Ceritra
Ceritra Update

Pisang Adalah Berry, Stroberi Bukan. Kok Bisa?

Shannon - Tuesday, 09 June 2026 | 02:40 PM

Background
Pisang Adalah Berry, Stroberi Bukan. Kok Bisa?
Stroberi & Pisang (envato elements/)

Pisang Ternyata Berry, Stroberi Bukan

Coba jawab pertanyaan sederhana ini, kalau disuruh menyebutkan buah berry, apa yang langsung terlintas di pikiran? Kemungkinan besar stroberi, mungkin juga blueberry, raspberry, atau blackberry. Lalu bagaimana dengan pisang? Sebagian besar orang mungkin akan menaruh pisang di kategori yang sama sekali berbeda. Bentuknya tidak bulat, warnanya kuning, dan jelas tidak pernah muncul dalam kemasan bertuliskan "mixed berries". Namun ternyata dunia botani punya pendapat lain. Menurut ilmu tumbuhan, pisang adalah berry. Sedangkan stroberi justru bukan. Ya, kamu tidak salah baca, dan jika informasi ini membuatmu mempertanyakan semua pelajaran IPA yang pernah kamu pelajari, tenang. Kamu tidak sendirian.


Ketika Sains dan Supermarket Tidak Sepakat

Masalahnya berawal dari satu hal sederhana: ilmuwan dan masyarakat ternyata menggunakan definisi yang berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasanya menyebut berry sebagai buah kecil, bulat, manis, dan sering berwarna merah, ungu, atau biru. Logikanya masuk akal, stroberi terlihat seperti berry, blueberry terlihat seperti berry, pisang jelas tidak terlihat seperti berry. Namun dalam dunia botani, penentuan sebuah buah tidak didasarkan pada bentuk atau ukuran. Yang dilihat adalah bagaimana buah tersebut terbentuk dari bunga dan struktur bagian dalamnya, dan di sinilah semuanya mulai menjadi aneh.


Jadi, Apa Itu Berry Menurut Ilmuwan?

Dalam botani, berry adalah buah yang berkembang dari satu bakal buah (ovary) dan memiliki daging buah yang relatif lunak di seluruh bagiannya. Definisi ini mungkin terdengar rumit, tetapi hasilnya cukup mengejutkan, menurut aturan tersebut, pisang memenuhi semua syarat untuk disebut berry. Begitu pula dengan tomat, bahkan alpukat dan kiwi juga termasuk dalam kategori berry menurut klasifikasi ilmiah. Sementara itu, stroberi gagal memenuhi syarat. Alasannya karena bagian yang kita makan sebenarnya bukan berasal dari bakal buah utama seperti berry pada umumnya. Yang lebih mengejutkan lagi, bintik-bintik kecil di permukaan stroberi yang sering dianggap sebagai biji ternyata merupakan buah sebenarnya. Jadi selama ini, bagian merah stroberi yang kita nikmati bukanlah buah dalam pengertian botani yang sesungguhnya, kalau mulai pusing, itu wajar.


Ternyata Banyak Buah Menyimpan Identitas Rahasia

Stroberi bukan satu-satunya buah yang "menipu", semangka secara teknis juga termasuk kelompok berry khusus yang disebut pepo. Jeruk masuk kategori berry khusus yang disebut hesperidium. Sedangkan raspberry dan blackberry yang selama ini dianggap contoh sempurna buah berry ternyata bukan berry sejati menurut ilmu botani. Mereka masuk kelompok yang disebut aggregate fruits atau buah majemuk, seolah-olah dunia tumbuhan sengaja membuat semuanya lebih rumit dari yang diperlukan.


Kenapa Kita Tidak Pernah Diajari Hal Ini?

Jawabannya sederhana, karena dalam kehidupan sehari-hari, klasifikasi ilmiah sering kali tidak terlalu penting. Ketika seseorang pergi ke pasar, ia tidak akan berkata: "Bu, saya beli satu kilogram buah agregat dan dua kilogram berry sejati." Kita tetap menyebut stroberi sebagai stroberi, pisang tetap pisang, dan hidup berjalan seperti biasa. Namun, fakta-fakta seperti ini menunjukkan bahwa alam tidak selalu mengikuti logika yang kita buat sendiri. Terkadang sesuatu yang terlihat jelas ternyata tidak sepenuhnya benar ketika dilihat lebih dekat.


Pelajaran dari Sebuah Pisang

Menariknya, cerita tentang pisang dan stroberi bukan hanya soal buah, ini juga mengingatkan bahwa banyak hal yang kita anggap pasti ternyata bergantung pada sudut pandang. Bagi pembeli di supermarket, stroberi mungkin akan selamanya menjadi berry. Namun, bagi ahli botani, pisanglah yang berhak mendapatkan gelar tersebut, dan mungkin itulah bagian paling menyenangkan dari sains. Bukan karena sains selalu memberi jawaban yang mudah dipahami, tetapi karena sesekali ia datang membawa fakta yang membuat kita berhenti sejenak lalu berkata: "Tunggu... selama ini aku hidup dalam kebohongan?" Untungnya, meskipun identitas mereka diperdebatkan, baik pisang maupun stroberi tetap bisa dinikmati dengan cara yang sama. Karena pada akhirnya, yang berubah hanyalah klasifikasinya. Rasanya tetap enak.

Logo Radio
🔴 Radio Live