Pesona dan Misteri 11 Gunung Bawah Laut di Perairan Indonesia
Nisrina - Friday, 06 February 2026 | 07:15 AM


Indonesia dikenal dunia sebagai negara kepulauan yang berdiri di atas Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Julukan ini bukan tanpa alasan. Pertemuan lempeng tektonik yang sangat aktif menjadikan negeri ini rumah bagi ratusan gunung berapi. Selama ini kita mungkin hanya familiar dengan gunung gunung gagah yang menjulang di daratan seperti Gunung Merapi Semeru atau Kerinci. Namun ternyata aktivitas vulkanik yang dahsyat juga terjadi di kedalaman samudra yang gelap dan sunyi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG mencatat bahwa Indonesia memiliki kekayaan geologi bawah laut yang luar biasa. Terdapat setidaknya 11 gunung api bawah laut yang tersebar di berbagai titik perairan nusantara. Keberadaan mereka sering kali luput dari perhatian mata awam namun memegang peranan penting dalam ekosistem laut dan potensi bencana alam.
Fenomena Banua Wuhu di Sulawesi Utara
Perjalanan kita dimulai dari wilayah utara Indonesia tepatnya di Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara. Di sini terdapat Gunung Banua Wuhu. Gunung ini sangat unik karena puncaknya berada sangat dekat dengan permukaan air laut bahkan bisa terlihat saat air surut.
Banua Wuhu memiliki sejarah aktivitas yang cukup panjang. Catatan sejarah menunjukkan bahwa gunung ini pernah meletus hebat dan bahkan sempat membentuk pulau baru yang kemudian hilang tergerus ombak. Bagi para penyelam kawasan di sekitar Banua Wuhu menawarkan pemandangan bawah laut yang eksotis dengan gelembung gelembung gas yang keluar dari celah bebatuan menandakan bahwa dapur magma di bawahnya masih aktif.
Misteri Nama Emperor of China di Laut Banda
Bergeser ke wilayah Laut Banda kita menemukan sebuah gunung bawah laut dengan nama yang sangat tidak biasa yaitu Emperor of China. Gunung ini terletak di bagian barat Laut Banda. Namanya yang unik sering kali memancing rasa penasaran para peneliti dan sejarawan.
Secara struktur Emperor of China adalah gunung api perisai. Puncaknya berada di kedalaman ribuan meter di bawah permukaan laut. Meskipun statusnya saat ini dinyatakan tidak aktif keberadaannya menjadi bukti betapa dinamisnya pergerakan lempeng di dasar Laut Banda pada masa lampau.
Gunung Nieuwerkerk Sang Kembaran
Masih di kawasan Laut Banda yang dalam terdapat tetangga dari Emperor of China yang bernama Gunung Nieuwerkerk. Gunung ini juga merupakan gunung api bawah laut yang signifikan. Yang menarik adalah Nieuwerkerk sering disebut sebut sebagai kembaran dari Emperor of China karena lokasi mereka yang berdekatan dan berada pada rantai pegunungan bawah laut yang sama.
Nieuwerkerk memiliki dua puncak utama yang dipisahkan oleh sadel atau lembah di antaranya. Kedalaman puncaknya mencapai lebih dari 2.000 meter. Formasi geologi ini menjadi laboratorium alam yang penting bagi para oseanografer untuk mempelajari evolusi kerak bumi di kawasan Indonesia Timur.
Yersey Gunung Purba di Kedalaman
Gunung bawah laut keempat adalah Yersey. Lokasinya masih berada di perairan Laut Banda yang memang dikenal sebagai salah satu laut terdalam di Indonesia. Yersey merupakan gunung api mati yang sudah tidak menunjukkan aktivitas vulkanik dalam kurun waktu yang sangat lama.
Puncaknya diperkirakan berada di kedalaman sekitar 3.800 meter dari permukaan laut. Karena letaknya yang sangat dalam eksplorasi terhadap Gunung Yersey masih sangat terbatas. Ia berdiri kokoh dalam kegelapan abadi menjadi rumah bagi biota laut dalam yang mungkin belum teridentifikasi oleh sains.
Hobal dan Keaktifan di Nusa Tenggara Timur
Beralih ke wilayah selatan tepatnya di Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur terdapat Gunung Hobal. Berbeda dengan gunung gunung mati di Laut Banda Hobal dikenal masih memiliki aktivitas vulkanik.
Masyarakat setempat di Kecamatan Atadei sudah tidak asing dengan fenomena yang ditimbulkan oleh gunung ini. Pada masa lalu aktivitas Hobal pernah menyebabkan perubahan warna air laut menjadi kekuningan dan munculnya gelembung udara masif di permukaan. Ini adalah tanda nyata bahwa aktivitas magmatik di bawah sana masih terus berlangsung.
Submarine Volcano 1922 di Sangihe
Kembali ke perairan Sangihe Sulawesi Utara terdapat sebuah gunung yang namanya diambil dari tahun penemuannya yaitu Submarine Volcano 1922. Lokasinya berada tidak jauh dari Pulau Bukide.
Gunung ini tercatat pernah mengalami erupsi di bawah permukaan laut pada tahun 1922. Sejak saat itu serangkaian gempa bumi vulkanik sering terdeteksi di area ini. Keberadaannya menambah daftar panjang potensi bahaya sekaligus kesuburan perairan di wilayah Sulawesi Utara yang kaya akan ikan.
Gunung Sangir di Perairan Sulawesi
Masih dalam rangkaian cincin api di utara Gunung Sangir menjadi salah satu gunung bawah laut yang patut diperhitungkan. Terletak di perairan Kepulauan Sangihe gunung ini merupakan bagian dari busur vulkanik yang memanjang dari Sulawesi hingga ke Filipina.
Puncak Gunung Sangir sepenuhnya tenggelam di bawah air. Meskipun tidak sepopuler Banua Wuhu struktur geologinya memberikan kontribusi pada pembentukan topografi dasar laut di wilayah tersebut yang sangat kompleks dan curam.
Gunung Naung yang Tersembunyi
Daftar selanjutnya adalah Gunung Naung. Gunung ini juga terletak di wilayah perairan Sulawesi Utara. Keberadaan Gunung Naung melengkapi deretan gunung api bawah laut yang menjadikan Sulawesi Utara sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas seismik dan vulkanik paling intens di Indonesia.
Informasi detail mengenai Naung memang masih minim dibandingkan gunung daratan. Namun bagi para ahli geologi Naung adalah bagian dari puzzle raksasa untuk memahami bagaimana lempeng Laut Maluku dan lempeng Sangihe saling bertumbukan.
Baruna di Perairan Bali
Bergeser ke pulau dewata Bali ternyata juga menyimpan potensi gunung bawah laut. Gunung Baruna ditemukan melalui ekspedisi pemetaan dasar laut. Lokasinya berada di sisi utara Bali.
Nama Baruna diambil dari nama dewa penguasa lautan dalam mitologi Hindu yang kental dengan budaya Bali. Penemuan Baruna memberikan wawasan baru bahwa aktivitas vulkanik di Bali tidak hanya berpusat pada Gunung Agung dan Batur tetapi juga meluas hingga ke dasar laut di sekitarnya.
Gunung Abang di Bawah Laut Bali
Selain Baruna ada juga Gunung Abang bawah laut. Perlu dibedakan dengan Gunung Abang yang ada di daratan Bali dekat Danau Batur. Gunung Abang bawah laut ini terletak di perairan selatan Bali.
Keberadaannya mengindikasikan bahwa retakan lempeng di selatan Jawa dan Bali memiliki fitur fitur vulkanik yang kompleks. Studi terhadap Gunung Abang bawah laut sangat penting untuk pemetaan potensi tsunami yang disebabkan oleh longsoran tubuh gunung api bawah laut.
Gunung Pagai di Barat Sumatera
Terakhir dan yang sempat menghebohkan publik adalah penemuan gunung bawah laut di perairan barat Sumatera tepatnya di dekat Kepulauan Mentawai. Gunung ini sering disebut sebagai Gunung Pagai karena lokasinya yang dekat dengan Pulau Pagai.
Gunung ini memiliki ketinggian yang signifikan dari dasar laut dan memiliki kawah yang besar. Penemuan di zona subduksi lempeng Indo Australia dan Eurasia ini sangat krusial. Wilayah barat Sumatera dikenal sebagai zona megathrust penghasil gempa besar. Memahami karakteristik Gunung Pagai membantu ahli memprediksi potensi bencana geologi di masa depan.
Mengapa Kita Perlu Peduli
Mengetahui keberadaan 11 gunung bawah laut ini bukan sekadar menambah hafalan nama tempat. Ini adalah kesadaran akan kondisi geografis tanah air kita. Gunung gunung ini di satu sisi menyimpan potensi bahaya seperti tsunami akibat longsoran bawah laut atau erupsi freatik.
Namun di sisi lain gunung bawah laut adalah oasis kehidupan. Struktur batuan mereka menjadi tempat menempelnya karang dan spons yang menjadi rumah bagi ribuan spesies ikan. Panas bumi yang dihasilkan juga menciptakan ekosistem unik yang kaya akan mineral. Indonesia sebagai negara maritim harus terus mendorong riset kelautan untuk mengungkap lebih banyak lagi rahasia yang tersimpan di dasar samudra kita.
Next News

Cara Bikin Sambal Kacang Kental dan Berminyak ala Restoran
in 7 hours

Teknik Rahasia Menggoreng Agar Hasilnya Renyah Tahan Lama
in 6 hours

Bye Bakwan Meleyot! Rahasia Gorengan Tetap Keriuk Seharian
in 6 hours

Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Sendiri Tanpa Bantuan Ahli Gizi
in 7 hours

Pertolongan Pertama Dada Terbakar Tengah Malam Akibat GERD
in 6 hours

Bahaya Langsung Rebahan Setelah Makan Pemicu Asam Lambung Naik
in 5 hours

Beda Maag dan GERD Jangan Salah Penanganan Saat Asam Lambung Naik
in 4 hours

Anti Lecek! Teknik Bundle Wrap untuk Siapkan Baju Kantor dalam 120 Detik Tanpa Setrika
in 5 hours

Daftar Superfood Pengganti Wortel Agar Mata Tidak Gampang Minus
in 4 hours

Panduan Ampuh Bertahan Hidup Saat Sakau Gula Tanpa Gagal
in 3 hours






