Stop Balas Dendam! Cara Buka Puasa Pakai Kurma Dulu, Nasi Kemudian
Refa - Saturday, 21 February 2026 | 06:00 PM


Strategi Kurma 3 Tahap: Rahasia Biar Nggak Begah dan Tetap Waras Pasca Buka Puasa
Bayangkan suasananya: azan Magrib berkumandang, perut sudah keroncongan dari siang, dan di depan mata kamu sudah tersaji makanan lengkap. Ada es buah yang warnanya menggoda iman, tumpukan gorengan yang masih hangat dan berminyak, serta nasi padang yang porsinya seperti menantang maut. Kebanyakan dari kita biasanya langsung "gaspol".
Begitu bedug bunyi, semua langsung masuk ke mulut tanpa permisi. Efeknya? Lima belas menit kemudian, kamu merasa seperti karung beras yang diletakkan begitu saja di lantai. Ngantuk berat, perut terasa penuh alias begah, dan salat tarawih pun rasanya jadi beban fisik yang luar biasa.
Nah, di sinilah peran penting dari strategi yang belakangan mulai ramai dibicarakan, strategi Kurma 3 Tahap. Inti dari jurus ini sebenarnya simpel banget, yaitu memberikan jeda sakral selama 10 menit setelah menyantap kurma sebelum kamu menyerbu nasi atau makanan berat lainnya. Kedengarannya sepele, ya? Tapi percaya deh, durasi 10 menit ini adalah kunci biar tubuh kamu nggak mengalami culture shock setelah seharian berpuasa.
Tahap Pertama: Perkenalan yang Manis dan Sopan
Kenapa harus kurma? Ya, selain karena ini adalah anjuran dalam agama, secara sains kurma itu ibarat booster yang paling sopan buat lambung. Saat puasa, kadar gula darah kita drop ke level terendah. Kalau kamu langsung makan nasi, tubuh bakal kaget karena lonjakan insulin yang mendadak. Ibarat mobil yang mesinnya masih dingin tapi langsung dipaksa lari 100 km/jam, ya pasti bakal ngadat.
Di tahap pertama ini, cukup makan kurma dalam jumlah ganjil, katakanlah tiga butir, bersama air putih yang suhunya biasa saja (jangan langsung air es yang dinginnya menusuk tulang). Kurma mengandung glukosa dan fruktosa yang cepat diserap tubuh, memberikan energi instan buat otak supaya kamu nggak linglung pas lagi doa berbuka.
Tahap Kedua: Jeda 10 Menit yang Menguji Kesabaran
Inilah bagian tersulit dalam Strategi Kurma 3 Tahap. Setelah makan kurma, jangan dulu lirik piring nasi. Berikan waktu selama 10 menit. Gunakan waktu ini untuk salat Magrib terlebih dahulu. Kenapa harus 10 menit? Karena otak kita itu butuh waktu untuk menerima sinyal kalau perut sudah mulai terisi.
Secara biologis, ada hormon bernama leptin yang bertugas memberi tahu otak kalau kita sudah kenyang. Masalahnya, sinyal ini nggak secepat kilat. Butuh waktu sekitar 15 sampai 20 menit sejak suapan pertama sampai otak sadar. Kalau kamu langsung makan nasi dalam porsi besar tanpa jeda, otak belum sempat bilang stop, tapi perut kamu sudah keburu penuh. Itulah alasan kenapa kita sering kali merasa kekenyangan yang menyiksa setelah buka puasa.
Dengan jeda 10 menit saat salat, kamu memberikan kesempatan bagi gula dari kurma tadi untuk mengalir ke aliran darah. Hasilnya? Saat kamu kembali ke meja makan, rasa lapar yang "barbar" tadi biasanya sudah mereda. Kamu jadi lebih punya kendali diri buat nggak mengambil nasi sampai menggunung.
Tahap Ketiga: Eksekusi Nasi dengan Kesadaran Penuh
Setelah 10 menit berlalu dan salat Magrib selesai, barulah kamu masuk ke tahap ketiga: menyantap hidangan utama. Karena rasa lapar yang meledak-ledak sudah diredam oleh kurma dan jeda waktu, kamu bakal makan dengan lebih tenang. Kamu bakal mulai bisa menikmati rasa bumbu rendang atau gurihnya sayur lodeh tanpa perlu terburu-buru seperti sedang ikut lomba makan kerupuk.
Di tahap ini, lambung kamu sudah "bangun" dan siap bekerja keras mengolah makanan berat. Enzim-enzim pencernaan sudah keluar dengan teratur, bukan dipaksa keluar sekaligus karena kaget. Hasilnya, setelah makan, kamu nggak bakal merasa begah atau ngantuk berat yang sering bikin kita bolos tarawih atau malah ketiduran di depan TV.
Kenapa Kita Sering Gagal Melakukannya?
Jujur saja, musuh terbesar dari strategi ini bukan rasa lapar, tapi "lapar mata". Kita sering merasa kalau nggak makan banyak saat buka, nanti tenaga kita nggak cukup buat besok. Padahal, yang bikin kita lemas besoknya itu bukan kurang makan, tapi karena kualitas tidur yang terganggu akibat perut yang sibuk kerja keras mengolah makanan semalaman.
Selain itu, budaya kita yang sering menjadikan momen buka puasa sebagai ajang "balas dendam" bikin strategi 10 menit ini terasa mustahil. Tapi coba deh, sekali saja dipraktikkan. Kamu bakal merasakan perbedaan yang signifikan. Badan terasa lebih ringan, pikiran lebih jernih, dan yang paling penting, kamu nggak bakal merasa bersalah sama timbangan setelah Lebaran nanti.
Strategi Kurma 3 Tahap ini sebenarnya mengajarkan kita satu hal penting: kesadaran. Bahwa makan itu bukan cuma soal memasukkan benda ke dalam lubang mulut, tapi soal menghargai proses metabolisme tubuh kita sendiri. Jadi, besok pas azan berkumandang, coba tahan diri sebentar. Kurma dulu, air putih dulu, salat dulu, baru nasi kemudian. Selamat mencoba dan semoga puasanya makin berkualitas!
Next News

Mengenal Sleep Paralysis, Fenomena Ketindihan yang Menakutkan
in 7 hours

Trik Jitu Membersihkan Kerak Karamel Keras Seperti Karang
in 4 hours

Trik Bikin Simple Syrup di Rumah ala Kafe Mahal Anti Gagal!
in 3 hours

Post-Holiday Blues Itu Nyata, Begini Cara Mengatasinya
in 42 minutes

Tips Berani Solo Traveling Buat Kamu yang Sering Ragu
an hour ago

Talenan Kayu Kayak Properti Horor? Ini Tips Membersihkannya
3 hours ago

Rahasia Talenan Kayu Wangi ala Home Cafe, Bye Bau Amis!
3 hours ago

Gorden Kusam Bikin Rumah Suram? Yuk, Ganti Gaya Pinterest!
6 hours ago

Ilusi Mata! Ubah Suasana Kamar Sempit Lewat Gorden
7 hours ago

Gorden Berdebu dan Bau? Ini Tips Membersihkannya Tanpa Ribet
8 hours ago






