Ceritra
Ceritra Warga

Menjelajahi Sejarah Ormas: Peran Utama dalam Reformasi Indonesia

Nuryadi - Saturday, 27 December 2025 | 02:00 PM

Background
Menjelajahi Sejarah Ormas: Peran Utama dalam Reformasi Indonesia
ilustrasi keberagaman masyarakat

Peran Ormas di Masyarakat: Lebih Dari Sekadar Organisasi

Ormas, singkatan dari organisasi masyarakat, memang seringkali dikaitkan dengan gerakan sosial, politik, atau kebudayaan. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, ormas itu lebih kaya. Mereka adalah jantung yang menyalurkan energi warga, jadi platform bagi suara yang tidak terjangkau lewat media mainstream. Kalau kita lihat sejarah Indonesia, ormas sudah lama jadi pelantar bagi perubahan—baik itu revolusi, reformasi, maupun gerakan-gerakan kultural.

Gak adah satu ukuran baku buat menilai ormas, karena tiap kelompok punya visi, misi, dan cara kerja yang unik. Ada yang fokus di bidang kebudayaan, misalnya organisasi seni tradisional yang menjaga cara bermain gamelan. Ada yang mengangkat isu hak asasi manusia, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengadvokasi hak perempuan. Ada pula yang memanifestasikan semangat gotong royong, seperti kelompok tani yang memperjuangkan kebijakan agrikultur berkelanjutan.

Jadi, gimana sih peran ormas dalam konteks kehidupan sehari-hari? Kita bisa mulai dari segi solidaritas. Dalam situasi bencana, ormas seringkali menjadi titik koordinasi yang paling cepat. Mereka menyiapkan bantuan logistik, mengorganisir relawan, dan membuat jaringan komunikasi antara korban dan pihak penyelamat. Tentu saja, ini bukan saja tugas pemerintah. Tanpa ormas, respon bencana bisa terlambat dan kurang terkoordinasi.

Lanjut ke kebudayaan. Ormas kebudayaan bukan sekadar ngerjain acara festival. Mereka adalah penjaga identitas. Misalnya, organisasi seni tradisional di daerah Papua seringkali bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan industri kreatif lokal. Dengan cara ini, kebudayaan lokal jadi tidak hanya dilestarikan, tapi juga diberdayakan secara ekonomi. Di sinilah ormas memegang peran bridging antara tradisi dan modernitas.

Selanjutnya, ormas juga memainkan peran penting dalam pendidikan. Di banyak kota, lembaga swadaya masyarakat membuka sekolah harian, bimbingan belajar, atau program mentoring bagi anak-anak yang kurang mampu. Hal ini membantu menutup celah akses pendidikan dan menumbuhkan potensi generasi muda. Dalam konteks digital era, ada juga ormas yang membangun komunitas coding atau digital literacy, memberi keterampilan yang relevan di pasar kerja saat ini.

Berbicara soal politik, ormas sering menjadi pelopor gerakan reformasi. Misalnya, gerakan mahasiswa di universitas besar. Di masa Reformasi 1998, partisipasi mahasiswa melalui ormas akademik memberikan tekanan bagi rezim otoriter. Gaya demokratisasi modern pun tidak lepas dari peran ormas, karena mereka membentuk platform dialog publik, memberi ruang bagi berbagai pihak untuk berdiskusi dan merumuskan kebijakan bersama.

Namun, nggak semua ormas punya hasil yang positif. Ada kalanya, ormas menjadi arena perdebatan intens, dan kadang sampai memecah belah. Biasanya, konflik terjadi ketika visi ormas tidak selaras dengan kebutuhan masyarakat. Contohnya, kelompok yang fokus hanya pada isu tertentu bisa jadi mengabaikan masalah lain yang lebih mendesak. Maka, penting bagi ormas untuk selalu melakukan evaluasi dan kolaborasi lintas sektor.

Menjadi ormas, atau bahkan menjadi anggota ormas, tidak harus memikul beban besar. Banyak ormas yang menyediakan platform bagi partisipasi sukarela dengan durasi singkat. Misalnya, program "Bersih Lingkungan 1K" di Jakarta, yang mengajak warga untuk bersih-bersih 1 kilometer di jalanan setiap bulan. Selain menumbuhkan rasa kepemilikan, kegiatan ini juga menambah jaringan sosial.

Peran ormas juga merambah ke bidang ekonomi. Di era ekonomi kreatif, banyak ormas yang membuka pelatihan kewirausahaan. Mereka mengajarkan cara memulai bisnis, mengelola keuangan, dan memasarkan produk. Jadi, ormas menjadi pelatihan gratis yang sangat berguna bagi pengusaha mikro dan kecil.

Di akhir cerita, kita bisa kesimpulkan bahwa ormas berperan sebagai katalisator perubahan sosial, pelestari kebudayaan, jembatan pendidikan, penggerak politik, dan pelindung lingkungan. Kalau kamu mau berkontribusi, carilah ormas yang sejalan dengan passionmu. Entah itu lewat kegiatan harian atau partisipasi jangka panjang, semangat aktifitas bersama memang bisa bikin perbedaan.

Intinya, ormas bukan sekadar sekelompok orang yang ngumpul. Mereka adalah jaringan yang meramaikan kota, meremajakan desa, dan membuka peluang bagi generasi masa depan. Jadi, jangan remehkan peran ormas; mereka sebenarnya bagian penting dari tatanan sosial yang terus berkembang. Apabila kamu masih ragu, coba sekadar ikut salah satu acara ormas dan rasakan sendiri energi dan semangat yang mereka bawa. Siapa tahu, kamu akan menemukan kebahagiaan baru di tengah kegiatan sosial.

Logo Radio
🔴 Radio Live