Ceritra
Ceritra Warga

Baju Lama, Gaya Baru: Kok Thrifting Masih Jadi Rebutan?

- Friday, 31 October 2025 | 03:00 PM

Background
Baju Lama, Gaya Baru: Kok Thrifting Masih Jadi Rebutan?

Di tengah banjir fast fashion, pakaian bekas justru makin digemari. Meski tren fashion berubah cepat, thrifting tetap hidup dan ramai. Rak-rak baju bekas terus diserbu anak muda yang berburu gaya unik, harga miring, dan cerita di balik setiap kain yang sudah lebih dulu punya perjalanan.


Di pasar offline hingga akun Instagram kecil, thrifting tak pernah sepi. Gen Z menyebutnya cara paling seru menemukan outfit yang "nggak pasaran". Banyak yang merasa pakaian bekas punya karakter yang tak bisa ditemui di brand baru. "Rasanya kayak dapet harta karun," kata Vika (20), yang rutin berburu jaket vintage tiap akhir pekan.


Selain sisi estetika, alasan ekonomi juga tak bisa diabaikan. Di tengah harga pakaian yang terus naik, thrifting menawarkan pilihan hemat tanpa mengurangi gaya. Para penjual mengatakan, permintaan justru meningkat setahun terakhir. "Yang nyari hoodie keren atau kemeja polos bagus banyak banget," ujar salah satu pedagang di Surabaya.


Dampaknya pun terasa di media sosial. Konten haul thrifting sering viral, mendorong lebih banyak orang mencoba peruntungan. Tren ini juga dianggap lebih ramah lingkungan karena memperpanjang umur pakaian yang masih layak pakai. Banyak komunitas mendorong thrifting sebagai cara sederhana menekan limbah fashion.


Pada akhirnya, thrifting bukan sekadar belanja murah—tapi perpaduan kreativitas, kesadaran, dan kesenangan menemukan hal tak terduga. Selama anak muda masih mencari gaya yang terasa "milik mereka sendiri", rak baju bekas sepertinya akan selalu punya tempat di hati dan lemari.

Logo Radio
🔴 Radio Live