Ceritra
Ceritra Teknologi

Kisah Penemuan Kulkas: Dari Es Balok Hingga Frozen Food

Shannon - Thursday, 09 July 2026 | 12:00 PM

Background
Kisah Penemuan Kulkas: Dari Es Balok Hingga Frozen Food
(Pricebook/)

Menelusuri Jejak Si Kotak Dingin: Siapa Sih Sosok di Balik Penemuan Freezer?

Bayangkan sejenak, kamu baru saja pulang dari kantor atau kampus di tengah cuaca Indonesia yang lagi panas-panasnya sampai aspal berasa bisa buat goreng telur. Hal pertama yang kamu cari pasti kulkas, tepatnya bagian freezer, buat mengambil es batu atau es krim sisa semalam. Segar, kan? Tapi pernah nggak sih kepikiran, gimana jadinya kalau benda kotak bin ajaib itu nggak pernah ditemukan? Mungkin kita masih harus langganan es balok yang dipikul abang-abang tiap pagi, atau yang lebih parah, nggak bakal ada yang namanya nugget ayam atau frozen food buat stok sahur darurat.

Ngomongin soal siapa yang menemukan freezer pertama kali itu sebenarnya agak mirip kayak nanya "siapa yang nemuin cinta?". Jawabannya nggak cuma satu orang, tapi merupakan hasil patah hati dan eksperimen panjang dari banyak ilmuwan keren di masanya. Dunia pembekuan ini nggak muncul tiba-tiba kayak jerawat pas mau kencan, tapi lewat proses evolusi yang panjang dan penuh drama.

Awal Mula yang Dingin dan Ribet

Jauh sebelum ada colokan listrik, orang-orang zaman dulu sudah berusaha keras buat bikin sesuatu jadi dingin. Orang Romawi dan Yunani kuno rela nyuruh budak mereka lari ke gunung cuma buat ambil salju. Ribet banget, kan? Nah, titik balik "kecanggihan" ini dimulai pada tahun 1755. Ada seorang profesor asal Skotlandia bernama William Cullen. Dia bukan lagi bikin ramuan sihir, tapi dia mendemonstrasikan metode pendinginan buatan pertama di Universitas Glasgow. Cullen menggunakan pompa untuk menciptakan vakum di atas wadah berisi dietil eter. Hasilnya? Cairannya mendidih dan menyerap panas dari udara sekitar. Keren, sih, tapi sayangnya Cullen nggak lanjut bikin produk massal. Dia cuma pengin membuktikan teori saja. Tipikal akademisi banget, ya?

Lalu muncul nama Oliver Evans pada tahun 1805. Dia mendesain mesin pendingin pertama yang menggunakan uap, bukan lagi salju gunung. Tapi lagi-lagi, desain itu cuma berakhir di kertas. Sampai akhirnya, seorang pria Amerika bernama Jacob Perkins mengambil ide Evans dan mematenkan siklus kompresi uap pertama di tahun 1834. Inilah kakek buyut dari freezer yang ada di dapur kamu sekarang. Mesin buatan Perkins ini memang bisa bikin es, tapi bentuknya masih raksasa dan jauh dari kata estetik buat ditaruh di apartemen tipe studio.

John Gorrie dan Tragedi 'Ice King'

Kalau kita bicara soal freezer, kita nggak boleh melupakan nama John Gorrie. Dia adalah seorang dokter di Florida pada tahun 1840-an yang merasa kasihan melihat pasien demam kuning kegerahan. Gorrie punya ide gila: gimana kalau kita bikin es sendiri buat mendinginkan ruangan rumah sakit? Dia pun berhasil menciptakan mesin pembuat es. Tapi, ada plot twist yang cukup menyedihkan. Usaha Gorrie buat memasarkan mesinnya dijegal habis-habisan oleh Frederic Tudor, yang dijuluki "Ice King". Tudor ini adalah penguasa bisnis es alami yang memotong es dari danau-danau di utara. Dia takut bisnisnya bangkrut kalau orang bisa bikin es sendiri. Gorrie akhirnya meninggal dalam kemiskinan dan kesedihan. Sebuah bukti kalau persaingan bisnis dari dulu memang sekejam itu.

Barulah pada akhir abad ke-19, teknologi pendingin mulai masuk ke ranah industri. Carl von Linde, seorang insinyur Jerman, menyempurnakan proses pencairan gas yang membuat kulkas dan freezer jadi lebih efisien secara komersial. Berkat Linde, pabrik bir dan pengolahan daging mulai bisa menyimpan stok mereka tanpa takut busuk dalam hitungan jam. Tanpa dia, mungkin budaya nongkrong sambil minum minuman dingin nggak bakal sepopuler sekarang.

Lahirnya Freezer Rumahan dan Sang Legenda Frozen Food

Kulkas pertama yang benar-benar bisa dipakai di rumah muncul sekitar tahun 1913, diciptakan oleh Fred W. Wolf dengan nama DOMELRE (Domestic Electric Refrigerator). Tapi, bagian freezer-nya masih kecil banget dan cuma bisa buat naruh cetakan es batu. Baru pada tahun 1920-an dan 1930-an, freezer mulai punya identitas sendiri sebagai tempat penyimpanan jangka panjang.

Nah, kalau kita ngomongin freezer modern, nama Clarence Birdseye wajib masuk daftar. Dia bukan ilmuwan di laboratorium putih bersih, melainkan seorang petualang. Saat dia tinggal di Labrador, Kanada, dia melihat orang-orang Inuit memancing ikan di cuaca -40 derajat Celcius. Ikan itu langsung membeku seketika saat ditaruh di udara terbuka, dan anehnya, pas dicairkan dan dimasak beberapa bulan kemudian, rasanya masih segar banget! Birdseye sadar bahwa rahasianya adalah "pembekuan cepat" atau flash freezing. Teknologi inilah yang kemudian memicu terciptanya freezer rumahan yang punya suhu sangat rendah supaya makanan nggak rusak sel-nya.

Kenapa Kita Harus Berterima Kasih?

Sekarang, coba deh lihat freezer kamu. Di sana mungkin ada sosis, daging kurban tahun lalu yang belum sempat dimasak, sampai es batu yang baunya campur aduk sama bau cabai. Meskipun berantakan, benda itu adalah salah satu penemuan paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Freezer mengubah cara kita belanja (dari tiap hari ke pasar jadi seminggu sekali ke supermarket) dan cara kita makan.

Secara opini pribadi, menurut saya freezer adalah simbol kebebasan. Bebas dari rasa khawatir makanan cepat basi dan bebas buat menikmati es kopi susu kapan saja tanpa perlu lari ke minimarket depan komplek. Para penemu di atas, dari William Cullen yang cuma coba-coba sampai Clarence Birdseye yang memperhatikan orang mancing, telah memberikan kita kemewahan hidup yang sering kita anggap remeh.

Jadi, siapa yang menemukan freezer pertama kali? Jawabannya adalah sebuah estafet jenius dari banyak kepala. Tapi kalau kamu bisa menikmati es krim malam ini tanpa harus menunggu musim salju, kamu bisa membisikkan terima kasih pada Jacob Perkins atau Clarence Birdseye di dalam hati. Tanpa ambisi mereka untuk melawan hukum alam tentang panas, mungkin hidup kita sekarang bakal terasa jauh lebih gerah dan membosankan.

Akhir kata, freezer bukan cuma sekadar alat elektronik, tapi mesin waktu mini yang menjaga kesegaran masa lalu untuk dinikmati di masa depan. Jadi, jangan lupa dibersihkan ya bunga es-nya, kasihan mesinnya kerja keras demi kenyamanan hidupmu yang hobi rebahan itu!

Logo Radio
🔴 Radio Live