Ceritra
Ceritra Warga

Mengalahkan Skor IQ, Ini Dia Metakognisi yang Lebih Powerful!

Nisrina - Monday, 26 January 2026 | 11:15 AM

Background
Mengalahkan Skor IQ, Ini Dia Metakognisi yang Lebih Powerful!
Ilustrasi (pg-group.online/)

Banyak orang selama ini terjebak dalam anggapan bahwa IQ tinggi adalah tolak ukur utama kecerdasan seseorang. Padahal ada bentuk kecerdasan lain yang jauh lebih powerful bernama metakognisi. Secara sederhana metakognisi bisa diartikan sebagai kemampuan untuk memikirkan cara kita berpikir.

Ini bukan tentang seberapa banyak fakta yang bisa kamu hafal atau seberapa cepat otakmu bekerja. Metakognisi adalah seni menjadi sadar akan bagaimana kamu memproses informasi, mengevaluasi, dan mengaturnya secara real time. Kemampuan ini memungkinkan seseorang untuk menjadi "pilot" bagi pikirannya sendiri.

Bayangkan pikiranmu adalah sebuah mobil yang sedang melaju kencang di jalan raya. Tanpa metakognisi kamu hanya sekadar menginjak pedal gas tanpa kendali penuh. Dengan metakognisi kamu berperan sebagai sopir yang bisa menyetir, mengerem, atau mengubah arah saat diperlukan.

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ini melibatkan kesadaran penuh terhadap proses kognitif diri sendiri. Seseorang dengan metakognisi yang baik mampu mengontrol dan menyesuaikan cara berpikirnya sesuai kebutuhan. Hal ini berdampak langsung pada cara belajar, mengambil keputusan, hingga memecahkan masalah.

Orang yang memiliki skill metakognisi kuat memiliki keunggulan yang sangat spesifik. Mereka tahu persis kapan mereka tidak memahami sesuatu dan segera mencari solusinya. Mereka juga tidak segan mengubah strategi jika cara yang lama terbukti tidak berhasil.

Keunggulan lainnya adalah kemampuan untuk membuat keputusan cerdas tanpa mengulangi kesalahan masa lalu. Mereka bisa mengakses kemampuan pemecahan masalah yang kreatif dengan lebih mudah. Ini membuat mereka lebih adaptif dalam menghadapi situasi sulit dibandingkan orang yang hanya mengandalkan IQ.

Dari sisi sains, jaringan di korteks prefrontal dan parietal otak memegang peran sentral dalam proses ini. Bagian otak tersebut terhubung langsung dengan fungsi pemantauan diri dan kontrol eksekutif. Inilah alasan neurosains mengaitkan metakognisi dengan kontrol emosi yang lebih baik.

Kebanyakan orang sering kali terjebak di dalam pikiran mereka sendiri tanpa bisa keluar. Orang yang metakognitif justru mampu melangkah mundur dan mengamati pikiran tersebut dari luar. Mereka sering bertanya pada diri sendiri apakah sebuah pikiran benar-benar berguna atau justru menghambat.

Kesadaran seperti ini mengubah segalanya dalam interaksi sehari-hari. Kamu jadi bisa menyadari saat sedang bereaksi secara emosional dan memilih untuk jeda sejenak. Kamu bisa berkata pada diri sendiri bahwa strategi ini tidak berhasil dan harus segera diganti.

Dua orang bisa saja memiliki tingkat kepintaran yang sama persis di atas kertas. Namun orang yang memiliki metakognisi akan menggunakan kecerdasannya dengan jauh lebih efektif dan bijaksana. Metakognisi bukanlah tentang berpikir lebih keras, melainkan berpikir dengan lebih bijak.

Kabar terbaiknya adalah kemampuan luar biasa ini tidak bersifat tetap atau bawaan lahir. Kamu bisa melatih dan memperkuatnya seiring berjalannya waktu. Mulailah dengan berlatih refleksi diri dan menahan diri sebelum bereaksi impulsif terhadap situasi apa pun.

Logo Radio
🔴 Radio Live