Telinga Sakit Saat Menyelam? Ini Cara Melakukan Equalizing yang Benar dan Aman
Refa - Monday, 16 February 2026 | 11:00 AM


Pernahkah kamu merasa telinga seperti tertusuk atau tertekan hebat saat mencoba menyelam hanya sedalam 1–2 meter? Jangan dipaksakan, karena itu adalah tanda bahwa telinga kamu sedang mengalami Barotrauma, yaitu tekanan udara yang tidak seimbang antara lingkungan luar dan telinga bagian dalam.
Memahami teknik Equalizing (penyama tekanan) adalah keterampilan paling mendasar yang wajib dikuasai sebelum kamu mencoba freediving atau sekadar menyelam tipis-tipis di
Mengapa Telinga Terasa Sakit?
Air jauh lebih padat daripada udara. Saat kamu turun ke kedalaman, tekanan air meningkat secara drastis dan menekan gendang telingamu ke arah dalam.
- Hukum Fisika: Ruang udara di dalam telinga tengah akan menyusut volumenya seiring bertambahnya tekanan air. Jika volume ini tidak segera "diisi" kembali dengan udara, gendang telinga akan meregang secara paksa, menimbulkan rasa sakit, hingga risiko pecah gendang telinga.
- Penyebab Gagal Equalizing: Flu, pilek, atau alergi yang menyebabkan saluran Eustachius (saluran kecil yang menghubungkan telinga dengan tenggorokan) tersumbat oleh lendir.
Teknik Equalizing yang Benar
Tujuan dari teknik ini adalah memasukkan udara secara manual ke saluran Eustachius agar tekanan di dalam telinga sama dengan tekanan air di luar.
1. Teknik Valsalva (Paling Umum)
Ini adalah teknik yang paling banyak diajarkan kepada pemula.
- Caranya: Tutup hidungmu dengan jari (pencet cuping hidung), tutup mulut rapat-rapat, lalu tiupkan udara secara perlahan melalui hidung (seperti sedang membuang ingus, tapi hidung tertutup).
- Hasil: Kamu akan mendengar bunyi "pop" kecil di kedua telinga. Itu tandanya udara sudah masuk ke telinga tengah.
2. Teknik Frenzel (Lebih Aman untuk Menyelam Dalam)
Teknik ini lebih disukai oleh para freediver karena lebih efisien dan tidak menekan paru-paru.
- Caranya: Tutup hidung, lalu coba ucapkan huruf "K" atau "G" di pangkal tenggorokan. Gunakan bagian belakang lidah untuk mendorong udara ke arah atas tenggorokan.
- Hasil: Teknik ini menggerakkan katup saluran Eustachius dengan lebih lembut tanpa risiko cedera paru.
3. Menggerakkan Rahang atau Menelan
Beberapa orang bisa melakukan equalizing hanya dengan menggerakkan rahang ke kiri dan ke kanan, atau melakukan gerakan menelan ludah. Ini adalah cara yang paling natural namun tidak selalu berhasil bagi semua orang di kedalaman tertentu.
Aturan Emas Saat Melakukan Equalizing
- Lakukan Lebih Awal dan Sering (Equalize Early and Often): Jangan menunggu telinga sakit baru melakukan equalizing. Lakukan sesaat sebelum kepalamu masuk ke air, dan setiap setengah meter kamu turun ke bawah.
- Jangan Dipaksa: Jika telinga sudah terasa sakit tapi udara tetap tidak mau masuk, segera naik ke permukaan. Memaksa meniup terlalu keras saat telinga sakit bisa menyebabkan pecahnya gendang telinga atau trauma telinga dalam.
- Posisikan Kepala Tegak: Bagi pemula, melakukan equalizing jauh lebih mudah jika posisi kepala berada di atas (kaki di bawah). Menyelam dengan kepala lebih dulu (head-down) membuat tekanan darah meningkat di area sinus dan mempersulit proses penyamaan tekanan.
- Hindari Menyelam Saat Flu: Jika hidungmu tersumbat, saluran Eustachius akan membengkak, membuat equalizing hampir mustahil dilakukan.
Next News

Masa Golden Age Anak Penentu Utama Kesuksesan Tumbuh Kembang
in 7 hours

Misteri 10 Makhluk Laut Paling Mengerikan di Dunia Nyata
in 6 hours

Keuntungan Low Maintenance Friendship Hubungan Sehat Bebas Drama
in 4 hours

Bahaya Mengerikan Bakar Sampah Plastik Pemicu Kanker Mematikan
in 3 hours

Kena Bulu Babi atau Tergores Karang? Ini Panduan Pertolongan Pertama yang Benar
11 days ago

Mengenal Undertow, Arus Bawah yang Sering Menjatuhkan Wisatawan di Bibir Pantai
in 7 hours

Panduan Nilai Luhur Jawa Pembentuk Pribadi Santun dan Bijaksana
in 2 hours

Refleksi Kehidupan Usia Senja Antara Keniscayaan dan Kebahagiaan
in an hour

Falsafah Jawa Kuno Denta Denti Kusuma Warsa Sarira Cakra dan Makna Keadilan
4 minutes ago

Cara Mendeteksi Rip Current dan Arus Bawah Laut dari Permukaan
in 6 hours






