Ceritra
Ceritra Cinta

Menghilang Tanpa Jejak: Kenapa Ghosting Jadi 'Jalan Pintas' Banyak Orang?

- Thursday, 30 October 2025 | 03:00 PM

Background
Menghilang Tanpa Jejak: Kenapa Ghosting Jadi 'Jalan Pintas' Banyak Orang?

Di era serba cepat, sebagian orang memilih diam daripada bicara jujur. Ghosting makin sering terjadi di hubungan modern. Banyak orang tiba-tiba hilang tanpa pamit, meninggalkan layar chat yang sunyi. Fenomena ini menimbulkan tanya besar: apakah mereka takut konflik, atau hanya ingin kabur dari rasa tidak enak?


Ghosting awalnya dianggap perilaku kasar, tapi kini justru jadi pola yang banyak ditemui. Beberapa orang mengaku memilih menghilang karena tidak nyaman memberi penolakan secara langsung. "Ngomong jujur kadang lebih serem daripada hilang," kata Dava (22), yang mengaku pernah ghosting karena bingung menjelaskan perasaannya.


Media sosial membuat hubungan makin cepat dimulai, tapi juga makin cepat berakhir. Banyak anak muda merasa tidak punya ikatan kuat sehingga lebih mudah memutus komunikasi begitu saja. Dalam beberapa kasus, ghosting dilakukan untuk menghindari drama atau respons emosional yang tak siap mereka hadapi. "Takut berantemnya," ujar seorang pengguna X.


Namun dampaknya jelas. Orang yang di-ghosting kerap merasa tidak dihargai dan terus mencari alasan di dalam kepala sendiri. Fenomena ini akhirnya menciptakan hubungan yang rapuh, di mana kejujuran sering kalah oleh rasa canggung. Para konselor menyebut pola ini bisa memicu kecemasan berkepanjangan pada sebagian orang.


Pada akhirnya, hilang tanpa penjelasan mungkin terasa mudah, tapi meninggalkan luka yang tak terlihat. Sedikit keberanian untuk bicara jujur bisa menyelamatkan banyak hati dari kebingungan. Karena dalam hubungan apa pun, diam jarang menyelesaikan apa pun—tapi kejelasan selalu lebih manusiawi.

Logo Radio
🔴 Radio Live