Banjir Bukan Salah Hujan Semata, Mari Cek Kembali Kelancaran Selokan di Depan Rumah!
Refa - Monday, 15 December 2025 | 01:00 PM


Saat langit mulai mendung dan hujan deras turun, perasaan was-was sering kali muncul. Bayangan air selokan yang meluap ke jalan, masuk ke garasi, hingga membawa aroma tak sedap menjadi ketakutan banyak orang.
Sering kali, jari telunjuk langsung mengarah ke pemerintah kota atau curah hujan yang terlalu tinggi. Padahal, penyebab utama banjir lokal sering kali berada tepat di depan pagar rumah sendiri. Saluran air atau got yang mampet adalah bom waktu yang kita racik sendiri tanpa sadar.
Fenomena Menutup Got Secara Permanen
Salah satu masalah terbesar di perumahan masa kini adalah tren menutup saluran air dengan cor beton permanen. Alasannya beragam, mulai dari demi memperluas area parkir, agar terlihat rapi, atau supaya tidak bau.
Memang terlihat bersih di permukaan, namun tindakan ini sebenarnya berbahaya. Menutup selokan secara permanen tanpa menyisakan lubang kontrol (manhole) sama saja dengan menyembunyikan masalah. Ketika sampah menumpuk atau ada endapan lumpur di bawah sana, tidak ada yang bisa melihat dan membersihkannya. Akibatnya, saat debit air tinggi, air tidak punya jalan lewat dan akhirnya meluap ke jalanan.
Ingatlah bahwa saluran air adalah infrastruktur publik yang saling terhubung dari hulu ke hilir. Sumbatan di satu rumah bisa menyebabkan banjir di lima rumah tetangga lainnya.
Bahaya Limbah "Kolesterol" Dapur
Selain sampah plastik, musuh senyap saluran air adalah limbah dapur, terutama minyak jelantah dan sisa lemak daging.
Banyak yang mengira menyiram sisa kuah berlemak atau minyak ke wastafel itu aman karena bentuknya cair. Padahal, begitu masuk ke saluran yang dingin, lemak tersebut akan membeku dan mengeras layaknya lilin. Lama-kelamaan, gumpalan lemak ini akan menempel di dinding pipa, menjebak sampah lain, dan akhirnya menutup total aliran air. Ini ibarat pembuluh darah yang tersumbat kolesterol; dampaknya bisa fatal.
Mari Ubah Kebiasaan Demi Kenyamanan Bersama
Mencegah banjir dan bau selokan sebenarnya bisa dimulai dengan langkah sederhana dari rumah masing-masing:
- Jangan Dicor Mati. Jika ingin menutup selokan demi estetika atau akses kendaraan, gunakanlah penutup besi (grill) atau beton yang bisa diangkat. Pastikan ada bak kontrol setiap beberapa meter agar petugas kebersihan atau warga bisa mengeruk lumpur dengan mudah saat kerja bakti.
- Saring Lemak Dapur. Jangan membuang sisa minyak goreng langsung ke lubang cuci piring. Tampung sisa minyak di wadah terpisah, atau pasang penyaring lemak (grease trap) sederhana di bawah wastafel.
- Got Bukan Tempat Sampah. Puntung rokok, bungkus permen, atau pasir sisa renovasi rumah sering kali disapu masuk ke dalam lubang got. Hentikan kebiasaan ini. Sampah sekecil apa pun akan berkumpul di hilir dan menjadi bendungan sampah.
Saluran air di depan rumah bukanlah tempat pembuangan akhir, melainkan jalur sirkulasi yang harus dijaga kelancarannya. Dengan menjaga got tetap mengalir, kita tidak hanya menyelamatkan rumah sendiri dari banjir, tapi juga menjaga kerukunan dengan tetangga. Mari rawat "sungai kecil" di depan rumah kita agar lingkungan tetap asri dan bebas genangan.
Next News

Cek 5 Gejala Freon Habis Ini Agar Servis Gak Sampai Jutaan
17 hours ago

Wangi Hotel Bintang Lima Tanpa Kimia! Rahasia Rebusan Kulit Jeruk & Kayu Manis
4 hours ago

Bagaimana Segelas Air Hangat Menyelamatkanmu dari GERD Saat Berpuasa?
3 hours ago

Jangan Salah Sisi! Bahaya Tidur Miring ke Kanan Setelah Sahur
2 hours ago

Jaket Vintage Bau? Ini Cara Membersihkannya Tanpa Merusak
5 hours ago

Diet Garam Nggak Harus Hambar! 5 Bahan Alami Ini Bikin Masakan Tetap Gurih Maksimal
6 hours ago

Daftar Makanan Tinggi Natrium yang Sering Tidak Disadari Ada di Meja Buka Puasa
7 hours ago

Waspada Tensi Melonjak! Rahasia Labu Siam dan Timun Sebagai Penawar Bom Gula Ramadan
7 hours ago

Tips Mencuci Baju Biar Nggak Luntur, Jangan Sampai Menyesal
8 hours ago

Bukan Bersih, Ternyata Cara Setrika Ini Bikin Kemeja Jadi Kuning
9 hours ago






