Ceritra
Ceritra Warga

Mengapa Kita Suka Baca Cerita From Zero to Hero di Tengah Malam?

Nisrina - Wednesday, 01 April 2026 | 08:15 PM

Background
Mengapa Kita Suka Baca Cerita From Zero to Hero di Tengah Malam?
Ilustrasi (Pexels/Vitaly Gariev)

Pernah nggak sih, lagi asyik scrolling Instagram atau LinkedIn di tengah malam, terus tiba-tiba nemu postingan teman lama yang baru aja keterima kerja di perusahaan big tech, atau mungkin cerita startup rintisan anak muda yang baru aja dapet pendanaan seri A? Alih-alih langsung tidur, kita malah lanjut baca thread panjang lebar tentang perjuangan mereka dari nol sampai jadi pahlawan di mata netizen. Padahal, mata sudah perih dan besok pagi harus bangun subuh buat ke kantor.

Fenomena ini aneh tapi nyata. Kita punya hubungan cinta-benci dengan yang namanya "cerita sukses". Di satu sisi, kadang bikin rasa insecure muncul ke permukaan, tapi di sisi lain, kita kayak kecanduan buat mengonsumsi konten-konten semacam itu. Pertanyaannya, kenapa sih kita segitu doyan baca atau dengerin cerita sukses orang lain? Apa cuma karena kita pengen pamer kalau kita "berwawasan", atau ada alasan psikologis yang lebih dalam di baliknya?

Dopamine Gratis dari Keberhasilan Orang Lain

Secara sains, otak kita itu emang agak "curang". Saat kita membaca kisah heroik seseorang yang berhasil melewati masa-masa sulit sampai akhirnya tajir melintir atau berpengaruh, otak kita melepaskan dopamin. Hormon ini adalah zat kimia yang bikin kita merasa senang dan puas. Menariknya, otak sering kali nggak bisa membedakan secara tajam antara keberhasilan diri sendiri dengan keberhasilan yang kita baca di layar HP.

Istilahnya adalah vicarious achievement. Kita merasa seolah-olah ikut menang saat membaca perjuangan si tokoh dalam cerita tersebut. Ini mirip kayak nonton film pahlawan super; saat si jagoan menang, kita yang duduk manis sambil makan popcorn ikut merasa gagah. Cerita sukses memberikan kita pelarian (escapism) dari rutinitas hidup yang mungkin lagi ngebosenin atau penuh cicilan. Untuk sejenak, kita jadi percaya bahwa keajaiban itu nyata dan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk kita.

Hero's Journey: Formula yang Nggak Pernah Gagal

Kalau kita perhatikan, hampir semua cerita sukses punya pola yang mirip. Mulai dari tokoh yang biasa-biasa aja, ketemu masalah besar (bisa berupa kemiskinan, kegagalan, atau ditolak berkali-kali), lalu ada momen titik balik, dan akhirnya mereka menang. Dalam dunia sastra, ini disebut sebagai The Hero's Journey. Struktur ini udah mendarah daging dalam budaya manusia sejak zaman dulu.

Kita suka struktur ini karena memberikan rasa keteraturan di tengah dunia yang kacau. Kita butuh narasi yang bilang kalau "kerja keras tidak akan mengkhianati hasil," meskipun realitanya kadang hidup nggak seadil itu. Cerita sukses memberikan semacam peta jalan. Kita berharap kalau kita mengikuti langkah-langkah yang sama—bangun jam 4 pagi, minum kopi tanpa gula, atau baca satu buku seminggu—kita bakal dapet hasil yang sama. Padahal ya, kenyataannya nggak selalu begitu, kan?

Jebakan Survivorship Bias

Nah, di sinilah letak bahayanya kalau kita terlalu "mabuk" cerita sukses. Ada istilah keren namanya survivorship bias. Kita cuma dengerin cerita dari orang-orang yang berhasil bertahan hidup dan menang, tapi kita nggak pernah denger cerita dari ribuan orang yang melakukan hal yang sama persis tapi tetep gagal.

Kita sering denger cerita Mark Zuckerberg atau Bill Gates yang drop out kuliah terus jadi miliarder. Tapi kita jarang banget denger cerita tentang ribuan mahasiswa lain yang drop out terus akhirnya hidupnya malah berantakan. Karena kita cuma dapet asupan cerita yang sukses-sukses aja, pandangan kita terhadap realita jadi agak miring. Kita jadi menganggap sukses itu gampang, asal ada kemauan. Padahal, ada faktor keberuntungan, hak istimewa (privilege), dan momentum yang sering kali nggak diceritain di dalam thread Twitter yang viral itu.

Kenapa Cerita Sukses Tetap Penting?

Meski ada risiko bikin minder atau bias, cerita sukses nggak melulu negatif. Kalau dikonsumsi dengan dosis yang pas, cerita-cerita ini punya fungsi penting dalam hidup kita:

  • Memberi Harapan: Di saat kita lagi di titik terendah, denger cerita orang yang pernah gagal total tapi bisa bangkit lagi itu rasanya kayak dapet oase di padang pasir.
  • Validasi Perasaan: Kadang kita merasa cuma kita doang yang ngerasain sulitnya cari kerja atau bangun bisnis. Membaca perjuangan orang lain bikin kita merasa "Oh, ternyata gue nggak sendirian ya."
  • Belajar Strategi: Terlepas dari faktor keberuntungan, ada taktik-taktik tertentu yang bisa kita contek. Misalnya cara mereka mengatur waktu, cara mereka bernegosiasi, atau cara mereka menghadapi kritik.

Jangan Sampai Jadi Toxic Productivity

Masalahnya muncul kalau kita mulai membandingkan "halaman belakang" rumah kita yang berantakan dengan "halaman depan" orang lain yang udah dipoles sedemikian rupa di media sosial. Cerita sukses yang kita baca itu biasanya adalah versi yang sudah disunting, yang bagian jelek-jeleknya udah dibuang demi estetika narasi.

Kalau kita terlalu sering nelen cerita sukses tanpa filter, kita bakal terjebak dalam toxic productivity. Kita ngerasa bersalah kalau istirahat sebentar, ngerasa gagal kalau di usia 25 belum punya aset miliaran, atau ngerasa cupu kalau belum bisa investasi sana-sini. Padahal, setiap orang punya garis start dan rintangan yang beda-beda. Memaksakan diri buat lari di lintasan orang lain cuma bakal bikin kita encok secara mental.

Menikmati Cerita Sukses dengan Bijak

Jadi, sah-sah aja kok kalau kamu hobi nonton video motivasi atau baca biografi tokoh hebat. Itu hiburan yang jauh lebih sehat daripada nonton drama orang berantem di kolom komentar. Tapi, kuncinya satu: ambil inspirasinya, buang tekanan ekspektasinya.

Jadikan cerita sukses orang lain sebagai bumbu biar hidup kita sedikit lebih semangat, bukan sebagai tolok ukur utama buat menghakimi diri sendiri. Inget, sukses itu subjektif. Buat sebagian orang, bisa bangun pagi tanpa merasa cemas itu udah sebuah kesuksesan besar. Buat yang lain, bisa ngasih makan kucing liar di pinggir jalan udah bikin mereka merasa "menang".

Pada akhirnya, cerita sukses terbaik yang harusnya kita pedulikan adalah cerita sukses versi kita sendiri, sekecil apa pun itu. Mungkin hari ini suksesmu cuma sebatas berhasil nyelesain deadline tepat waktu atau akhirnya berani bilang "nggak" buat tugas tambahan yang bukan porsi kamu. Dan itu, teman-teman, juga layak banget buat dirayain.

Tags

Logo Radio
🔴 Radio Live