Tak Ada Lagi Parkir Mahal dan Ribet! Memahami Tren Digitalisasi Parkir di Kota Besar
Nisrina - Wednesday, 10 December 2025 | 05:00 PM


Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah maju dalam modernisasi layanan publik dengan mengumumkan rencana penerapan sistem parkir digital secara bertahap mulai tahun 2026. Keputusan ini menunjukkan tren global kota-kota besar untuk beralih dari sistem parkir konvensional yang rentan kebocoran dan kemacetan, menuju solusi berbasis teknologi.
Meskipun sistem ini akan diimplementasikan di masa depan, penting bagi masyarakat untuk memahami mengapa digitalisasi parkir adalah langkah krusial dan bukan sekadar perubahan gaya: ini adalah bagian dari Hak Warga Negara atas layanan publik yang transparan dan efisien.
Berikut adalah tiga alasan utama mengapa peralihan ke parkir digital adalah kebutuhan evergreen bagi setiap kota metropolitan:
1. Mewujudkan Transparansi dan Menekan Potensi Pungli (Korupsi Kecil)
Sistem parkir konvensional sangat rentan terhadap praktik pungutan liar (pungli) di lapangan. Tarif yang tidak sesuai, karcis palsu, atau bahkan tanpa karcis sama sekali adalah masalah yang merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Solusi Digital: Parkir digital (menggunakan aplikasi atau QRIS) menghilangkan transaksi tunai antara petugas dan pengguna. Pembayaran langsung masuk ke kas daerah. Ini adalah implementasi nilai antikorupsi dan transparansi yang wajib ada dalam setiap layanan publik modern.
- Hak Konsumen: Dengan sistem digital, pengguna memiliki bukti pembayaran yang jelas dan tarif yang pasti, menjamin Hak Konsumen untuk mendapatkan layanan yang jujur dan adil.
2. Efisiensi Lalu Lintas dan Pengurangan Kemacetan Kota
Berapa banyak waktu yang terbuang karena kita harus mencari uang tunai pas, menunggu petugas menghitung, atau mengantre di pintu keluar parkir? Waktu tunggu ini berkontribusi besar pada kemacetan dan polusi.
- Solusi Digital: Parkir digital memungkinkan pembayaran super cepat dan akurat (hanya hitungan detik). Di masa depan, sistem smart parking juga dapat diintegrasikan dengan aplikasi untuk menunjukkan lokasi parkir yang kosong (real-time).
- Dampak: Mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mencari parkir adalah cara efektif untuk mengurangi emisi kendaraan, mendukung Hak atas Lingkungan Hidup yang Lebih Bersih.
3. Integrasi Data untuk Perencanaan Kota yang Lebih Baik
Manfaat terbesar dari parkir digital adalah data. Setiap transaksi yang terekam digital menjadi data berharga bagi pemerintah kota.
- Pengambilan Kebijakan: Pemerintah dapat mengetahui secara pasti jam sibuk parkir di area tertentu, durasi rata-rata parkir, dan lokasi-lokasi yang kekurangan atau kelebihan lahan parkir.
- Perencanaan Masa Depan: Data ini sangat penting untuk perencanaan transportasi umum, pembangunan infrastruktur baru, dan pengembangan kebijakan Kota Pintar (Smart City) yang responsif terhadap kebutuhan warganya.
Penerapan parkir digital, seperti yang direncanakan di Surabaya, adalah bukti komitmen kota untuk memberikan layanan publik yang modern, adil, dan efisien. Ini adalah tren masa depan yang akan diikuti oleh banyak kota lain di Indonesia.
Next News

Tak Punya Pohon Kakao, Tapi Swiss Jadi Raja Cokelat Dunia, Ini Rahasianya
2 hours ago

Di Balik Keputusan Elon Musk Membungkam Sisi Liar Grok
4 hours ago

Strategi Evelyn Afnilia Membidik Momen Emas Lebaran 2026 Lewat 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
4 hours ago

FIX! Jakarta Masuk Daftar, BTS Resmi Gelar Tur Dunia 2026!
5 hours ago

Kim Hye Yoon dan Park Solomon Hadirkan Romansa Fantasi Segar dalam 'No Tail to Tell'
7 hours ago

Selamat Tinggal Konten Toxic! Fitur Reset Instagram Ini Jadi Penyelamat Mental Health Kamu
9 hours ago

Donald Trump Mau Beli Greenland, NATO Diancam Bubar: Emangnya Ini Jual Beli Tanah Kavling di Citayam?
8 hours ago

Awas Tertipu! Video dari Google Veo 3.1 Saking Realistisnya Sampai Butuh Tanda Khusus
10 hours ago

Era Baru TikTok Shop 2026, Awas Kerkun 'Shadowban Duit'!
a day ago

Bangkit dari Sorotan Miring, Go Min Si Siap Mengguncang Bioskop Lewat Film 'Moral Family'
a day ago





