Ceritra
Ceritra Warga

Budi Utomo: Ormas Pertama yang Mengubah Sejarah Indonesia

Nuryadi - Saturday, 27 December 2025 | 01:00 PM

Background
Budi Utomo: Ormas Pertama yang Mengubah Sejarah Indonesia
20 Mei Jadi Hari Lahirnya Budi Utomo, Tonggak Awal Pergerakan Nasional Indonesia (https://infogarut.id/20-mei-jadi-hari-lahirnya-budi-utomo-tonggak-awal-pergerakan-nasional-indonesia/)

Ormas Pertama yang Ada di Indonesia: Budi Utomo, Jejak Sejarah yang Membara

Siapa yang bilang sejarah Indonesia cuma tentang peperangan atau revolusi? Ada satu cerita yang lebih "keren" daripada pertempuran, yakni kisah lahirnya ormas pertama yang membawa perubahan, Budi Utomo. Didirikan di Jakarta (kali itu Batavia) pada tahun 1908, Budi Utomo tidak sekadar menjadi sebuah organisasi, tapi juga "tanda bahu" bagi generasi muda yang mulai peka akan dunia dan bangsa.

Bayangkan suasana Batavia di awal abad ke-20: kolonialisme Belanda masih menyalakan lampu gedung-gedung resmi, sementara para mahasiswa, pemuda, dan perempuan yang haus akan kebebasan sedang meremas‑meremas kertas. Di tengah suasana seperti ini, Raden Adipati Soekawati – yang sebenarnya adalah pemuda muda yang gemar baca buku dan menulis puisi – memutuskan untuk tidak hanya sekadar menulis, tapi membuat gerakan.

Gagasan Budi Utomo: "Pendidikan, Moral, dan Kebudayaan"

Soekawati, bersama beberapa temannya, memutuskan untuk mengangkat tiga pilar utama: pendidikan, moral, dan kebudayaan. "Kita butuh belajar untuk memahami dunia, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang jujur dan beretika," ujarnya pada saat pertemuan pertama. Ide ini sederhana, tapi berpotensi besar menggerakkan generasi yang belum pernah mencicipi kebebasan dalam pikiran.

Organisasi ini mulai dengan kumpulan mahasiswa SMA dan perguruan tinggi yang kemudian menulis surat kabar sendiri, memproduksi majalah, dan mengadakan diskusi tentang sejarah Indonesia. Tidak ada yang mengatakan, "Ah, ini cuma kelompok kecil." Namun, seiring berjalannya waktu, Budi Utomo mulai menarik perhatian para pejabat Belanda yang menyadari bahwa generasi muda ini bukan sekadar anak-anak biasa, melainkan "sumber potensial" yang bisa memicu perubahan sosial.

Budi Utomo dan "Tirai Kebebasan"

Ormas ini tidak menunggu saat yang tepat untuk "mengangkat" kebebasan. Ia secara aktif membahas peran wanita, memperjuangkan hak atas pendidikan, dan menentang rasialisme. Bahkan, pada tahun 1912, Budi Utomo menjadi pilar pertama dalam organisasi pemuda yang menuntut hak voting bagi pribumi. Meskipun belum menjadi kemenangan yang mutlak, gerakan ini menyalakan semangat yang kemudian mengalir ke gerakan nasionalisme lebih besar.

"Kita menyalakan lilin kecil, namun lilin itu cukup menembus gelap kebijakan kolonial," kata seorang anggota senior Budi Utomo, yang dulu pernah menjadi guru di Jakarta. "Ormas ini memberi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari aksi kecil."

Pengaruh Budi Utomo: Dari Pemuda ke Gerakan Nasional

Bagaimana Budi Utomo bisa melampaui batasannya? Jawabannya sederhana: melalui kolaborasi. Budi Utomo bekerja sama dengan ormas-ormas lain seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, dan Tiongkok. Ini membentuk jaringan yang lebih besar, yang kemudian menandai tonggak penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Jadi, ketika kita berbicara tentang "ormas pertama yang ada di Indonesia," bukan hanya sekadar menyebut nama. Budi Utomo adalah batu loncatan bagi generasi selanjutnya, yang membawa semangat "berpikir kritis" dan "berani bertindak" ke dalam sejarah. Tanpa Budi Utomo, kita mungkin masih berada di bawah pengaruh kolonial yang lebih lama dan kurang berani merobek batasan.

Kenapa Kita Harus Mengingat Budi Utomo?

Setiap generasi memiliki "pahlawan" yang tersembunyi dalam sejarah. Budi Utomo, meski terlihat sederhana, berperan sebagai pionir bagi gerakan kebebasan. Berikut beberapa alasan mengapa kita perlu mengenangnya:

  • Inovasi Pendidikan: Mereka mengusulkan kurikulum yang lebih humanis, yang membuka mata generasi muda pada potensi Indonesia.
  • Inklusi Gender: Budi Utomo membuka ruang bagi perempuan, menjauhkan pemisahan gender dalam pendidikan.
  • Model Organisasi: Mereka menunjukkan bagaimana ormas bisa bersifat lintas sosial dan lintas etnis, membangun solidaritas.
  • Inspirasi Kebangkitan: Cerita mereka memberi energi bagi gerakan proklamasi 1945.

Di zaman sekarang, ketika kita berhadapan dengan tantangan sosial, politik, dan bahkan pandemi, cerita Budi Utomo tetap relevan. Mereka mengajarkan bahwa perubahan tidak selalu harus melalui revolusi besar. Kadang, cukup dengan "membuka mata" dan "mengangkat suara" dalam diskusi kecil.

Kesimpulan: Dari Kertas ke Kebebasan

Budi Utomo mungkin terlihat seperti catatan sejarah di balik buku-buku tua, namun peran mereka jauh lebih luas. Seperti sebuah cerita yang disebarkan lewat radio, film, atau buku, cerita ini menunjukkan bahwa ormas pertama di Indonesia bukan hanya tentang "membuat nama." Itu tentang memberi "bantuan" bagi generasi muda untuk menantang norma, memperjuangkan hak, dan menginspirasi bangsa.

Jadi, selamat datang di dunia ormas pertama Indonesia! Meski sekarang ormas sudah beraneka ragam, pelajaran yang didapatkan tetap sama: tekad, semangat, dan kolaborasi. Mari kita terus belajar dari sejarah Budi Utomo dan terus menciptakan ormas modern yang berdampak positif bagi Indonesia. Apapun nama atau visinya, yang penting kita tetap "berpikir, berbicara, dan bertindak."

Logo Radio
🔴 Radio Live