Surabaya Diguyur Hujan Terus, DBD hingga Leptospirosis Mengintai


Januari 2026 ditandai dengan intensitas hujan yang tinggi mengguyur Surabaya dan sekitarnya hampir setiap hari. Suhu yang lembap dan genangan air di mana-mana bukan hanya bikin macet, tapi juga menjadi "karpet merah" bagi berbagai bibit penyakit.
Para dokter dan praktisi kesehatan masyarakat mengingatkan warga untuk tidak lengah. Perubahan suhu drastis sering kali membuat sistem imun tubuh drop, sementara bakteri dan virus justru berpesta pora. Jangan sampai terlambat, kenali musuh-musuh kesehatan yang siap menyerang saat langit mendung.
Berikut adalah daftar penyakit "musiman" yang wajib diwaspadai agar tidak berakhir di ruang rawat inap:
1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Hujan turun, genangan muncul, nyamuk Aedes aegypti bertelur. Rumus lama ini masih menjadi ancaman utama. Dokter mengingatkan bahwa fase kritis DBD sering kali mengecoh; demam turun di hari ke-3 atau ke-4 justru menandakan masa paling berbahaya (syok).
Jangan hanya sibuk fogging. Gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus pakai lotion antinyamuk) di dalam rumah jauh lebih efektif memutus rantai hidup nyamuk belang ini.
2. Leptospirosis
Ini yang paling sering diremehkan namun fatal. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira ini menyebar melalui air kencing hewan pengerat (tikus) yang bercampur dengan air banjir/genangan.
Bagi warga yang rumahnya kebanjiran atau sering menerobos genangan air tanpa alas kaki (sepatu boots), risiko tertular sangat tinggi. Gejalanya mirip flu tapi disertai nyeri otot betis yang hebat dan mata memerah. Jika terlambat ditangani, bisa menyebabkan gagal ginjal hingga kematian.
3. Diare dan Tifus
Curah hujan tinggi sering kali mencemari sumber air bersih. Bakteri Salmonella typhi (penyebab tifus) dan E. coli mudah menyusup ke makanan atau air minum yang tidak higienis.
Dokter menyarankan untuk berhenti "jajan sembarangan" di pinggir jalan yang terbuka, terutama saat angin kencang membawa debu dan lalat. Pastikan air minum dimasak hingga benar-benar mendidih.
4. ISPA dan Influenza
Udara dingin dan lembap adalah inkubator sempurna bagi virus flu. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi keluhan paling umum di Puskesmas saat ini. Meski terlihat ringan, flu berat bisa melumpuhkan aktivitas dan sangat berbahaya bagi balita serta lansia.
5. Penyakit Kulit Gatal "Kutu Air"
Kaki yang terlalu lama terendam air hujan atau sepatu yang basah lembap memicu infeksi jamur (kutu air). Selain gatal yang menyiksa, garukan pada kulit yang luka bisa memicu infeksi sekunder bakteri. Selalu keringkan kaki dan sela-sela jari segera setelah sampai di tempat tujuan.
Next News

Bukan Sekadar Bedak, Makeup Adalah Rekaman Sejarah
a month ago

Mendengarkan Musik Saat Berkendara: Bikin Fokus atau Justru Bahaya?
a month ago

Transformasi Artis: Tinggalkan Panggung Demi Kursi Politik
a month ago

Waspada Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan dan Cat Mobil
a month ago

Dari War Tiket ke OOTD: Rahasia Dibalik Ritual Konser Masa Kini
a month ago

Mahalnya Harga di Balik Wajah yang "Nggak Pakai Apa-Apa"
a month ago

Akademik vs Praktisi: Rahasia Memilih Sekolah yang Tepat
a month ago

Alasan Kenapa Makanan Bioskop Lebih Mahal Daripada Tiket Film Yang Dijual
a month ago

Kenapa Film Horor Selalu Laris di Indonesia? Membedah Fenomena Genre Paling Konsisten
a month ago

Kenapa Abu Vulkanik Sangat Berbahaya Bagi Mesin Pesawat?
a month ago

