Ceritra
Ceritra Uang

Tahun 2026 Jadi Titik Balik Kebangkitan Pasar Aset Kripto di Indonesia

Nisrina - Tuesday, 13 January 2026 | 11:45 AM

Background
Tahun 2026 Jadi Titik Balik Kebangkitan Pasar Aset Kripto di Indonesia
Mengamati pergerakan mata uang kripto bitcoin (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar)

Setelah melewati fase konsolidasi yang cukup panjang sepanjang tahun 2025, pasar aset kripto di Indonesia diproyeksikan akan memasuki masa kebangkitan pada tahun 2026. Optimisme ini muncul di tengah semakin matangnya ekosistem investasi digital di tanah air, didukung oleh kesiapan regulasi serta perilaku investor yang semakin teredukasi. Berbagai pihak industri, termasuk platform perdagangan aset kripto seperti Tokocrypto, melihat tahun ini sebagai momentum krusial untuk mendongkrak kembali volume transaksi dan memperluas basis pengguna yang selama ini dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.

Salah satu indikator utama yang mendasari optimisme ini adalah potensi penetrasi pasar yang masih terbuka lebar. Hingga saat ini, tercatat baru sekitar 7 persen dari total populasi Indonesia yang terjun sebagai investor kripto. Meskipun angka ini sudah menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci di pasar global, ruang untuk ekspansi masih sangat masif. Dalam skenario yang optimistis, jumlah investor kripto nasional diperkirakan dapat melonjak hingga menyentuh angka 26 hingga 27 juta orang pada akhir tahun 2026. Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh spekulasi pasar semata, melainkan oleh adopsi teknologi blockchain yang semakin meluas dan dipahami oleh masyarakat luas.

Selain faktor demografi, stabilitas pasar yang mulai terbentuk menjadi sinyal positif lainnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pergerakan pasar sangat didominasi oleh euforia sesaat atau "Fear of Missing Out" (FOMO), kini investor domestik menunjukkan karakter yang lebih disiplin dan bijaksana. Likuiditas pasar yang terjaga sepanjang tahun lalu tanpa adanya lonjakan volatilitas yang ekstrem menandakan bahwa ekosistem kripto di Indonesia sudah mulai "naik kelas". Transaksi kini tidak hanya sekadar jual beli untuk keuntungan jangka pendek, tetapi mulai bergeser ke arah manajemen portofolio yang lebih strategis dan pemanfaatan instrumen seperti stablecoin.

Kepastian regulasi juga memainkan peran vital dalam memulihkan kepercayaan publik dan menarik minat investor institusional. Tahun 2026 dianggap sebagai masa di mana kerangka aturan main sudah lebih jelas dan kokoh, terutama dengan adanya pengakuan resmi terhadap aktivitas bisnis blockchain melalui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Kejelasan payung hukum ini menjadi infrastruktur fundamental yang memungkinkan para pelaku industri untuk fokus pada inovasi produk dan peningkatan keamanan, tanpa dibayangi oleh ketidakpastian hukum yang selama ini menjadi penghambat utama.

Ke depan, tantangan terbesar industri aset kripto bukan lagi sekadar mengejar angka pertumbuhan pengguna baru, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem yang berkelanjutan melalui edukasi yang tepat sasaran. Dengan mayoritas investor yang didominasi oleh generasi muda di rentang usia 18 hingga 34 tahun, peran platform digital dan media sosial menjadi sangat krusial sebagai kanal edukasi. Jika momentum ini dapat dimanfaatkan dengan baik, tahun 2026 bukan hanya akan menjadi tahun pemulihan angka transaksi, tetapi juga tahun pembuktian bahwa aset kripto telah menjadi instrumen investasi yang mapan dan dipercaya di Indonesia.

Tags

Logo Radio
🔴 Radio Live