Cara Bikin Katalog Produk di WhatsApp Business Biar Nggak Capek Jawab 'Ready Gak, Kak?'
Refa - Saturday, 21 February 2026 | 10:00 AM


Jualan Sat-set Lewat WhatsApp: Cara Bikin Katalog Produk Biar Nggak Capek Jawab 'Ready Gak, Kak?'
Bayangkan skenario ini: Kamu lagi asyik-asyiknya rebahan setelah seharian ngurus stok barang, tiba-tiba HP bunyi. Ada notifikasi masuk. Si calon pembeli tanya, "Kak, boleh liat foto barangnya yang warna merah?" Dengan sisa tenaga yang ada, kamu buka galeri yang isinya sudah campur aduk antara foto dagangan, meme kucing, sampai screenshot bukti transfer. Kamu scroll ke bawah, ke atas, sampai jari keriting, tapi foto yang dicari nggak ketemu-ketemu juga. Akhirnya si pembeli kabur karena kelamaan nunggu. Nyesek, kan?
Jujur saja, jualan di WhatsApp itu gampang-gampang susah. Gampangnya karena hampir semua orang punya aplikasinya. Susahnya, kalau kita masih pakai cara manual alias kirim foto satu per satu setiap ada yang tanya, kita bakal habis waktu cuma buat urusan administrasi yang sebenernya bisa diotomatisasi. Nah, di sinilah fitur Katalog WhatsApp Business masuk sebagai penyelamat. Anggap saja ini etalase toko digital yang buka 24 jam tanpa perlu kamu jagain sambil ngopi.
Kenapa Sih Harus Pakai Katalog? Emang Penting?
Mungkin ada yang mikir, "Ah, ribet amat, mending kirim foto langsung." Eits, tunggu dulu. Di zaman yang serba instan ini, pembeli itu tipenya males nanya-nanya hal dasar. Mereka pengen liat harga, spek, dan foto barang secepat kilat. Kalau kamu punya katalog, mereka bisa window shopping dulu sendiri di profil WA kamu tanpa perlu memulai percakapan yang kadang bikin awkward.
Selain kelihatan lebih profesional dan nggak kaleng-kaleng, fitur ini juga bikin memori HP pembeli aman. Mereka nggak perlu download foto yang kamu kirim bertubi-tubi cuma buat liat model baju. Jadi, nggak ada lagi tuh alasan pembeli marah-marah gara-gara memorinya penuh gara-gara jualanmu. Win-win solution, kan?
Langkah Praktis Bikin Katalog
Tenang, bikin katalog ini nggak butuh skill coding atau harus lulusan teknik informatika. Cukup modal jempol dan kuota internet. Yuk, ikuti langkah-langkah sat-set berikut ini:
- Buka WhatsApp Business: Pastikan kamu pakai versi Business, ya, bukan yang biasa. Kalau belum punya, tinggal migrasi saja. Data chat aman kok, asal di-backup dulu.
- Masuk ke Fitur Bisnis: Klik titik tiga di pojok kanan atas (atau ikon gerigi kalau di iPhone), lalu pilih 'Fitur Bisnis' atau 'Business Tools'.
- Pilih Katalog: Klik menu 'Katalog'. Kalau kamu baru pertama kali, tampilannya bakal kosong melompong kayak dompet di akhir bulan. Klik 'Tambah Produk Baru'.
- Upload Foto Produk: Di sini kuncinya. Masukkan foto terbaikmu. Kamu bisa masukin sampai 10 foto per satu item. Saran saya, ambil foto dari berbagai angle biar pembeli nggak curiga.
- Isi Detail Produk: Masukkan nama produk yang jelas. Jangan cuma 'Baju Bagus', tapi 'Kemeja Flanel Slim Fit Navy'. Masukkan juga harganya. Jangan pelit info, ya!
- Klik Simpan: Begitu klik simpan, produkmu bakal ditinjau sebentar oleh pihak WhatsApp (biar nggak ada yang jualan barang aneh-aneh). Biasanya cuma hitungan menit, produkmu sudah mejeng dengan gagah.
Seni Foto Produk: Biar Nggak Kayak Jualan di Pasar Kaget
Ada sedikit opini pribadi nih: sebagus apa pun barang yang kamu jual, kalau fotonya burem atau background-nya piring kotor bekas makan, orang bakal males beli. Kamu nggak perlu kamera DSLR harga puluhan juta kok. Pakai HP pun jadi, asal tahu triknya. Gunakan cahaya alami matahari, pagi jam 8 sampai 10 itu golden time banget buat motret produk.
Usahakan background-nya bersih atau minimal nggak ganggu fokus mata. Pakai kain putih atau lantai kayu aesthetic juga sudah cukup buat bikin barang kelihatan mahal. Inget, di dunia digital, orang 'makan' pakai mata dulu baru pakai dompet. Jadi, investasi sedikit waktu buat foto itu wajib hukumnya.
Organisir dengan Koleksi: Biar Nggak Berantakan
Kalau jualanmu sudah banyak, misalnya ada baju, celana, hijab, sampai aksesoris, jangan dicampur jadi satu adonan. WhatsApp punya fitur 'Koleksi'. Ini fungsinya kayak kategori di marketplace. Kamu bisa kelompokkan 'Koleksi Lebaran', 'Diskon Cuci Gudang', atau 'Best Seller'. Ini memudahkan pembeli buat navigasi. Semakin gampang pembeli nemu barang yang mereka cari, semakin besar kemungkinan mereka buat langsung 'checkout'.
Cara Promosiin Katalog Biar Cuan Maksimal
Sudah punya katalog kece tapi nggak ada yang liat? Ya sama saja bohong. Manfaatkan fitur 'Bagikan Tautan'. Kamu bisa share link katalog kamu ke Status WhatsApp, grup keluarga (eh, kalau nggak dilarang admin ya), atau taruh di bio Instagram. Jadi, pas orang klik link itu, mereka langsung diarahkan ke etalase bisnismu.
Salah satu trik yang sering saya lihat dipakai seller sukses adalah dengan menyematkan katalog di fitur Greeting Message. Jadi setiap ada orang baru yang chat "P", mereka bakal dapet balesan otomatis yang isinya, "Halo! Silakan cek koleksi terbaru kami di sini ya [Link Katalog]". Taktis banget, kan?
Kesimpulan: Gaskeun Sekarang Juga!
Jualan di era sekarang itu bukan cuma soal siapa yang barangnya paling murah, tapi siapa yang paling memudahkan pembeli. Fitur Katalog di WhatsApp Business ini adalah jalan pintas buat kamu yang pengen tampil profesional tanpa modal besar. Dengan pengelolaan yang rapi, deskripsi yang jujur, dan foto yang ciamik, katalog ini bakal jadi asisten pribadi yang nggak pernah capek jualan buat kamu.
Jadi, tunggu apa lagi? Daripada waktu habis buat balas chat yang berulang-ulang, mending sekarang buka HP, rapihin foto produk, dan mulai bangun katalog bisnismu sendiri. Jangan sampai kompetitor sebelah sudah pakai katalog, kamu masih sibuk nyari foto di galeri yang ketumpuk screenshot meme. Yuk, gaskeun biar jualan makin laris manis!
Next News

Penyebab Earphone Cepat Rusak dan Tips Merawatnya Biar Awet
in 37 minutes

Jangan Biarkan Telinga 'Pedas'! Tips Memilih Perangkat Audio Berdasarkan Anatomi Kupingmu
an hour ago

Waspada Tuli Dini! Cara Memilih Earphone yang Aman Bagi Telinga
3 hours ago

Stop Distraksi! Trik Mengatur Mode Fokus di iPhone & Android
15 hours ago

Jangan Panik! Ini 3 Cara Ubah HP Kamu Jadi Remote TV dan AC
3 days ago

Capek Balas Chat P? Aktifkan Fitur Auto-Reply Sekarang Juga
3 days ago

Hasil Foto Kayak di Dalam Kukusan? Cek 3 Langkah Jernihin Kameramu!
2 days ago

Review Kaca Film Rumah, Benarkah Bisa Menurunkan Tagihan Listrik?
2 days ago

Storage HP Sering Penuh? Cek File Tersembunyi Berikut Ini
5 days ago

Layar HP Macet? Jangan Buru-Buru ke Servis! Coba 7 Langkah Pertolongan Pertama Ini
6 days ago






