Tren Kesehatan Jelang Puasa 2026 Menurut Halodoc
Nisrina - Monday, 02 February 2026 | 01:15 PM


Menyambut bulan suci Ramadan bukan hanya soal kesiapan spiritual dan mental saja. Kesiapan fisik memegang peranan yang sangat vital agar ibadah puasa dapat berjalan lancar selama satu bulan penuh. Tanpa tubuh yang bugar ibadah bisa terganggu dan aktivitas sehari hari pun menjadi tidak maksimal.
Platform kesehatan digital terkemuka Halodoc baru baru ini mengungkap data menarik mengenai perilaku kesehatan masyarakat Indonesia menjelang bulan puasa. Terdapat pola yang berulang setiap tahunnya di mana masyarakat mulai mencari solusi medis untuk beberapa keluhan spesifik.
Memahami tren ini sangat penting bagi kita semua. Dengan mengetahui masalah kesehatan apa yang paling sering muncul kita bisa melakukan langkah pencegahan sedini mungkin. Artikel ini akan mengupas tuntas temuan tersebut dan memberikan wawasan bagaimana menjaga tubuh tetap prima saat transisi pola makan terjadi.
Lonjakan Kasus Gangguan Pencernaan
Data menunjukkan bahwa tren yang paling mencolok menjelang dan selama awal puasa adalah meningkatnya konsultasi terkait masalah pencernaan. Keluhan seperti sakit maag dan Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD menduduki peringkat teratas dalam pencarian dan konsultasi dokter.
Hal ini sebenarnya sangat wajar terjadi mengingat adanya perubahan drastis pada jam biologis tubuh. Lambung yang biasanya terisi makanan secara teratur harus beradaptasi dengan kondisi kosong selama kurang lebih 13 jam. Bagi penderita asam lambung adaptasi ini bisa menjadi tantangan berat.
Masyarakat cenderung mulai berkonsultasi untuk meminta resep obat lambung atau sekadar mencari tips mengatur pola makan sahur dan berbuka yang aman. Dokter biasanya menyarankan untuk menghindari makanan yang terlalu pedas asam dan berlemak tinggi pada minggu minggu awal puasa untuk mencegah "kaget" pada sistem pencernaan.
Minat Tinggi pada Layanan Infus Booster
Selain konsultasi dokter tren lain yang meningkat pesat adalah permintaan layanan kesehatan di rumah atau Home Lab. Secara spesifik layanan pemberian vitamin melalui infus atau suntik vitamin C dan B Kompleks menjadi primadona baru.
Masyarakat modern yang sibuk menyadari bahwa asupan nutrisi dari makanan sahur saja terkadang tidak cukup untuk menopang stamina seharian. Oleh karena itu banyak yang memilih jalan pintas medis yang aman yaitu dengan melakukan infus immune booster.
Layanan ini diminati karena praktis. Petugas medis datang ke rumah dan pasien bisa mendapatkan asupan vitamin dosis tinggi yang langsung masuk ke pembuluh darah sehingga penyerapannya lebih optimal. Tujuannya jelas yaitu untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah lemas atau terserang flu saat berpuasa.
Masalah Kesehatan Kulit Akibat Dehidrasi
Aspek lain yang juga menjadi perhatian menjelang puasa adalah kesehatan kulit. Kurangnya asupan cairan di siang hari sering kali menyebabkan kulit menjadi kering kusam dan pecah pecah. Tren konsultasi dengan dokter spesialis kulit juga menunjukkan grafik peningkatan.
Banyak orang ingin tahu bagaimana cara menjaga kelembapan kulit meski tidak minum air seharian. Penggunaan produk perawatan kulit atau skincare yang tepat serta pengaturan asupan air saat malam hari menjadi topik diskusi yang hangat.
Halodoc mencatat bahwa kesadaran masyarakat untuk tampil segar saat Hari Raya Lebaran nanti dimulai sejak awal puasa. Oleh sebab itu perawatan kulit bukan lagi dianggap sekadar kosmetik melainkan bagian dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Perubahan Pola Tidur dan Konsultasi Gizi
Perubahan jam tidur karena harus bangun sahur sering kali memicu gangguan ritme sirkadian. Akibatnya banyak orang merasa kurang tidur lelah kronis dan sulit berkonsentrasi. Konsultasi mengenai manajemen waktu tidur dan tips mengatasi insomnia ringan juga kerap muncul.
Selain itu konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik juga diminati. Orang tua khususnya ingin memastikan anak anak mereka mendapatkan nutrisi yang cukup saat belajar berpuasa. Mereka mencari panduan menu sahur yang padat energi agar anak anak tetap aktif di sekolah meski sedang berpuasa.
Pentingnya Tindakan Preventif
Dari data tren kesehatan ini kita bisa menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya tindakan preventif atau pencegahan. Mereka tidak lagi menunggu sakit parah baru ke dokter melainkan sudah bersiap sedia sebelum penyakit itu datang.
Memanfaatkan layanan telemedisin seperti Halodoc sebelum puasa adalah langkah cerdas. Anda bisa melakukan cek kesehatan dasar menebus obat rutin bagi yang memiliki penyakit bawaan dan berkonsultasi tentang strategi menjaga kebugaran.
Persiapan fisik yang matang adalah investasi agar Ramadan tahun ini menjadi lebih bermakna. Jangan biarkan sakit maag atau kelelahan menghalangi Anda mengejar pahala di bulan yang penuh berkah ini. Mulailah atur pola hidup sehat dari sekarang.
Next News

Mengenal Ular Siput Jerapah Si Ahli Kamuflase Hutan Jawa
in 6 hours

Panduan Lengkap Jenis Kerjasama Ekonomi Syariah dan Pengertiannya
in 5 hours

Jam Kerja Habis, Notifikasi Tetap Bunyi? Saatnya Pasang Boundaries
in 7 hours

Managing Up: Strategi Menghadapi Atasan Micromanagement Tanpa Konflik
in 6 hours

Tahu Nilai Dirimu! Panduan Taktis Meminta Kenaikan Gaji dan Benefit Secara Profesional
in 5 hours

Rahasia Bikin Mi Instan Lebih Sehat dengan Modifikasi Bumbu
in 4 hours

Kelinci Amami Fosil Hidup Langka yang Bertahan Enam Juta Tahun
in 3 hours

Sering Kembung dan Mual Saat Puasa? Coba 5 Minuman Herbal Ini untuk Menetralkan Asam Lambung
in 3 hours

Fakta Ilmiah Kuda Mampu Deteksi Rasa Takut Manusia
in 2 hours

Bebas Perih! Resep Salad Buah Sahur yang Aman untuk Lambung Sensitif
in 2 hours






