Penderita GERD Jangan Takut Puasa! Ini Jadwal Minum Obat Lambung yang Tepat
Refa - Sunday, 01 February 2026 | 11:30 AM


"Bisa nggak ya saya puasa? Telat makan sedikit saja perih, apalagi kosong seharian?"
Kekhawatiran ini menghantui jutaan penderita Maag (Gastritis) dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) setiap kali Ramadan menjelang. Bayangan akan rasa nyeri ulu hati, mual, hingga sensasi terbakar di dada (heartburn) membuat banyak orang ragu untuk menjalankan ibadah puasa.
Padahal, dari sudut pandang medis, puasa justru bisa menjadi terapi penyembuhan alami yang paling efektif bagi sistem pencernaan, asalkan dikelola dengan benar.
Faktanya, saat tidak berpuasa, kita cenderung ngemil sembarangan di jam-jam yang tidak menentu, membuat lambung bingung memproduksi asam. Saat berpuasa, pola makan menjadi sangat teratur (hanya dua kali saat sahur dan buka). Keteraturan ini memberi kesempatan lambung untuk beristirahat, mengurangi beban kerja, dan menstabilkan sekresi asam.
Agar ibadah Anda lancar dan lambung tetap aman, berikut adalah "Protokol Penjinak Lambung" yang meliputi jadwal obat dan aturan makan:
1. Aturan Emas Jadwal Minum Obat
Kunci pengendalian GERD saat puasa bukan pada banyaknya obat, tapi pada ketepatan waktu meminumnya. Salah jam, obat tidak akan bekerja efektif.
A. Pasukan Sahur: Obat Penekan Asam (PPI)
Jika Anda diresepkan dokter obat golongan PPI (Proton Pump Inhibitor) seperti Omeprazole atau Lansoprazole:
- Waktu Terbaik: Minumlah 30-60 menit SEBELUM makan sahur.
- Alasannya: Obat jenis ini bekerja menekan produksi asam langsung di "pabriknya" (pompa proton). Ia butuh suasana asam lambung yang belum ternetralisir makanan agar bisa diserap maksimal. Dengan meminumnya saat bangun tidur (sebelum makan sahur), obat ini akan bekerja melindungi lambung Anda seharian penuh.
B. Pasukan Berbuka: Pelapis Lambung (Antasida/Sukralfat)
Jika Anda memiliki sirup Antasida atau Sukralfat:
- Waktu Terbaik: Minumlah saat Berbuka Puasa (segera setelah batal puasa, sebelum makan berat) atau Menjelang Tidur Malam.
- Alasannya: Obat ini bersifat menetralkan asam yang sudah keluar atau melapisi dinding lambung yang luka. Meminumnya sebelum tidur sangat penting untuk mencegah asam naik ke kerongkongan saat posisi tubuh berbaring.
2. Hindari "Balas Dendam" dengan Makanan Pemicu
Saat azan Magrib berkumandang, perut yang kosong seharian menjadi sangat sensitif. Kesalahan fatal penderita GERD adalah melakukan "aksi balas dendam" dengan menyantap segala jenis makanan.
Ingat, katup lambung Anda sedang butuh kasih sayang. Hindari 3 musuh utama ini saat berbuka:
- Makanan Bersantan & Pedas: Santan kental (kolak, gulai) dan cabai mengandung lemak tinggi yang sulit dicerna. Ini akan memperlambat pengosongan lambung. Akibatnya, perut terasa begah, kembung, dan menekan gas ke atas.
- Pemicu Asam (Kafein & Soda): Kopi, teh pekat, dan minuman bersoda adalah stimulan yang memicu produksi asam berlebih secara instan.
- Pelemah Katup (Cokelat & Keju): Meskipun enak, cokelat dan keju memiliki efek merelaksasi otot katup esofagus (LES). Jika katup ini lemas, asam lambung akan mudah naik kembali ke dada (reflux).
Solusi Berbuka: Awali dengan air hangat (bukan es) dan kurma atau buah manis yang tidak asam (seperti pepaya/melon). Biarkan lambung "kaget" secara perlahan.
3. Aturan 2 Jam (Jeda Makan dan Tidur)
Ini adalah tantangan terberat: Rasa kantuk setelah Sahur. Makan kenyang ditambah udara pagi yang dingin sering kali membuat kita ingin segera menarik selimut kembali setelah imsak. Bagi penderita GERD, ini adalah "bunuh diri".
Saat kita berdiri atau duduk, gravitasi membantu menahan makanan dan asam tetap berada di dasar lambung. Namun saat berbaring rata, gravitasi hilang. Makanan yang baru ditelan dan bercampur asam akan dengan mudah mengalir balik ke kerongkongan, menyebabkan iritasi parah dan rasa panas di dada saat bangun tidur nanti.
Aturannya Wajib: Berikan jeda minimal 2 jam setelah makan sahur (atau makan malam) sebelum kembali tidur.
- Tips: Gunakan waktu jeda tersebut untuk salat Subuh, membaca Al-Qur'an, berjalan kaki ringan, atau membereskan rumah. Jika kantuk tak tertahankan, tidurlah dengan posisi setengah duduk (menyandar bantal tinggi), jangan berbaring rata.
Kesimpulan
Maag dan GERD bukanlah halangan untuk meraih pahala Ramadan. Justru, ini adalah momen detoksifikasi terbaik bagi pencernaan Anda. Dengan disiplin minum Omeprazole sebelum sahur, bijak memilih menu takjil, dan menahan kantuk setelah makan, Insya Allah puasa Anda akan berjalan lancar tanpa drama sakit perut.
Next News

Terbangun Lapar Tengah Malam Sebaiknya Makan Dulu atau Paksa Tidur
in 6 hours

Rekan Kerja Suka Cari Muka? Inilah 5 Cara Profesional Menghadapinya Tanpa Perlu Emosi
in 6 hours

Mengenal Ular Siput Jerapah Si Ahli Kamuflase Hutan Jawa
in 5 hours

Panduan Lengkap Jenis Kerjasama Ekonomi Syariah dan Pengertiannya
in 4 hours

Jam Kerja Habis, Notifikasi Tetap Bunyi? Saatnya Pasang Boundaries
in 5 hours

Managing Up: Strategi Menghadapi Atasan Micromanagement Tanpa Konflik
in 4 hours

Tahu Nilai Dirimu! Panduan Taktis Meminta Kenaikan Gaji dan Benefit Secara Profesional
in 3 hours

Rahasia Bikin Mi Instan Lebih Sehat dengan Modifikasi Bumbu
in 3 hours

Kelinci Amami Fosil Hidup Langka yang Bertahan Enam Juta Tahun
in 2 hours

Sering Kembung dan Mual Saat Puasa? Coba 5 Minuman Herbal Ini untuk Menetralkan Asam Lambung
in an hour






