Surabaya Diguyur Hujan Terus, DBD hingga Leptospirosis Mengintai
Refa - Friday, 23 January 2026 | 11:00 AM


Januari 2026 ditandai dengan intensitas hujan yang tinggi mengguyur Surabaya dan sekitarnya hampir setiap hari. Suhu yang lembap dan genangan air di mana-mana bukan hanya bikin macet, tapi juga menjadi "karpet merah" bagi berbagai bibit penyakit.
Para dokter dan praktisi kesehatan masyarakat mengingatkan warga untuk tidak lengah. Perubahan suhu drastis sering kali membuat sistem imun tubuh drop, sementara bakteri dan virus justru berpesta pora. Jangan sampai terlambat, kenali musuh-musuh kesehatan yang siap menyerang saat langit mendung.
Berikut adalah daftar penyakit "musiman" yang wajib diwaspadai agar tidak berakhir di ruang rawat inap:
1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Hujan turun, genangan muncul, nyamuk Aedes aegypti bertelur. Rumus lama ini masih menjadi ancaman utama. Dokter mengingatkan bahwa fase kritis DBD sering kali mengecoh; demam turun di hari ke-3 atau ke-4 justru menandakan masa paling berbahaya (syok).
Jangan hanya sibuk fogging. Gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus pakai lotion antinyamuk) di dalam rumah jauh lebih efektif memutus rantai hidup nyamuk belang ini.
2. Leptospirosis
Ini yang paling sering diremehkan namun fatal. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira ini menyebar melalui air kencing hewan pengerat (tikus) yang bercampur dengan air banjir/genangan.
Bagi warga yang rumahnya kebanjiran atau sering menerobos genangan air tanpa alas kaki (sepatu boots), risiko tertular sangat tinggi. Gejalanya mirip flu tapi disertai nyeri otot betis yang hebat dan mata memerah. Jika terlambat ditangani, bisa menyebabkan gagal ginjal hingga kematian.
3. Diare dan Tifus
Curah hujan tinggi sering kali mencemari sumber air bersih. Bakteri Salmonella typhi (penyebab tifus) dan E. coli mudah menyusup ke makanan atau air minum yang tidak higienis.
Dokter menyarankan untuk berhenti "jajan sembarangan" di pinggir jalan yang terbuka, terutama saat angin kencang membawa debu dan lalat. Pastikan air minum dimasak hingga benar-benar mendidih.
4. ISPA dan Influenza
Udara dingin dan lembap adalah inkubator sempurna bagi virus flu. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi keluhan paling umum di Puskesmas saat ini. Meski terlihat ringan, flu berat bisa melumpuhkan aktivitas dan sangat berbahaya bagi balita serta lansia.
5. Penyakit Kulit Gatal "Kutu Air"
Kaki yang terlalu lama terendam air hujan atau sepatu yang basah lembap memicu infeksi jamur (kutu air). Selain gatal yang menyiksa, garukan pada kulit yang luka bisa memicu infeksi sekunder bakteri. Selalu keringkan kaki dan sela-sela jari segera setelah sampai di tempat tujuan.
Next News

Bye-Bye Mata Berat! Tips Tetap Segar Hadapi Jam Kritis di Kantor
21 hours ago

Apakah Deodoran Alami Benar-benar Ampuh Menahan Bau Badan di Cuaca Terik?
16 hours ago

Bye Noda Kuning! Tips Pilih Deodoran Untuk Jaga Kemeja Putih Tetap Clean Aesthetic
15 hours ago

Menghindari Bau Ketiak di Baju Kerja, Tips untuk Pekerja Urban
18 hours ago

Kenapa Udara Tak Terlihat Mata? Yuk Simak Penjelasan Uniknya
14 hours ago

Pernah Lupa Nama Teman Sendiri? Ini Solusi Paling Ampuh
15 hours ago

Menelusuri Jejak Cancel Culture di Tengah Amukan Netizen
16 hours ago

Mengenal Kebiasaan Menunda Balas Chat dan Cara Mengakhirinya
17 hours ago

Alasan Gigi Sensitif Ngilu Setelah Mengunyah Permen Karet
a day ago

Mengenal Burnout: Kenapa Hal Kecil Jadi Pemicu Marah?
18 hours ago






