Daftar Negara Strategis yang Masuk Radar Donald Trump untuk Dewan Perdamaian Gaza
Nisrina - Thursday, 22 January 2026 | 08:15 AM


Inisiatif Donald Trump untuk membentuk Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace for Gaza menarik perhatian dunia bukan hanya karena ambisinya, tetapi juga karena luasnya koalisi yang coba dibangun. Trump tampaknya ingin memastikan bahwa beban rekonstruksi dan stabilitas keamanan di Jalur Gaza tidak hanya dipikul oleh satu blok kekuatan saja. Dengan menargetkan peresmian di Davos, Swiss, undangan telah disebar ke berbagai pemimpin negara yang mewakili hampir seluruh kekuatan ekonomi, militer, dan politik di dunia.
Daftar undangan ini mencerminkan strategi diplomasi yang sangat inklusif sekaligus pragmatis. Trump tidak ragu menyatukan negara-negara yang selama ini berseberangan, seperti Rusia dan Ukraina, atau negara-negara dengan kepentingan berbeda di Timur Tengah, dalam satu meja perundingan demi tujuan yang sama. Berikut adalah rincian negara dan entitas yang masuk dalam radar undangan Trump, dikelompokkan berdasarkan kawasan untuk memudahkan pemetaan kekuatan:
Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara
- Arab Saudi
- Bahrain
- Israel
- Mesir
- Maroko
- Oman
- Qatar
- Turki
- Uni Emirat Arab
- Yordania
Kawasan Asia dan Pasifik
- Australia
- India
- Indonesia
- Jepang
- Kazakhstan
- Korea Selatan
- Pakistan
- Selandia Baru
- Singapura
- Thailand
- Uzbekistan
- Vietnam
Kawasan Eropa (termasuk Rusia dan negara pecahan Soviet)
- Albania
- Austria
- Belarus
- Belanda
- Finlandia
- Hungaria
- Inggris
- Irlandia
- Italia
- Jerman
- Komisi Eropa (Entitas)
- Norwegia
- Prancis
- Polandia
- Portugal
- Rumania
- Rusia
- Siprus
- Slovenia
- Spanyol
- Swedia
- Swiss
- Ukraina
- Yunani
Kawasan Amerika
- Argentina
- Brasil
- Kanada
- Paraguay
Kehadiran negara-negara di atas menunjukkan bahwa Dewan Perdamaian Gaza dirancang untuk memiliki legitimasi yang kuat dari berbagai sudut pandang. Keterlibatan negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia, Pakistan, dan Arab Saudi sangat vital untuk memastikan bahwa aspirasi umat Islam dan rakyat Palestina terwakili dengan baik. Di sisi lain, kehadiran raksasa ekonomi seperti Jepang, Jerman, dan Inggris memberikan jaminan bahwa dukungan finansial untuk rekonstruksi Gaza akan tersedia secara masif.
Trump juga tampak sengaja melibatkan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik unik atau posisi netral yang kuat, seperti Swiss, Singapura, dan Oman, yang sering kali berperan sebagai mediator ulung dalam konflik internasional. Sementara itu, masuknya Rusia dan China (jika dikonfirmasi di masa depan, meski saat ini fokus pada Rusia dalam daftar) menandakan bahwa Amerika Serikat di bawah Trump siap berbagi panggung pengaruh demi tercapainya stabilitas yang lebih cepat.
Jika seluruh negara dalam daftar ini menyepakati syarat keanggotaan dan berkomitmen penuh, Dewan Perdamaian Gaza berpotensi menjadi salah satu koalisi internasional terbesar yang pernah dibentuk untuk menangani satu wilayah konflik spesifik. Hal ini menjadi ujian besar bagi diplomasi global, apakah keragaman kepentingan ini bisa disatukan demi kemanusiaan, atau justru akan memperumit proses pengambilan keputusan di masa depan.
Next News

6 Film Bioskop Indonesia Siap Tayang Lebaran 2026
20 hours ago

Aturan Baru Inggris Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Media Sosial
a day ago

Fakta Menarik Film Minions Monsters Tayang Juli 2026
3 days ago

Mengapa Cuaca Ekstrem Mengamuk dengan Angin Kencang dan Petir yang Menyambar Belakangan Ini
7 days ago

Cara Daftar dan Syarat Lengkap Mudik Gratis BUMN 2026
8 days ago

Fenomena Unik Draco Malfoy Mendadak Jadi Ikon Keberuntungan Imlek 2026
8 days ago

4 Cara Mudah Cek Status BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak Cukup Pakai NIK
9 days ago

Kirim Namamu Untuk Terbang Mengelilingi Bulan Bersama NASA!
10 days ago

Timurnesia Wajah Baru Musik Indonesia Timur di Kancah Dunia
12 days ago

Detail Harga Tiket dan Jadwal Konser Mitski Jakarta 2026
12 days ago






