Drama di Menit Akhir: Gol Kuipers Bikin Persib Meroket, Beckham Kena Kartu Merah!
Elsa - Saturday, 22 November 2025 | 12:30 PM


Bayangkan saja, laga Liga 1 itu kan seringnya bikin jantungan, apalagi kalau yang main tim kesayangan. Nah, pertandingan antara Persib Bandung melawan Dewa United kemarin, itu sih bukan cuma bikin jantungan, tapi juga bikin senam jantung berjamaah! Stadion pecah, emosi campur aduk, dan satu hal yang pasti: drama di lapangan hijau itu memang candu. Gimana enggak, dari awal laga udah kerasa aura tegangnya, dua tim punya ambisi masing-masing. Persib pengen terus nempel di papan atas, sementara Dewa United, si 'Tangsel Warriors' ini juga enggak mau cuma jadi penggembira. Mereka datang dengan modal semangat juang yang tinggi, siap bikin kejutan di kandang lawan. Siapa sangka, laga ini bakal jadi salah satu yang paling diingat musim ini, bukan cuma karena hasilnya, tapi karena bagaimana hasilnya itu didapatkan.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, tensi pertandingan sudah terasa panas. Kedua tim saling jual beli serangan, mencoba membongkar pertahanan lawan yang cukup rapat. Persib, dengan dukungan Bobotoh yang tak henti bernyanyi, mencoba mengambil inisiatif menyerang. Beberapa peluang sempat tercipta, tapi sayang, penyelesaian akhir masih belum menemui sasaran. Para pemain Dewa United pun bukan tanpa perlawanan; mereka sesekali melancarkan serangan balik cepat yang cukup merepotkan barisan belakang Maung Bandung. Lini tengah jadi ajang duel sengit, perebutan bola tak terhindarkan, setiap jengkal lapangan diperebutkan dengan gigih. Sampai turun minum, skor kacamata alias 0-0 tetap bertahan. Sebuah hasil yang mungkin bikin sebagian Bobotoh agak mengernyitkan dahi, 'kok susah banget sih bobolnya?' Tapi ya, itulah sepak bola, kadang memang butuh kesabaran ekstra.
Kartu Merah Beckham: Ujian Mental Baja Maung Bandung
Memasuki babak kedua, harapan untuk melihat gol sepertinya mulai membumbung tinggi. Namun, bukannya gol yang datang, justru insiden yang bikin seisi stadion menahan napas. Pada menit ke-67, petaka itu datang. Gelandang muda andalan Persib, Beckham Putra Nugraha, harus menerima kartu kuning keduanya. Otomatis, kartu merah pun melayang. Kejadian ini bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Gimana enggak, kehilangan satu pemain di tengah pertandingan yang krusial itu rasanya kayak dihantam palu godam. Persib langsung pincang, harus bermain dengan 10 orang melawan 11 pemain Dewa United yang pastinya semakin di atas angin. Sontak, ada kekhawatiran besar di benak Bobotoh: 'Wah, ini bakal susah banget nih, apa bisa bertahan sampai akhir?' Situasi ini benar-benar menguji mental baja para penggawa Maung Bandung. Beberapa kali Beckham terlihat menyesali tindakannya, mungkin kepancing emosi atau memang blunder murni. Tapi nasi sudah jadi bubur, dan Persib harus menghadapi sisa pertandingan dengan kondisi yang tidak ideal.
Setelah Beckham diusir wasit, strategi Persib otomatis berubah. Mereka harus merapatkan barisan, bermain lebih disiplin, dan berharap bisa menahan gempuran Dewa United yang mulai intensif. Tim asuhan Jan Olde Riekerink itu memang langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Mereka mulai menguasai lini tengah, menciptakan lebih banyak peluang, dan memaksa barisan pertahanan Persib bekerja ekstra keras. Para bek Persib seperti Nick Kuipers dan Daisuke Sato benar-benar diuji, harus pontang-panting mengamankan area. Kiper Teja Paku Alam juga beberapa kali melakukan penyelamatan krusial yang bikin Bobotoh bisa bernapas lega sesaat. Pertandingan jadi makin alot, seolah waktu berjalan begitu lambat bagi Persib. Setiap menit terasa sangat berharga, setiap umpan, setiap tekel, adalah penentu. Persib benar-benar menunjukkan semangat pantang menyerah, sebuah etos kerja yang patut diacungi jempol. Bermain dengan 10 orang bukanlah perkara mudah, butuh nafas kuda dan fokus tingkat tinggi untuk tidak kebobolan.
Kuipers Datang, Gol Dramatis Membawa Kemenangan
Ketika pertandingan tampaknya akan berakhir imbang tanpa gol, dan mungkin sebagian besar Bobotoh sudah pasrah dengan satu poin (atau malah khawatir kehilangan poin), keajaiban itu datang. Waktu sudah menunjukkan menit ke-90, plus waktu tambahan yang diberikan wasit. Jantung suporter Persib mungkin sudah dag-dig-dug tak karuan, berharap peluit akhir segera ditiup. Tapi, dewi fortuna rupanya masih tersenyum pada Maung Bandung. Di menit ke-90+4, saat semua mata tertuju pada jam di papan skor, sebuah sepak pojok didapatkan Persib. Bola melambung tinggi ke kotak penalti Dewa United. Dan di tengah kerumunan pemain, muncullah sosok Nick Kuipers, bek jangkung berambut pirang itu. Dengan insting penyerang sejati, ia menyundul bola ke gawang Dewa United! GOOOLL! Stadion langsung meledak! Suara gemuruh Bobotoh membahana, teriakan histeris bercampur lega pecah di seluruh penjuru tribun. Sebuah gol di menit-menit krusial, saat harapan hampir padam, itu rasanya seperti mendapatkan durian runtuh. Gol telat yang bikin Dewa United gigit jari dan Persib berpesta pora. Momen seperti ini yang bikin sepak bola punya magisnya sendiri, kan?
Peluit panjang akhirnya berbunyi tak lama setelah gol heroik Kuipers. Skor 1-0 untuk kemenangan Persib Bandung. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa, kawan. Ini adalah kemenangan yang penuh drama, penuh perjuangan, dan menunjukkan mental juara yang kuat dari tim asuhan Bojan Hodak. Bagaimana tidak? Bermain dengan 10 orang selama lebih dari 20 menit, lalu mencetak gol penentu di detik-detik akhir, itu namanya mental baja! Hasil ini punya dampak signifikan pada tabel klasemen sementara Liga 1. Persib Bandung, yang tadinya 'agak ngeri-ngeri sedap' di posisi tengah, langsung melesat naik ke peringkat kedua. Tentu saja, ini jadi suntikan motivasi yang luar biasa untuk mengarungi sisa musim yang masih panjang. Sementara itu, bagi Dewa United, kekalahan ini terasa begitu pahit. Mereka harus rela tetap tertahan di posisi ke-11, padahal sudah bermain bagus dan punya keuntungan jumlah pemain. Sebuah pelajaran berharga tentang betapa kejamnya sepak bola di menit akhir.
Pesan untuk Kompetitor dan Magisnya Sepak Bola
Kemenangan dramatis ini membuktikan bahwa Persib memang 'bukan kaleng-kaleng' di musim ini. Mereka punya kedalaman skuad, strategi yang mumpuni, dan yang terpenting, semangat pantang menyerah yang tak bisa diremehkan. Bayangkan saja, di tengah tekanan dan kehilangan pemain, mereka tetap bisa mencari celah dan memanfaatkannya dengan sempurna. Ini adalah sinyal kuat bagi para pesaing di papan atas, bahwa Maung Bandung siap bersaing hingga akhir. Untuk Dewa United, mereka tidak perlu terlalu larut dalam kekecewaan. Performa mereka sebenarnya tidak buruk, hanya saja kurang beruntung di momen krusial. Mereka perlu evaluasi dan bangkit di laga-laga berikutnya. Yang jelas, pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu 'rollercoaster' emosi paling epik di Liga 1 musim ini. Sebuah laga yang mengajarkan kita bahwa dalam sepak bola, apapun bisa terjadi sampai peluit terakhir ditiup. Dan kadang, drama itulah yang justru bikin kita semakin cinta pada si kulit bundar. Gass terus, Liga 1!
Next News

Strategi Produser Film Jumbo dan Na Willa Hadapi Serangan Kampanye Hitam
10 hours ago

Sinopsis Film Lift Aksi Gila Produser The Raid di Netflix
11 hours ago

Misi Bersejarah NASA Kirim Manusia ke Bulan 2026
13 hours ago

Lisa BLACKPINK Resmi Bintangi Film Komedi Romantis Netflix
15 hours ago

Film Tunggu Aku Sukses Nanti Angkat Realita Pahit Generasi Muda Saat Lebaran
3 days ago

Film The Devil Wears Prada Tayang April 2026
4 days ago

Kini Ojol dan Kurir Dapat Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan
4 days ago

Deretan Tokoh Dunia dan Fakta Mengejutkan dalam Dokumen Terbaru Jeffrey Epstein
4 days ago

Danielle Resmi Hilang dari Profil NewJeans dan Digugat ADOR
4 days ago

Era Baru Pariwisata Indonesia Tanpa Atraksi Gajah Tunggang
4 days ago



