Ceritra
Ceritra Update

Mengintip Sisi Liar Benua Australia

Refa - Thursday, 11 December 2025 | 11:00 AM

Background
Mengintip Sisi Liar Benua Australia
Walabi (Pinterest/)

Berlibur ke Australia di bulan Desember seperti sekarang adalah pilihan populer bagi wisatawan dunia. Saat belahan bumi utara sedang membeku karena musim dingin, Negeri Kanguru justru sedang menikmati hangatnya matahari musim panas. Namun, daya tarik utama benua yang terisolasi ini bukan hanya pantainya yang indah, melainkan penghuninya yang sangat unik dan terkadang "mengerikan".


Australia sering disebut sebagai laboratorium evolusi raksasa. Karena terpisah dari daratan lain selama jutaan tahun, hewan-hewan di sini berevolusi dengan cara yang sangat berbeda dari belahan dunia mana pun. Hasilnya adalah sebuah ekosistem yang dipenuhi makhluk berkantung yang menggemaskan, sekaligus menjadi rumah bagi sederet hewan paling beracun di muka bumi.


Negeri Hewan Berkantung

Ikon paling ramah dari Australia tentu saja adalah kelompok Marsupial. Kanguru dan Koala adalah dua nama yang paling dikenal, namun ada satu hewan yang belakangan mencuri perhatian dunia maya, yaitu Quokka. Hewan kecil yang banyak ditemukan di Pulau Rottnest ini dijuluki sebagai "hewan paling bahagia di dunia" karena bentuk wajahnya yang seolah-olah selalu tersenyum saat diajak berswafoto.


Koala

(Sumber: Pinterest)


Keunikan biologi hewan-hewan ini terletak pada cara mereka membesarkan anak. Bayi marsupial lahir dalam kondisi sangat prematur dan kecil, lalu merayap masuk ke dalam kantung induknya untuk menyusu dan tumbuh besar di sana. Pemandangan bayi kanguru (joey) yang menyembul dari kantung induknya adalah momen magis yang selalu diburu oleh para fotografer alam liar.


Reputasi Mematikan yang Menghantui

Di balik wajah lucu Koala dan Quokka, Australia memegang reputasi internasional yang cukup menyeramkan sebagai "benua di mana segala sesuatunya ingin membunuh manusia". Reputasi ini tidak sepenuhnya salah. Australia adalah rumah bagi Laba-laba Funnel-web Sydney yang gigitannya bisa fatal dalam waktu singkat, serta Ular Taipan Pedalaman yang bisanya cukup untuk membunuh ratusan orang dewasa.


Burung Magpie

(Sumber: Pinterest)


Di perairan utara yang hangat, ancaman datang dari Ubur-ubur Kotak (Box Jellyfish) dan Buaya Muara raksasa yang agresif. Bahkan di musim semi dan awal musim panas, burung Magpie yang terlihat biasa saja bisa berubah menjadi teror bagi pesepeda dan pejalan kaki. Musim ini dikenal sebagai "swooping season", di mana burung Magpie akan menukik dan menyerang kepala siapa saja yang dianggap mengancam sarang mereka.


Eksperimen Ganjil Evolusi

Selain yang lucu dan yang berbahaya, Australia juga memiliki hewan yang membingungkan para ilmuwan, yaitu Platypus. Hewan ini seolah-olah merupakan gabungan sisa-sisa bagian hewan lain. Ia memiliki paruh seperti bebek, ekor seperti berang-berang, kaki berselaput, berbulu mamalia, namun bertelur seperti reptil.


Platypus

(Sumber: Pinterest)


Platypus dan Echidna adalah satu-satunya mamalia bertelur (Monotremata) yang masih tersisa di dunia. Keberadaan mereka adalah bukti betapa purba dan terjaganya ekosistem benua ini.


Hidup Berdampingan dengan Alam

Bagi penduduk lokal, hidup berdampingan dengan satwa liar ini adalah hal biasa. Mereka tahu kapan harus mengibas sepatu bot sebelum dipakai agar tidak digigit laba-laba, dan tahu di mana boleh berenang agar tidak diterkam buaya.


Kesadaran konservasi di sana sangat tinggi. Satwa liar dibiarkan hidup bebas di habitatnya, bukan dikurung untuk hiburan semata. Bagi wisatawan yang berkunjung, aturan utamanya sangat sederhana: nikmati keindahannya dari jauh, jangan memberi makan sembarangan, dan selalu perhatikan papan peringatan bahaya di setiap lokasi wisata. Australia menawarkan petualangan alam liar yang sesungguhnya, di mana kecantikan dan bahaya berjalan beriringan.

Logo Radio
🔴 Radio Live