Dari Lahan Terbengkalai Jadi Taman Kucing, Kenalan dengan Scarlett's Friends di China
ananda maharani - Sunday, 30 August 2026 | 12:10 PM


Bagi pencinta kucing, berjalan-jalan ke taman sambil dikelilingi puluhan ekor kucing mungkin terdengar seperti gambaran liburan yang terlalu menyenangkan untuk jadi kenyataan. Tapi pengalaman itu kini benar-benar bisa ditemukan di kawasan wisata Yabuli, Provinsi Heilongjiang, China. Sebuah taman bertema kucing bernama Scarlett's Friends Cat Theme Park resmi dibuka pada 28 Agustus 2026. Bukan sekadar tempat wisata untuk bermain dan berfoto bersama kucing, taman ini membawa misi lain yang jauh lebih serius: memberikan tempat tinggal yang aman bagi kucing-kucing jalanan.
Scarlett's Friends menjadi taman hiburan bertema kucing pertama di Provinsi Heilongjiang. Sementara Xinhua menyebut sekitar 150 kucing jalanan sudah ditempatkan di kawasan itu saat taman resmi beroperasi. Kalau Yabuli selama ini lebih mudah dikenali sebagai kawasan wisata ski, kehadiran taman kucing ini memberikan wajah baru yang jauh lebih hangat. Pengunjung kini tidak hanya datang untuk menikmati bentang alam dan aktivitas wisata, tetapi juga bisa duduk santai sambil ditemani para penghuni berbulu.
Dari Lahan Lama Menjadi Rumah Kucing
Cerita Scarlett's Friends menarik karena taman ini tidak dibangun dengan membuka kawasan baru dari nol. Lokasinya memanfaatkan bekas Yabuli Land Park yang sudah lama tidak digunakan. Area itu kemudian diubah menjadi ruang wisata dengan konsep hidup berdampingan antara manusia dan hewan. Alih-alih membiarkan kawasan lama terus terbengkalai, pengelola memilih memberinya fungsi baru. Di sinilah konsep Scarlett's Friends terasa berbeda. Ada unsur wisata, ada ruang rekreasi, tetapi pada saat yang sama ada fungsi penyelamatan hewan.
Konsep yang diperkenalkan pengelola disebut sebagai perpaduan "public welfare + tourism", atau sederhananya wisata yang berjalan bersama misi sosial. Dalam kasus ini, wisatawan datang untuk menikmati pengalaman bersama kucing, sementara keberadaan taman memberikan tempat hidup dan sistem perawatan bagi kucing jalanan.
Taman ini sebenarnya sudah menjalani masa uji coba sejak 29 Juli 2026. Selama periode itu, perhatian publik ternyata cukup besar. Menurut pengelola, berbagai pembicaraan mengenai taman tersebut di internet telah mengumpulkan total eksposur lebih dari 80 juta kali sebelum pembukaan resminya. Tidak terlalu mengejutkan. Internet dan kucing memang seperti pasangan yang sulit dipisahkan.
Ada "Pegawai Kucing" yang Resmi Masuk Kerja
Ada satu bagian dari seremoni pembukaan Scarlett's Friends yang membuat konsep taman ini semakin menggemaskan. Tiga ekor kucing dipilih dari sekitar 150 penghuni taman untuk mengikuti semacam upacara penerimaan pegawai. Mereka bahkan memperoleh kartu identitas khusus dan mendapat tugas sebagai "petugas penyembuhan" atau healing officers. Kucing yang dipilih merupakan mereka yang dianggap memiliki karakter relatif tenang dan mudah dikenali pengunjung. Nantinya, mereka berada di area interaksi untuk menemani wisatawan.
Tentu saja, pekerjaan mereka tidak melibatkan laptop, rapat pagi, atau mengejar target bulanan. Cukup duduk, berjalan-jalan, menerima elusan, dan sesekali membiarkan manusia mengambil foto. Meski terdengar seperti gimmick yang lucu, gagasan itu sebenarnya cukup menggambarkan identitas Scarlett's Friends. Kucing tidak ditempatkan sebagai dekorasi di taman. Mereka justru menjadi pusat dari seluruh pengalaman.
Mengenal Kucing Lewat Nama dan Kepribadiannya
Pengelola juga mencoba membuat setiap kucing terasa seperti individu, bukan sekadar kumpulan hewan yang berkeliaran. Di salah satu bagian taman terdapat dinding foto kucing yang menampilkan nama sekaligus karakter masing-masing penghuni. Dengan begitu, pengunjung bisa mengenal kucing yang mereka temui lebih dekat.
Ada pula Purr Square dengan patung kucing oranye berukuran besar, area rerumputan berbentuk atau bertema telapak kaki kucing, hingga berbagai sudut yang dirancang untuk berfoto. Suasananya dibuat santai. Suara aliran air, daun, musik lembut, dan tentu saja suara mengeong menjadi bagian dari atmosfer taman. Ada kucing yang memilih tidur dan berjemur, ada yang bermain, sementara sebagian lainnya cukup percaya diri mendekati manusia.
Bagi pengunjung, konsep ini mungkin terasa seperti versi luar ruang dari cat café, hanya saja skalanya lebih besar dan tujuan sosialnya lebih terasa.
Kesehatan Kucing Jadi Perhatian
Membuat tempat wisata dengan ratusan interaksi manusia dan hewan tentu tidak bisa hanya mengandalkan faktor lucu.
Sebelum ditempatkan di taman, kucing-kucing itu melewati tahapan pemeriksaan kesehatan. Pengelola menyebut adanya proses karantina, pemeriksaan fisik, vaksinasi hingga pengendalian parasit sebelum kucing diperbolehkan berinteraksi dengan pengunjung.
Area taman juga dilengkapi pagar yang dibuat untuk mengurangi risiko kucing keluar dari kawasan. Pengelola menjalankan jadwal pemberian makan dan minum, pemeriksaan harian, pembersihan serta pemantauan kondisi kesehatan secara rutin. (Heilongjiang Provincial Government)
Hal semacam ini penting karena konsep wisata berbasis hewan punya dua kepentingan yang harus berjalan bersama. Pengunjung memang ingin mendapatkan pengalaman menyenangkan, tetapi kenyamanan hewan tetap harus menjadi prioritas. Apalagi sebagian besar penghuni Scarlett's Friends sebelumnya merupakan kucing jalanan yang membutuhkan proses adaptasi. Karena itu, pengunjung juga diminta mengikuti aturan selama berada di kawasan dan berinteraksi dengan kucing secara lembut.
Bisa Datang untuk Main, Makan, sampai Menginap
Scarlett's Friends kemudian membawa konsep kucing lebih jauh dari sekadar area bermain. Saat pembukaan, pengelola menawarkan beberapa paket wisata yang memadukan tiket masuk dengan makanan kucing, merchandise, hingga kamar bertema kucing. Salah satu paket tiket dan makanan kucing ditawarkan dengan harga promosi 28 yuan atau sekitar Rp74 ribu. Paket dengan camilan lebih lengkap dibanderol 72 yuan atau sekitar Rp190 ribu, sedangkan tiket berikut paket merchandise sekitar 167 yuan atau Rp441 ribu.
Bahkan tersedia paket untuk dua orang berikut kamar bertema kucing dengan harga promosi 711 yuan atau sekitar Rp1,88 juta. Konversi menggunakan kurs sekitar Rp2.639 per yuan per 30 Agustus 2026. Harga itu merupakan promo pembukaan dan dapat berubah setelah periode promosi selesai. Jadi, kalau seseorang benar-benar ingin menghabiskan satu hari penuh dengan tema kucing, tempat ini tampaknya sudah memikirkan hampir semuanya.
Wisata yang Tidak Hanya Mengejar Tempat Instagramable
Kehadiran Scarlett's Friends juga menunjukkan bagaimana konsep wisata berbasis pengalaman terus berkembang. Orang tidak lagi selalu mencari wahana besar atau atraksi penuh adrenalin. Tempat yang menawarkan pengalaman sederhana, personal, dan menenangkan pun bisa punya daya tarik besar. Dalam konteks Scarlett's Friends, daya tarik itu datang dari sesuatu yang sangat sederhana: duduk bersama kucing.
Di balik pengalaman yang terlihat ringan itu, ada persoalan kucing jalanan yang coba disentuh. Sebanyak 150 kucing kini memiliki tempat tinggal, perawatan rutin, dan kesempatan berinteraksi dengan manusia dalam lingkungan yang lebih terkontrol. Pengunjung pun bukan hanya mendapat foto untuk dibawa pulang. Mereka juga diperkenalkan pada gagasan bahwa hewan jalanan tetap membutuhkan perawatan, perlindungan, dan perlakuan yang layak.
Model seperti ini tentu tetap harus dilihat dari bagaimana pengelola menjalankannya dalam jangka panjang. Kesejahteraan hewan, kapasitas pengunjung, kebersihan, serta kualitas perawatan akan menentukan apakah konsep "wisata plus penyelamatan" benar-benar berjalan sesuai tujuan. Tapi sebagai permulaan, Scarlett's Friends menawarkan cerita yang menarik.
Sebuah taman lama yang tidak lagi digunakan mendapat kehidupan baru. Kucing-kucing yang sebelumnya hidup di jalan mendapatkan rumah. Sementara manusia mendapat tempat untuk berhenti sebentar dari rutinitas, duduk, dan mungkin menyadari bahwa hiburan tidak selalu harus datang dari sesuatu yang gemerlap. Kadang-kadang, seekor kucing yang memilih duduk di sebelah kita sudah cukup.
Next News

Bingung Mau ke Mana Long Weekend Ini? Pilih Event Surabaya Sesuai Mood-mu
12 days ago

Bukan Cuma Indonesia, Ini 7 Negara yang Merayakan Kemerdekaan di Bulan Agustus
15 days ago

Bukan Cuma Pekerja Pabrik, Ini 10 Profesi yang Paling Banyak Kena PHK
16 days ago

Maroon 5 Kembali ke JIS 2027, Ini Harga Tiket dan Jadwal Presale Lengkapnya
16 days ago

Resign dan Pindah ke Desa: Impian Hidup Tenang Tanpa Macet Kota
19 days ago

Keseruan Akhir Pekan di Livin Sounds of Downtown Surabaya
19 days ago

Kota Masa Depan Akan Seperti Apa? Melihat Inovasi yang Mulai Terjadi Sekarang Hingga Beberapa Dekade Mendatang
a month ago

Revitalisasi Kawasan Lama: Mengapa Bangunan Tua Kini Kembali Dihidupkan?
a month ago

Kota 24 Jam: Mengapa Beberapa Kota Tidak Pernah Benar-Benar Tidur?
a month ago

Bagaimana Sebuah Kawasan Bisa Berubah Menjadi Pusat Bisnis?
a month ago




