Bukan Cuma Indonesia, Ini 7 Negara yang Merayakan Kemerdekaan di Bulan Agustus
ananda maharani - Saturday, 15 August 2026 | 03:37 PM


Kalau di Indonesia, Agustus punya suasana yang sulit tertukar dengan bulan lain.
Merah putih mulai muncul di depan rumah. Umbul-umbul terpasang di gang-gang kampung. Jadwal lomba mulai dibicarakan warga, dari balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, sampai panjat pinang.
Belum lagi suara lagu-lagu nasional yang kembali terdengar, kerja bakti warga, pemasangan gapura, hingga persiapan upacara 17 Agustus.
Namun, ternyata Indonesia tidak sendirian. Bulan Agustus juga menjadi bulan penting bagi sejumlah negara lain di dunia. Ada yang memperingati lahirnya sebuah negara, berakhirnya pemerintahan kolonial, pemisahan dari negara lain, hingga deklarasi untuk menentukan masa depannya sendiri.
Sedikitnya ada tujuh negara yang memiliki hari kemerdekaan atau hari nasional penting sepanjang Agustus, yakni Swiss, Singapura, Pakistan, India, Indonesia, Ukraina, dan Moldova.
Tanggalnya bahkan cukup berdekatan. Dimulai Swiss pada 1 Agustus, kemudian Singapura pada 9 Agustus, Pakistan 14 Agustus, India 15 Agustus, Indonesia 17 Agustus, Ukraina 24 Agustus, dan Moldova pada 27 Agustus.
Meski sama-sama diperingati pada Agustus, kisah di balik setiap tanggal tersebut jelas tidak sama. Ada kemerdekaan yang lahir setelah perjuangan panjang melawan kolonialisme. Ada yang bermula dari perpisahan politik. Ada pula yang berkaitan dengan runtuhnya sebuah kekuatan besar dunia.
Berikut kisah tujuh negara yang menjadikan Agustus sebagai salah satu bulan paling penting dalam sejarah mereka.
1. Swiss – 1 Agustus
Swiss menjadi negara pertama dalam daftar ini. Tetapi ada hal yang perlu diluruskan. Tanggal 1 Agustus di Swiss secara resmi merupakan Swiss National Day, bukan hari kemerdekaan dalam pengertian seperti yang diperingati Indonesia pada 17 Agustus.
Peringatan tersebut merujuk pada Federal Charter atau Piagam Federal 1291. Dalam dokumen itu, komunitas Uri, Schwyz, dan Unterwalden di wilayah Swiss tengah bersepakat untuk saling membantu menghadapi ancaman maupun serangan dari luar.
Piagam tersebut kemudian dipandang sebagai salah satu fondasi lahirnya Konfederasi Swiss. Pemerintah Swiss menyebut Federal Charter dari awal Agustus 1291 sebagai dokumen konstitusional tertua negara itu.
Tanggal 1 Agustus baru kemudian ditetapkan sebagai Hari Nasional Swiss pada akhir abad ke-19. Pemerintah federal mulai menjadikan tanggal tersebut sebagai simbol nasional yang menghubungkan masyarakat Swiss dengan sejarah konfederasi mereka.
Peringatannya pun punya karakter tersendiri. Ketika malam tiba, sejumlah wilayah menyalakan api unggun dan kembang api. Ada pula parade anak-anak membawa lentera bergambar salib Swiss maupun lambang kanton mereka.
Karena itu, jika Indonesia mempunyai 17 Agustus, Swiss mempunyai 1 Agustus sebagai momentum untuk kembali mengingat akar terbentuknya negara mereka. Bukan kemerdekaan dari kolonialisme, tetapi hari yang menjadi simbol persatuan dan lahirnya konfederasi.
2. Singapura – 9 Agustus
Dari Eropa kita bergeser lebih dekat ke Indonesia. Singapura memperingati National Day setiap 9 Agustus. Tanggal tersebut merujuk pada peristiwa 9 Agustus 1965 ketika Singapura berpisah dari Federasi Malaysia dan menjadi negara yang merdeka serta berdaulat.
Deklarasi kemerdekaan Singapura diumumkan melalui Radio Singapore pada pukul 10.00 waktu setempat. Pada waktu bersamaan di Kuala Lumpur, proses politik pemisahan Singapura juga dilakukan melalui parlemen Malaysia.
Cerita kemerdekaan Singapura memang berbeda dengan banyak negara Asia lainnya. Singapura sebelumnya merupakan koloni Inggris. Setelah memperoleh pemerintahan sendiri dan melalui berbagai perubahan politik, wilayah itu bergabung dengan Federasi Malaysia pada 1963.
Namun, hubungan tersebut tidak berlangsung lama. Perbedaan politik, ekonomi, hingga ketegangan antarkelompok masyarakat membuat hubungan pemerintah federal Malaysia dan pemimpin Singapura semakin sulit.
Dua tahun kemudian, Singapura keluar dari Malaysia. Sejak itulah tanggal 9 Agustus menjadi bagian penting dari identitas nasional mereka. National Day Parade pertama dalam bentuk perayaan besar digelar pada 1966, satu tahun setelah perpisahan tersebut. Parade, pertunjukan budaya, hingga pesta kembang api kemudian berkembang menjadi bagian yang lekat dengan perayaan nasional Singapura.
Bagi negara kota yang wilayahnya tidak jauh dari Indonesia itu, 9 Agustus bukan sekadar hari libur. Tanggal tersebut menjadi pengingat bagaimana Singapura memulai perjalanan sebagai negara kecil yang harus menentukan arah hidupnya sendiri.
3. Pakistan – 14 Agustus
Memasuki pertengahan Agustus, giliran Pakistan. Negara di Asia Selatan tersebut memperingati Hari Kemerdekaan setiap 14 Agustus. Pakistan resmi berdiri sebagai negara pada 14 Agustus 1947 setelah berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris di anak benua India.
Peristiwa tersebut menjadi puncak perjalanan panjang gerakan politik pembentukan negara Pakistan, yang salah satu tokoh sentralnya adalah Muhammad Ali Jinnah. Pemerintah Pakistan mencatat negara itu lahir pada 14 Agustus 1947 dan sejak saat itu tanggal tersebut diperingati sebagai Independence Day.
Kemerdekaan Pakistan tidak dapat dilepaskan dari proses pemisahan British India atau India Britania. Setelah kekuasaan Inggris berakhir, wilayah tersebut kemudian melahirkan dua negara baru, India dan Pakistan.
Itulah sebabnya tanggal kemerdekaan kedua negara hanya berselisih satu hari. Pakistan pada 14 Agustus, India sehari setelahnya pada 15 Agustus.
Perayaan kemerdekaan di Pakistan biasanya ditandai dengan pengibaran bendera nasional, lagu kebangsaan, pidato kenegaraan, hingga berbagai kegiatan masyarakat. Namun di balik perayaan tersebut terdapat sejarah panjang yang tidak sederhana.
Pemisahan India dan Pakistan pada 1947 juga disertai perpindahan penduduk dalam jumlah sangat besar serta berbagai konflik komunal. Karena itu, kemerdekaan Pakistan bukan hanya cerita tentang terbentuknya sebuah negara, tetapi juga salah satu perubahan geopolitik terbesar di Asia Selatan pada abad ke-20.
4. India – 15 Agustus
Sehari setelah Pakistan, India memperingati kemerdekaannya. Setiap 15 Agustus, masyarakat India mengenang berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris dan lahirnya India sebagai negara merdeka pada 1947.
Pemerintah India mencatat bahwa pada 15 Agustus 1947, India secara resmi keluar dari kekuasaan kolonial Inggris dan kendali pemerintahan diserahkan kepada para pemimpin bangsa tersebut.
Perjalanan menuju kemerdekaan India berlangsung sangat panjang. Gerakan kemerdekaan melibatkan banyak tokoh dan kelompok dengan cara perjuangan yang berbeda-beda.
Salah satu figur yang paling dikenal dunia tentu saja Mahatma Gandhi dengan gerakan perlawanannya yang menekankan prinsip non-kekerasan. Ada pula Jawaharlal Nehru yang kemudian menjadi perdana menteri pertama India.
Tradisi penting dalam peringatan kemerdekaan India berlangsung di Red Fort atau Benteng Merah, Delhi. Sejak 1947, tempat tersebut memiliki posisi simbolis dalam perayaan kemerdekaan. Perdana Menteri India secara tradisional mengibarkan bendera nasional dan menyampaikan pidato kepada masyarakat dari sana.
Jika diperhatikan, posisi India dan Pakistan dalam kalender kemerdekaan cukup menarik. Keduanya lahir dari momentum sejarah yang sama, yakni berakhirnya pemerintahan Inggris di anak benua India, tetapi berkembang menjadi dua negara dengan perjalanan politik masing-masing.
Dan hanya berselang dua hari setelah India merayakan kemerdekaan, giliran Indonesia memasuki tanggal bersejarahnya.
5. Indonesia – 17 Agustus
Bagi masyarakat Indonesia, tanggal ini tentu tidak membutuhkan banyak pengenalan. 17 Agustus 1945 menjadi salah satu tanggal paling penting dalam perjalanan Republik Indonesia. Pada hari itu Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan didampingi Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.
Kementerian Sekretariat Negara menyebut Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai tonggak awal berdirinya Republik Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat. Peristiwa tersebut berlangsung hanya dua hari setelah Jepang menyerah kepada Sekutu dalam Perang Dunia II.
Situasi bergerak cepat. Kelompok pemuda mendesak kemerdekaan segera diproklamasikan tanpa menunggu proses yang berkaitan dengan Jepang. Perbedaan pandangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang kemudian dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok.
Soekarno dan Hatta akhirnya kembali ke Jakarta. Naskah proklamasi disusun, diketik, kemudian dibacakan pada Jumat pagi, 17 Agustus 1945. Singkat, hanya beberapa kalimat. Namun dari teks pendek itulah lembaran baru Indonesia dimulai.
Kemerdekaan yang diproklamasikan hari itu juga tidak serta-merta membuat perjuangan berhenti. Indonesia masih harus menghadapi perjuangan bersenjata maupun diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaannya.
Kini, puluhan tahun kemudian, suasana 17 Agustus justru hadir sampai ke ruang kehidupan yang paling dekat dengan masyarakat. Tidak hanya lewat upacara kenegaraan.
Ada lomba di kampung, bendera di depan rumah, panggung warga, jalan sehat, malam tirakatan, hingga panjat pinang. Barangkali justru di situlah salah satu karakter khas perayaan kemerdekaan Indonesia.
Sebuah peristiwa sejarah besar diterjemahkan menjadi pesta rakyat yang bisa dirasakan sampai tingkat lingkungan terkecil. Pada 2026, Indonesia memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tetapi seperti pesan yang selalu kembali muncul setiap Agustus, kemerdekaan bukan hanya perkara mengenang apa yang terjadi pada 1945. Pertanyaannya kemudian bergeser: apa yang dilakukan generasi hari ini setelah menerima kemerdekaan itu?
6. Ukraina – 24 Agustus
Jika sejumlah negara dalam daftar ini memperoleh kemerdekaan pada akhir Perang Dunia II atau berakhirnya kolonialisme, Ukraina memiliki konteks sejarah yang berbeda. Negara tersebut memperingati Independence Day setiap 24 Agustus.
Tanggal itu merujuk pada 24 Agustus 1991 ketika parlemen Ukraina mengadopsi Act of Declaration of Independence atau Akta Deklarasi Kemerdekaan Ukraina. Keputusan tersebut menjadi salah satu tonggak utama ketika Ukraina memisahkan diri dari Uni Soviet.
Pemerintah Ukraina menyebut 24 Agustus 1991 sebagai momentum ketika parlemen mengadopsi deklarasi kemerdekaan dan Ukraina kembali menegaskan kenegaraannya sendiri. Beberapa bulan setelah deklarasi itu, Uni Soviet akhirnya bubar pada Desember 1991.
Artinya, kemerdekaan Ukraina merupakan bagian dari gelombang perubahan politik besar yang terjadi di Eropa Timur dan bekas wilayah Soviet pada awal dekade 1990-an. Namun makna Independence Day bagi Ukraina berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak invasi Rusia berskala penuh dimulai pada Februari 2022, persoalan kedaulatan dan kemerdekaan kembali menjadi bagian langsung dari kehidupan masyarakat Ukraina.
Volodymyr Zelenskyy Presiden Ukraina dalam berbagai pidato Independence Day bahkan menghubungkan perayaan tersebut dengan perjuangan mempertahankan negara dan kedaulatan Ukraina di tengah perang.
Karena itu, 24 Agustus kini memiliki lapisan makna yang berbeda. Bukan hanya memperingati keputusan politik yang dibuat parlemen pada 1991, tetapi juga menjadi simbol dari upaya sebuah negara mempertahankan kemerdekaan yang telah diperolehnya.
7. Moldova – 27 Agustus
Tiga hari setelah Ukraina, negara bekas Uni Soviet lainnya juga memperingati hari kemerdekaan. Moldova merayakan Independence Day setiap 27 Agustus. Republik Moldova memproklamasikan kemerdekaannya pada 27 Agustus 1991. Deklarasi kemerdekaan diadopsi dan ditandatangani parlemen pada hari tersebut.
Sama seperti Ukraina, lahirnya Moldova sebagai negara independen berkaitan erat dengan proses runtuhnya Uni Soviet. Sebelum merdeka, wilayah tersebut dikenal sebagai Moldavian Soviet Socialist Republic atau Republik Sosialis Soviet Moldavia.
Gelombang perubahan politik pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an kemudian memperkuat tuntutan kedaulatan. Moldova mendeklarasikan kemerdekaannya pada Agustus 1991, hanya beberapa bulan sebelum Uni Soviet resmi berakhir.
Perayaan 27 Agustus biasanya diisi berbagai kegiatan kenegaraan dan budaya. Namun di luar kemeriahan tersebut, hari kemerdekaan bagi Moldova tetap menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan negara yang relatif masih muda jika dibandingkan dengan banyak negara Eropa lainnya.
Pada 2026, kemerdekaan Moldova baru memasuki usia 35 tahun. Agustus, Bulan yang Penuh Cerita tentang Kemerdekaan
Tujuh negara, tujuh tanggal, dan tujuh jalan sejarah yang berbeda.
Swiss punya 1 Agustus dengan sejarah konfederasinya. Singapura mengenang 9 Agustus sebagai hari ketika negara itu berpisah dari Malaysia. Pakistan dan India berdiri hanya berselang sehari pada 14 dan 15 Agustus 1947 setelah berakhirnya kekuasaan Inggris.
Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Lalu di penghujung bulan, Ukraina dan Moldova mengenang deklarasi kemerdekaan mereka pada 24 dan 27 Agustus 1991, di tengah runtuhnya Uni Soviet.
Tanggal-tanggal itu menunjukkan bahwa kata "merdeka" bisa lahir dari konteks yang sangat berbeda.
Ada yang melewati perang.
Ada yang tumbuh dari gerakan politik panjang.
Ada yang terjadi karena berakhirnya kolonialisme.
Ada pula yang muncul setelah sebuah federasi atau negara besar terpecah.
Cara merayakannya pun berbeda-beda.
Ada parade militer dan pidato kenegaraan. Ada kembang api dan konser. Ada pengibaran bendera. Ada pula tradisi lokal yang membuat perayaan terasa dekat dengan masyarakat.
Indonesia punya satu kekhasan yang barangkali sulit ditandingi: perayaan kemerdekaan bisa berpindah dari halaman Istana Negara menuju lapangan kampung dalam bentuk lomba makan kerupuk.
Dari panggung kenegaraan menuju gang sempit yang dipenuhi bendera merah putih. Tetapi di balik seluruh kemeriahan itu, tujuh negara tadi sebenarnya memiliki satu benang merah.
Hari kemerdekaan atau hari nasional bukan hanya sebuah tanggal merah dalam kalender.
Tanggal itu menyimpan cerita tentang bagaimana sebuah masyarakat memahami dirinya sebagai bangsa, bagaimana sebuah negara lahir, dan bagaimana generasi setelahnya memaknai kebebasan yang diwariskan kepada mereka.
Jadi ketika bendera merah putih mulai memenuhi jalan sepanjang Agustus, ada satu fakta menarik yang layak diingat. Di berbagai penjuru dunia, jutaan orang lainnya juga sedang membuka kembali halaman penting sejarah negaranya. Hanya tanggal, bendera, dan ceritanya yang berbeda.
Next News

Bukan Cuma Pekerja Pabrik, Ini 10 Profesi yang Paling Banyak Kena PHK
2 days ago

Maroon 5 Kembali ke JIS 2027, Ini Harga Tiket dan Jadwal Presale Lengkapnya
2 days ago

Resign dan Pindah ke Desa: Impian Hidup Tenang Tanpa Macet Kota
5 days ago

Keseruan Akhir Pekan di Livin Sounds of Downtown Surabaya
5 days ago

Kota Masa Depan Akan Seperti Apa? Melihat Inovasi yang Mulai Terjadi Sekarang Hingga Beberapa Dekade Mendatang
a month ago

Revitalisasi Kawasan Lama: Mengapa Bangunan Tua Kini Kembali Dihidupkan?
a month ago

Kota 24 Jam: Mengapa Beberapa Kota Tidak Pernah Benar-Benar Tidur?
a month ago

Bagaimana Sebuah Kawasan Bisa Berubah Menjadi Pusat Bisnis?
a month ago

Gedung Pencakar Langit: Mengapa Kota-Kota Besar Terus Membangun ke Atas?
a month ago

Mengapa Permukiman Modern Terus Berubah Mengikuti Gaya Hidup Masyarakat?
12 days ago






