Klaten Diterjang Angin: Akibat Angin Kencang, Sapi Perah Ambruk


Senin sore yang seharusnya tenang mendadak berubah mencekam. Hembusan angin tiba-tiba menghantam kawasan pertanian di Juwiring, Klaten. Dalam hitungan menit, atap rumah beterbangan, kandang ternak porak-poranda, dan warga hanya bisa berlari menyelamatkan diri.
Warga Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, masih tampak sibuk membersihkan puing-puing rumah mereka. Angin kencang yang datang bersama hujan deras menghancurkan puluhan rumah, satu kandang ternak, serta menumbangkan sejumlah pohon besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 34 rumah mengalami kerusakan ringan, satu fasilitas umum terdampak, dan beberapa jaringan listrik sempat terputus.
"Kami panik, suara anginnya keras sekali. Genteng beterbangan, pohon depan rumah roboh menimpa pagar," tutur Siti (43), warga yang rumahnya hancur sebagian atapnya. Di kawasan pertanian, beberapa kandang ayam dan sapi juga ikut rusak parah. Para peternak terpaksa mengevakuasi hewan-hewan mereka karena takut kandang ambruk seluruhnya.
BNPB bersama BPBD Klaten langsung turun tangan. Tim gabungan bersama aparat desa dan relawan melakukan pendataan, mengevakuasi warga terdampak, serta menyalurkan bantuan darurat. "Kami sudah siapkan logistik dan tenda sementara untuk warga yang rumahnya tidak bisa ditempati," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di masa peralihan musim ini.
Selain kerugian fisik, peristiwa ini juga meninggalkan trauma bagi warga. Anak-anak menangis saat mendengar suara angin berdesir, sementara petani cemas ladangnya ikut rusak akibat genangan air. Aktivitas ekonomi sempat lumpuh, terutama di daerah sentra pertanian dan peternakan. Jaringan listrik baru normal setelah petugas PLN bekerja hingga larut malam.
Kejadian ini menegaskan betapa perubahan cuaca ekstrem bukan lagi ancaman jauh. Ia sudah menyentuh rumah, kandang, dan ladang kita. Masyarakat diminta lebih sigap: periksa atap rumah, hindari berlindung di bawah pohon besar, dan segera laporkan bila ada kerusakan. Di tengah cuaca yang makin tak bisa ditebak, kewaspadaan adalah bentuk perlindungan paling nyata.
Next News

Jangan Kaget! 122 Program Studi Resmi Dihapus Tahun Ini
a day ago

Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S. Deyang Pimpin BGN
2 days ago

Usulan Bahasa Prancis di Sekolah: Ambisi Diplomasi atau Beban Baru Pendidikan?
3 days ago

Bukan Lagi Soal Gengsi, Thrifting Kini Jadi Aksi Peduli Bumi
3 days ago

Hati-Hati Jebakan Autodebet: Kenapa Gaji Cepat Habis Tiap Bulan?
7 days ago

Rahasia Sukses Pilih Kampus: Luar Negeri atau Dalam Negeri?
11 days ago

Stevia: Pemanis Alami Terbaik untuk Gaya Hidup Sehat Anak Muda
10 days ago

Tensi Timur Tengah Memanas: Dompet Dunia Mulai Terasa Berat
10 days ago

Hobi Seblak dan Boba? Kenali Risiko PCOS pada Wanita Muda
11 days ago

Rekor Gila Drake di 2026: Dominasi Total Top 10 ARIA Charts
11 days ago




