Ceritra
Ceritra Warga

Zakat Fitrah Pakai Beras atau Uang? Panduan Praktis Mazhab Syafi'i & Hanafi untuk Muslim

Refa - Sunday, 01 February 2026 | 08:30 PM

Background
Zakat Fitrah Pakai Beras atau Uang? Panduan Praktis Mazhab Syafi'i & Hanafi untuk Muslim
Ilustrasi zakat (Pinterest/pexels)

Bingung Bayar Zakat Fitrah Pakai Beras atau Uang? Ini Panduan Praktisnya

Setiap akhir Ramadan, orang-orang di Indonesia sibuk menghitung berapa kilogram beras yang harus disumbangkan atau berapa uang tunai yang harus diambil dari tabungan. Ternyata, meskipun sudah banyak dituliskan di buku agama dan blog, masih banyak yang kebingungan, "Mestiin kan lebih baik kasih beras? Atau uang lebih praktis?"

Kenapa Ini Penting? Zakat Fitrah, Wajib Mengetahui

Menit ke menit, setengah bulan diisi dengan puasa, doa, dan takjil. Setelah syurga terasa di setiap gigitannya, datanglah kewajiban zakat fitrah yang tidak boleh dilewatkan. Zakat ini bukan sekadar kebaikan, melainkan kewajiban yang dijelaskan dalam Al-Qur'an (Surah Al-Baqarah, 2:183‑184) dan hadis. Bagi sebagian orang, ketidaktahuan tentang cara pembayaran menambah beban psikologis. Jadi, mengetahui apakah lebih efisien menggunakan beras atau uang, dan kapan waktu terbaiknya, memang penting.

Mazhab Syafi'i vs. Hanafi: Mana Afdal?

Di Indonesia, dua mazhab yang paling berpengaruh adalah Syafi'i dan Hanafi. Keduanya punya pandangan yang cukup serupa, namun ada beberapa nuansa yang bisa bikin kamu mikir dua kali.

  • Syafi'i: "Zakat fitrah dapat dibayar dengan beras 2,5 kg atau dengan uang setara." Menurut al-Qur'an, yang paling jelas adalah memberi beras. Namun, syafii memperbolehkan uang bila beras sulit didapatkan. Keterbatasan logistik, seperti ketidaktersediaan beras di daerah tertentu, menjadi alasan utama mengizinkan pembayaran uang.
  • Hanafi: "Zakat fitrah seharusnya diberikan dalam bentuk beras 2,5 kg, tetapi jika tidak memungkinkan, maka uang setara boleh diterima." Hanafi menekankan bahwa bentuk aslinya adalah beras, karena itu lebih mudah diganti menjadi makanan. Tetapi, jika situasi ekonomi membuat beras mahal, uang bisa disetujui.

Kesimpulannya? Baik Syafi'i maupun Hanafi setuju: beras lebih afdal, tapi uang juga diizinkan bila beras sulit didapatkan. Jadi, kalau kamu tinggal di kota besar dan beras 2,5 kg cukup mahal, uang juga tidak problem.

Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah

Waktu bukan satu-satunya faktor penting. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan untuk memastikan zakat fitrahmu tidak tergolong sedekah biasa.

  • Segera setelah puasah: Karena tujuannya adalah membersihkan puasa yang sudah dihabiskan. Lebih baik bayar sebelum malam tarawih, sebelum kamu melanjutkan ibadah sunnah.
  • Hingga batas hari: Kewajiban zakat fitrah ditetapkan pada akhir Ramadan. Kalau masih lewat tanggal 30 Ramadan, cobalah secepatnya. Jika terlambat, ia akan menjadi sedekah biasa.
  • Di tempat yang paling memudahkan: Jika ada lembaga zakat, masjid, atau yayasan yang menerima pembayaran, pakai fasilitas mereka. Mereka biasanya punya prosedur yang lebih terstruktur dan bisa mengkonversi uang menjadi bantuan kebutuhan pokok.

Di samping itu, jangan tunda-tunda sampai akhir‑akhir. Beberapa orang biasanya menunggu sampai akhir hari, lalu malah terlambat. Karena itu, rencanakan pembayaranmu setidaknya satu hari sebelum tanggal 30 Ramadan.

Bagaimana Cara Memilih: Beras atau Uang?

Berikut ini beberapa pertimbangan yang bisa membantu kamu memutuskan.

  • Ketersediaan: Apakah beras 2,5 kg tersedia di pasar terdekat? Jika tidak, uang menjadi pilihan praktis.
  • Harga: Di beberapa daerah, harga beras meningkat drastis di bulan Ramadan. Uang memberi fleksibilitas.
  • Logistik: Jika kamu tinggal di daerah terpencil, transportasi beras bisa sulit. Uang lebih mudah dikirim.
  • Rasa pribadi: Ada yang merasa lebih memuaskan memberi beras karena langsung terlihat. Ada juga yang merasa lebih efisien memberi uang.

Jika kamu memutuskan memberi beras, pastikan berasnya bersih, tanpa hama, dan cukup. Jika memberi uang, cek dulu nominalnya. Biasanya 2,5 kg beras setara dengan sekitar 50.000–80.000 rupiah, tergantung harga pasar. Tetapi, sebaiknya cek nilai resmi di lembaga zakat setempat, karena bisa berbeda.

Praktik Memasukkan Uang atau Beras ke Lembaga Zakat

Langkah mudah yang bisa kamu ikuti:

  • 1. Pilih lembaga zakat terdekat—biasanya masjid, rumah ibadah, atau yayasan yang sudah berdaftar.
  • 2. Tanyakan nominal yang tepat. Beberapa lembaga menggunakan tarif standar, sementara yang lain menyesuaikan dengan nilai pasar beras.
  • 3. Jika memilih uang, pilih pembayaran yang aman—transfer bank, OVO, GoPay, atau kartu debit.
  • 4. Simpan bukti pembayaran. Ini penting agar kamu tahu zakat sudah dipenuhi.
  • 5. Jika memilih beras, pastikan membawa dalam wadah yang bersih dan kering. Serahkan langsung kepada petugas lembaga.

Dengan mengikuti prosedur ini, kamu tidak hanya memenuhi kewajiban tetapi juga memudahkan proses distribusi kepada yang membutuhkan.

Kesimpulan: Pilih Sesuai Kondisi, Tapi Pastikan Segera

Intinya, baik beras maupun uang boleh. Yang penting adalah nikmatnya pembayaran tepat waktu dan sesuai ketentuan mazhab yang kamu ikuti. Di akhir Ramadan, jangan biarkan keringat puasa kamu jadi sedekah biasa. Jika kamu masih bingung, tanya ke imam atau guru agama setempat. Mereka biasanya punya pengalaman lebih banyak dalam hal ini.

Berani memutuskan? Kalau kamu di kota besar, mungkin lebih praktis bayar uang, apalagi kalau beras 2,5 kg sulit didapat. Tapi, kalau kamu tinggal di daerah agraris atau dekat pasar, beras tetap pilihan afdal. Yang terpenting: bayar sebelum batas akhir, dan pastikan tujuannya membersihkan puasa yang sudah lewat.

Semoga artikel ini membantu dan membuatmu lebih tenang saat menunaikan zakat fitrah. Selamat menunaikan, semoga Allah menerima amalmu!

Logo Radio
🔴 Radio Live