Hati-Hati Baterai Lupa Dicabut! Mengapa Baterai Litium-Ion Jadi Pemicu Kebakaran Tersembunyi
Nisrina - Thursday, 11 December 2025 | 01:05 PM


Insiden kebakaran yang belakangan ini terjadi di beberapa lokasi, termasuk kasus terbakarnya sebuah gedung di Jakarta Pusat yang diduga dipicu oleh baterai yang terbakar di gudang, menjadi peringatan serius bagi kita semua. Dengan semakin populernya gadget yang ditenagai baterai Litium-Ion (Li-ion), mulai dari smartphone, laptop, power bank, hingga drone, risiko kebakaran tersembunyi ini juga meningkat drastis.
Baterai Li-ion memang efisien, tetapi jika salah penanganan, ia bisa memicu "pelarian termal" (thermal runaway) yang menyebabkan kebakaran cepat dan sulit dipadamkan.
Berikut adalah tiga tips yang wajib Anda terapkan untuk mencegah baterai gadget Anda berubah menjadi bencana:
1. Hindari Pengisian Daya Berlebihan (Overcharging) dan Penggunaan Charger Rusak
Pengisian daya yang berlebihan adalah salah satu penyebab utama kegagalan baterai dan pemicu panas berlebih (overheating).
- Jangan Ditinggal Semalaman: Hindari mengisi daya ponsel, laptop, atau power bank semalaman, terutama di atas material yang mudah terbakar seperti kasur atau sofa. Meskipun gadget modern memiliki sistem proteksi, panas yang terperangkap tetap berisiko.
- Gunakan Charger Asli: Selalu gunakan charger dan kabel asli atau yang bersertifikasi standar. Charger murah yang tidak sesuai standar dapat mengirimkan arus listrik yang tidak stabil, merusak sel baterai, dan memicu thermal runaway.
2. Perhatikan Suhu Ekstrem dan Kerusakan Fisik Baterai
Baterai Li-ion sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan benturan fisik.
- Jauhkan dari Panas: Jangan pernah meninggalkan gadget Anda di dalam mobil yang terjemur matahari langsung. Suhu tinggi mempercepat degradasi baterai dan meningkatkan risiko kebakaran.
- Waspada Fisik: Segera hentikan penggunaan baterai yang terlihat menggembung (menggelembung) atau yang pernah jatuh/terbentur keras. Baterai menggembung adalah tanda kegagalan internal yang dapat meledak atau terbakar kapan saja. Segera buang ke tempat daur ulang limbah elektronik khusus.
3. Penyimpanan dan Maintenance yang Tepat di Gudang atau Ruangan
Khusus di lingkungan kantor atau gudang yang menyimpan banyak baterai cadangan (seperti untuk drone atau alat berat), manajemen penyimpanan sangat krusial.
- Suhu Ideal: Simpan baterai dalam ruangan bersuhu sejuk dan kering. Jangan simpan baterai dengan kondisi daya 100% penuh atau 0% kosong dalam waktu lama; kondisi ideal adalah sekitar 40–50%.
- Pemisahan: Pisahkan baterai dari bahan yang mudah terbakar, seperti kertas atau kardus. Jika memungkinkan, simpan baterai cadangan dalam wadah tahan api.
- Ganti Berkala: Baterai memiliki masa pakai. Jika performa gadget Anda menurun drastis, segera ganti baterai, jangan paksa terus digunakan karena sel yang rusak memiliki risiko tertinggi.
Kebakaran gedung yang dipicu oleh baterai adalah peringatan bahwa kita tidak bisa meremehkan teknologi yang kita gunakan. Kehati-hatian dalam pengisian daya dan penyimpanan adalah kunci untuk melindungi aset dan nyawa dari bencana tersembunyi ini.
Next News

Tak Punya Pohon Kakao, Tapi Swiss Jadi Raja Cokelat Dunia, Ini Rahasianya
in 5 hours

Di Balik Keputusan Elon Musk Membungkam Sisi Liar Grok
in 3 hours

Strategi Evelyn Afnilia Membidik Momen Emas Lebaran 2026 Lewat 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
in 2 hours

FIX! Jakarta Masuk Daftar, BTS Resmi Gelar Tur Dunia 2026!
in 2 hours

Kim Hye Yoon dan Park Solomon Hadirkan Romansa Fantasi Segar dalam 'No Tail to Tell'
6 minutes ago

Selamat Tinggal Konten Toxic! Fitur Reset Instagram Ini Jadi Penyelamat Mental Health Kamu
2 hours ago

Donald Trump Mau Beli Greenland, NATO Diancam Bubar: Emangnya Ini Jual Beli Tanah Kavling di Citayam?
an hour ago

Awas Tertipu! Video dari Google Veo 3.1 Saking Realistisnya Sampai Butuh Tanda Khusus
4 hours ago

Era Baru TikTok Shop 2026, Awas Kerkun 'Shadowban Duit'!
20 hours ago

Bangkit dari Sorotan Miring, Go Min Si Siap Mengguncang Bioskop Lewat Film 'Moral Family'
21 hours ago





