak dan menunduk ini adalah pemicu favorit bagi si kristal nakal tadi untuk bergeser.

Selain itu, naik tangga juga membutuhkan koordinasi otot dan keseimbangan yang lebih ekstra dibanding jalan di trotoar. Begitu ada gangguan sedikit saja di sistem keseimbangan telinga dalam, tubuh kita langsung memberikan reaksi peringatan berupa rasa pusing yang luar biasa. Jadi, bukan tangganya yang jahat, tapi sistem navigasi internal kamu yang lagi error alias butuh kalibrasi ulang.

Bukan Sekadar Pusing Biasa

Penting untuk membedakan antara pusing "biasa" (lightheadedness) dengan vertigo. Pusing biasa itu rasanya kayak melayang atau mau pingsan. Tapi vertigo posisi itu spesifik. Kamu merasa sekelilingmu berputar atau kamu yang berputar terhadap sekelilingmu. Gejalanya biasanya singkat, cuma hitungan detik sampai satu menit, tapi efek traumatisnya bisa bikin kita takut naik tangga lagi selama seminggu.

Gejala penyertanya juga nggak main-main. Ada yang sampai mual, keringat dingin, bahkan muntah di tempat. Kalau sudah begini, jangan dipaksa jalan terus. Berhenti, duduk, dan fokuskan pandangan ke satu titik yang diam. Jangan menutup mata, karena kalau mata merem, otak makin kehilangan referensi posisi dan rasa pusingnya malah bisa makin parah.

Gimana Cara Mengatasinya?

Kabar baiknya, vertigo posisi atau BPPV ini biasanya nggak berbahaya, meski memang sangat mengganggu kualitas hidup. Kalau kamu sering mengalaminya, jangan langsung panik dan mengira ada yang salah dengan otak kamu. Langkah pertama adalah jangan malas minum air putih dan pastikan tidur cukup. Dehidrasi dan kurang tidur seringkali bikin sistem keseimbangan kita jadi makin sensitif.

Kalau keluhan ini sudah sering muncul, kamu bisa mencoba teknik yang namanya Manuver Epley. Ini adalah gerakan kepala tertentu yang didesain untuk "menggiring" si kristal nakal tadi kembali ke tempat asalnya. Tapi, jangan coba-coba melakukan ini sendiri cuma bermodalkan video YouTube kalau belum yakin. Sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter THT atau saraf agar dipandu dengan benar. Biasanya, sekali atau dua kali manuver, pusingnya bakal hilang kayak mantan yang tiba-tiba ghosting.

Kesimpulan: Jangan Diabaikan!

Naik tangga memang bisa jadi indikator kesehatan yang jujur. Kalau napas ngos-ngosan, mungkin kurang kardio. Tapi kalau dunia berputar, itu urusan telinga dalam. Jangan anggap remeh rasa pusing yang datang tiba-tiba. Meskipun terdengar sepele, vertigo bisa jadi sangat berbahaya kalau kumat di tempat-tempat berisiko seperti tangga atau saat mengemudi.

Jadi, lain kali kalau kamu merasa "keliyengan" pas naik tangga, coba deh lebih peka sama gerakan kepala kamu. Pelan-pelan saja, nggak usah lari-lari kayak lagi dikejar deadline. Dan yang paling penting, kalau keluhannya nggak hilang-hilang, jangan ragu ke dokter. Sehat itu mahal, tapi pusing karena dunia berputar pas lagi di depan gebetan itu jauh lebih mahal harganya—malunya, maksudnya. Stay healthy, guys!

Logo Radio
🔴 Radio Live