Ceritra
Ceritra Update

SPBU Banyuasin Mencekam: Seorang Sopir Angkutan Umum Tewas Ditembak

- Friday, 24 October 2025 | 03:00 PM

Background
SPBU Banyuasin Mencekam: Seorang Sopir Angkutan Umum Tewas Ditembak

Suasana panas di antrean BBM berubah mencekam. Dua sopir ditembak di Banyuasin, satu di antaranya tewas mengenaskan. Semua berawal dari perebutan giliran di SPBU yang seharusnya jadi tempat sabar, bukan ajang peluru melayang. Selasa sore (22/10/2025), SPBU Desa Tanjung Agung, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, dipenuhi deretan mobil yang sabar menunggu giliran mengisi bahan bakar. Di antara mereka, dua sopir angkutan, Oberta Parjiman (35) dan M. Dwi Yulianto (27), ikut antre seperti biasa. Namun dalam hitungan menit, suasana berubah jadi kacau.


Menurut saksi mata, satu mobil Innova Reborn tiba-tiba menyerobot antrean. Teriakan dan sumpah serapah pun pecah. Oberta mencoba melerai, tapi justru jadi sasaran amarah. “Awalnya cuma ribut biasa, tapi tiba-tiba ada yang keluarin senjata,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya.


Dalam kepanikan itu, terdengar dua letusan. Oberta roboh, peluru menembus perut dan pahanya. Dwi juga tersungkur dengan luka tembak di perut. Warga berhamburan. Beberapa mencoba menolong, sementara yang lain lari menyelamatkan diri. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban dan mengamankan area SPBU yang berubah jadi TKP berdarah.

Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra menyebut, ketiga pelaku penembakan berhasil ditangkap kurang dari 12 jam setelah kejadian. “Pelaku dan barang bukti senjata api rakitan sudah diamankan. Motifnya masih kami dalami, tapi diduga karena emosi sesaat,” ujarnya kepada wartawan.


Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Istri Oberta yang histeris di rumah duka tak percaya suaminya tewas hanya karena persoalan antrean BBM. Rekan-rekan sesama sopir juga mengaku takut. “Sekarang mau isi bensin aja jadi was-was. Orang gampang banget marah,” ujar salah satu sopir yang sehari-hari mangkal di Banyuasin.

Kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan akibat konflik sepele di jalan raya dan SPBU. Padahal, antrean BBM sudah jadi pemandangan rutin, terutama di wilayah Sumatera Selatan. Polisi kini meningkatkan patroli di beberapa SPBU untuk mencegah aksi serupa terulang.


Tragedi Banyuasin mengajarkan satu hal sederhana: nyawa terlalu mahal untuk dipertaruhkan hanya karena ego di jalan. Amarah sesaat bisa berujung kehilangan abadi. Mari belajar menahan diri karena di balik setiap peluru yang melesat, ada keluarga yang menunggu pulang dalam tangis.

Logo Radio
🔴 Radio Live