Ceritra
Ceritra Update

Jangan Cuma Basreng! Yuk, Absen Harta Karun Perkerupukan dari Emping Sampai Jengkol

Nizar - Wednesday, 22 April 2026 | 03:00 PM

Background
Jangan Cuma Basreng! Yuk, Absen Harta Karun Perkerupukan dari Emping Sampai Jengkol
Basreng (dreamstime/)

Nggak Cuma Basreng: Menjelajahi Semesta Kerupuk Nusantara yang Bikin Mulut Nggak Bisa Berhenti Ngunyah

Siapa sih yang nggak kenal basreng? Bakso goreng kering yang ditaburi bubuk cabai melimpah plus irisan daun jeruk ini memang lagi jadi primadona di jagat camilan Indonesia. Mau di TikTok, di pinggir jalan, sampai di meja kantor, aroma kencur dan pedasnya basreng itu kayak punya daya pikat magis. Tapi, masa iya sih lidah kita cuma mau dimanjain sama basreng doang? Padahal, kalau mau jujur, Indonesia itu bisa dibilang sebagai "Republik Kerupuk". Dari Sabang sampai Merauke, stok kerupuk kita itu nggak ada habisnya, dan masing-masing punya karakter yang unik banget.

Ngunyah kerupuk itu bukan sekadar urusan perut kenyang, tapi soal tekstur dan bunyi "kriuk" yang memuaskan batin. Ada kepuasan tersendiri pas kita denger suara renyah yang pecah di mulut. Rasanya kayak semua stres gara-gara kerjaan atau tugas kuliah langsung luruh seketika. Nah, biar referensi jajanan kamu nggak cuma itu-itu aja, yuk kita absen beberapa kerupuk khas Indonesia yang level enaknya nggak kalah, atau bahkan mungkin melampaui keagungan basreng.

1. Si Pahit yang Elit: Emping Melinjo

Kalau basreng itu anak gaul yang suka nongkrong di kafe, emping melinjo ini ibarat sosok yang tenang tapi punya selera tinggi. Nggak semua orang langsung jatuh cinta sama emping karena ada sensasi pahit-pahit sedap di ujung lidah. Tapi buat para pecintanya, emping adalah kasta tertinggi dalam dunia perkerupukan. Dibuat dari biji melinjo yang digeprek sampai pipih, kerupuk ini punya rasa yang kompleks: ada gurihnya, ada pahitnya, dan kalau digoreng dengan mentega, aromanya langsung naik kelas.

Emping biasanya jadi pendamping setia soto betawi atau bubur ayam. Tapi jangan salah, dimakan polosan sambil nonton Netflix pun tetap juara. Apalagi sekarang banyak varian emping pedas manis yang bikin kita lupa kalau melinjo sering dituduh sebagai pemicu asam urat. Tapi ya namanya juga hobi, risiko itu urusan belakangan, yang penting kriuk dulu!

2. Kemplang dan Getas: Nafas Laut dari Sumatera

Bergeser sedikit ke arah Sumatera, khususnya Palembang dan Bangka, kita bakal ketemu sama kerupuk berbahan dasar ikan yang aromanya bener-bener menggugah selera. Kemplang adalah salah satu yang paling ikonik. Bedanya sama kerupuk ikan biasa, kemplang seringkali diolah dengan cara dibakar (kemplang tunu). Teksturnya jadi agak bantet tapi renyah, dan ada aroma smokey yang nggak bakal kamu dapetin di basreng.

Biasanya, kemplang dimakan pakai sambal terasi cair yang pedasnya nendang banget. Selain kemplang, ada saudaranya yang namanya Getas. Bentuknya bulat kecil atau lonjong putih bersih. Rasanya gurih ikan banget dan teksturnya lebih padat. Jajanan ini bahaya banget kalau udah dibuka bungkusnya, tahu-tahu udah tinggal remah-remahnya doang di dasar plastik.

3. Kerupuk Rambak atau Kerupuk Kulit: Si Mewah yang Lumer

Kalau kamu punya budget lebih, kerupuk kulit atau rambak adalah pilihan yang "sultan" banget. Dibuat dari kulit sapi atau kerbau yang proses pembuatannya butuh waktu lama—mulai dari direbus, dikeringkan, sampai digoreng dua kali—kerupuk ini punya tekstur yang unik. Pas masuk mulut, dia bakal kerasa renyah banget, tapi lama-lama bakal lumer dan ninggalin rasa gurih lemak yang nagih.

Di Jawa Tengah, rambak sering jadi camilan wajib saat lebaran. Sementara di Padang, ada kerupuk jangek yang biasanya disiram kuah gulai panas. Bayangin aja, tekstur kerupuk yang tadinya kaku jadi sedikit kenyal karena kena kuah santan yang kaya rempah. Itu adalah sebuah pengalaman kuliner yang nggak bisa dijelasin cuma pakai kata "enak" doang. Harus dicoba sendiri!

4. Kerupuk Mie (Kerupuk Misnad): Kuning Mencolok yang Legendaris

Pernah liat kerupuk lebar warna kuning yang bentuknya kayak gulungan mie? Yup, itu namanya kerupuk mie atau sering disebut kerupuk misnad di beberapa daerah. Kerupuk ini biasanya jadi "piring" darurat buat makan asinan Bogor atau pecel. Teksturnya sangat renyah dan agak sedikit kasar di lidah, tapi justru itu seninya.

Yang paling asik dari kerupuk mie adalah saat dimakan bareng sambal kacang atau sambal oncom yang kental. Nggak perlu pakai nasi, cukup cocol kerupuk kuning ini ke sambal, dan kamu udah dapet camilan sore yang sempurna. Ini adalah definisi jajanan merakyat yang kualitas rasanya nggak murahan.

5. Kerupuk Jengkol: Jangan Lihat Baunya, Lihat Rasanya

Oke, mungkin poin ini bakal memicu perdebatan. Tapi jujur deh, kerupuk jengkol itu punya basis penggemar yang militan. Meskipun jengkol punya reputasi "aroma" yang kurang bersahabat, kalau udah jadi kerupuk, baunya jauh lebih kalem. Rasanya? Wah, ada sensasi nutty dan gurih yang nggak bakal kamu temuin di kerupuk tepung biasa.

Kerupuk jengkol biasanya berbentuk bulat kecil dan sedikit keras. Tapi justru itu yang bikin dia asik buat dikunyah lama-lama. Dimakan bareng nasi uduk atau nasi goreng, kerupuk jengkol bakal jadi game changer yang bikin makan kamu jadi lebih bersemangat.

Kenapa Kita Begitu Terobsesi Sama Kerupuk?

Mungkin banyak yang nanya, kenapa sih orang Indonesia kalau makan apa aja harus ada kerupuknya? Jawabannya sederhana: karena kita suka tekstur. Makanan kita rata-rata teksturnya lembut atau berkuah, jadi kehadiran sesuatu yang renyah itu kayak pelengkap yang menyatukan semuanya. Kerupuk itu kayak bumbu tambahan yang nggak cuma ngasih rasa, tapi juga ngasih pengalaman makan yang lebih dinamis.

Fenomena basreng emang keren banget buat naikin pamor jajanan lokal, tapi jangan sampai kita lupa kalau di luar sana masih banyak "harta karun" kriuk-kriukan yang nunggu buat dieksplorasi. Setiap daerah punya jagoannya masing-masing, dan semuanya punya cerita di balik proses pembuatannya yang kadang ribet banget.

Jadi, besok kalau kamu pergi ke pasar atau mampir ke toko oleh-oleh, jangan cuma cari basreng daun jeruk ya. Coba lirik tuh emping melinjo yang duduk manis di pojokan, atau kemplang ikan yang aromanya manggil-manggil. Dunia perkerupukan Indonesia itu luas banget, sedalam rasa sayang kita ke dia yang nggak kunjung peka. Selamat ngunyah dan salam kriuk!

Logo Radio
🔴 Radio Live