Ceritra
Ceritra Kota

Menjelajahi Sudut Terangker Surabaya yang Melegenda Sejak Dulu

Shannon - Thursday, 18 June 2026 | 01:05 PM

Background
Menjelajahi Sudut Terangker Surabaya yang Melegenda Sejak Dulu
Ilustrasi rumah terbengkalai (Freerange stock/Splitshire)

Surabaya, Antara Cuaca Terik dan Dinginnya Cerita Horor Urban

Ngomongin Surabaya itu nggak jauh-jauh dari urusan panasnya yang suka bikin emosi, logat "Cuk" yang akrab di telinga, sampai kulinernya yang juara. Tapi di balik hiruk-pikuk mal-mal mewah dan kemacetan Ahmad Yani, Surabaya menyimpan sisi gelap yang nggak kalah seru buat dibahas: rumah hantu. Kota ini punya koleksi bangunan tua yang saking legendarisnya, aura mistisnya sudah mendarah daging di ingatan warga lokal maupun pendatang.

Pertanyaannya sederhana tapi bikin merinding: beneran angker nggak sih? Atau jangan-jangan itu cuma "gorengan" cerita turun-temurun biar anak-anak kecil zaman dulu nggak main kejauhan? Mari kita bedah beberapa spot ikonik yang sukses bikin bulu kuduk berdiri, sambil mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok-tembok kusam itu.

Rumah Hantu Darmo: Sang Legenda yang Tak Pernah Mati

Kalau kita bicara soal horor di Surabaya, dosa besar kalau nggak memasukkan Rumah Hantu Darmo (RHD) di urutan pertama. Lokasinya yang ada di kawasan elit Surabaya Barat memberikan kontras yang luar biasa. Bayangkan, di antara rumah-rumah megah bin mentereng, ada satu reruntuhan raksasa yang tampak seperti baru saja dikunyah waktu.

Urban legend-nya klasik banget, ala-ala sinetron misteri tahun 90-an. Katanya, keluarga yang dulu tinggal di sana ikut pesugihan. Singkat cerita, mereka kabur naik kapal laut buat menghindari tagihan nyawa (tumbal), tapi kapalnya malah tenggelam. Sisanya? Dua orang penjaga rumah tewas mengenaskan. Cerita ini saking populernya sampai pernah diangkat jadi film layar lebar.

Tapi kalau kita pakai logika anak tongkrongan zaman sekarang, RHD itu lebih terlihat seperti monumen kegagalan perawatan bangunan. Secara visual, bangunannya memang spooky abis. Akar pohon yang melilit tembok, coretan grafiti yang makin menambah kesan kumuh, sampai sisa-sisa kebakaran di masa lalu. Benarkah angker? Banyak konten kreator misteri bilang "iya" karena mereka sering dapat gangguan suara atau bayangan. Tapi buat sebagian anak muda Surabaya lainnya, RHD lebih sering jadi tempat uji nyali sambil foto-foto estetik atau sekadar tempat nongkrong gelap-gelapan yang sebenarnya lebih bahaya kalau ketemu begal daripada ketemu genderuwo.

Gedung Setan Kupang: Namanya Serem, Isinya... Manusia?

Bergeser sedikit ke daerah Kupang Krajan, ada sebuah bangunan kolonial megah yang dijuluki "Gedung Setan". Dari namanya saja sudah bikin orang ogah lewat sendirian pas malam Jumat Legi. Bangunan peninggalan zaman Belanda ini punya arsitektur yang kaku, tinggi, dan terkesan dingin.

Mitosnya, dulu gedung ini adalah tempat penyimpanan mayat atau bahkan tempat eksekusi. Aura mistisnya memang nggak main-main kalau dilihat dari luar. Tapi tahu nggak sih? Gedung ini sebenarnya dihuni oleh puluhan keluarga. Ya, Anda nggak salah baca. Di dalam gedung yang disebut-sebut paling angker se-Surabaya ini, ada kehidupan normal. Ada anak-anak main lari-larian, ibu-ibu masak, sampai jemuran baju yang bergantungan.

Jadi, benarkah angker? Penghuninya sendiri mengaku sudah biasa dengan "gangguan" kecil seperti suara langkah kaki atau bayangan selebatan. Tapi buat mereka, kemiskinan dan kebutuhan tempat tinggal jauh lebih menakutkan daripada hantu-hantu peninggalan kompeni. Di sini kita belajar kalau horor itu soal perspektif. Buat orang luar, gedung itu sarang setan; buat penghuninya, itu rumah yang hangat.

Rumah-Rumah Kolonial dan "Vibe" yang Tertinggal

Selain dua tempat besar tadi, Surabaya punya banyak rumah tua di kawasan Darmo atau sekitaran Jalan Veteran yang sering dianggap angker. Biasanya, rumah-rumah ini punya ciri khas: jendela besar, plafon tinggi, dan halaman luas yang nggak terurus. Secara psikologis, otak manusia memang didesain untuk merasa nggak nyaman di tempat yang kosong, gelap, dan berantakan.

Kadang, rasa angker itu muncul dari "vibe" bangunan kolonial yang memang membawa memori kolektif soal masa lalu yang kelam. Suara kayu yang memuai di malam hari atau hembusan angin yang masuk lewat celah ventilasi seringkali diterjemahkan oleh imajinasi kita sebagai bisikan gaib. Apalagi kalau ditambah bumbu-bumbu cerita dari penjaga malam yang hobi nakut-nakutin warga sekitar.

Kenapa Kita Begitu Terobsesi dengan Cerita Ini?

Sejujurnya, horor urban di Surabaya itu adalah bagian dari identitas kota. Cerita-cerita ini bertahan karena kita, sebagai manusia, memang suka merasa takut secara aman. Kita suka adrenalin yang naik saat ngelewati Rumah Hantu Darmo, tapi di saat yang sama, kita tetap merasa aman karena tahu itu cuma bangunan kosong.

Menurut opini pribadi saya, apakah rumah-rumah itu beneran angker sesuai cerita? Jawabannya ada di tengah-tengah. Mungkin ada energi "sisa" dari kejadian masa lalu, tapi pengaruh narasi yang dibangun masyarakat jauh lebih kuat. Sebuah rumah jadi angker karena kita sepakat menganggapnya angker. Begitu sebuah tempat diberi label "Rumah Hantu", setiap suara sekecil apa pun akan dianggap sebagai aktivitas paranormal.

Kesimpulan: Mistis atau Sekadar Estetika Urban?

Surabaya akan selalu punya sisi mistisnya sendiri. Mau itu di bangunan tua tengah kota atau di pojokan gang sempit. Benar atau tidaknya keangkeran sebuah rumah kembali lagi ke keyakinan masing-masing. Tapi satu hal yang pasti, rumah-rumah horor ini telah memberikan warna tersendiri bagi Surabaya. Mereka bukan sekadar bangunan rusak, melainkan penjaga cerita yang menolak untuk dilupakan oleh zaman yang semakin modern.

Jadi, kalau besok-besok kamu lewat di depan bangunan tua di Surabaya dan merasa merinding, jangan langsung lari. Siapa tahu itu cuma cara kota ini menyapa kamu, mengingatkan kalau di bawah beton-beton baru, masih ada jejak sejarah yang sesekali ingin diperhatikan. Atau ya, memang ada "penghuninya" yang lagi iseng aja pengen kenalan. Siapa tahu, kan?

Logo Radio
🔴 Radio Live