Ceritra
Ceritra Teknologi

Sering Tertukar, Ini Perbedaan Vital OIS dan EIS pada Kamera HP

Refa - Tuesday, 30 December 2025 | 10:00 AM

Background
Sering Tertukar, Ini Perbedaan Vital OIS dan EIS pada Kamera HP
Ilustrasi Foto Pakai Kamera HP (Pinterest/n0bobby)

Saat membaca spesifikasi smartphone baru, pasti sering menemukan istilah singkatan seperti OIS atau EIS pada bagian kamera. Para produsen ponsel sering memamerkan fitur ini sebagai jaminan bahwa foto dan video yang dihasilkan akan bebas guncangan atau blur.

Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menstabilkan gambar, cara kerja dan hasilnya sangat berbeda bagaikan bumi dan langit. Salah memilih teknologi ini bisa membuat kamu kecewa, terutama jika hobi memotret di malam hari atau membuat vlog. Agar tidak salah beli, mari kita bedah perbedaan mendasar antara OIS (Optical Image Stabilization) dan EIS (Electronic Image Stabilization).

OIS: Stabilisasi Berbasis Perangkat Keras (Hardware)

OIS atau Optical Image Stabilization adalah teknologi mekanik yang tertanam secara fisik di dalam modul kamera. Bayangkan lensa kamera HP "melayang" di atas pegas atau magnet kecil. Ketika tangan berguncang ke kiri, lensa akan secara fisik bergerak ke kanan untuk menyeimbangkannya.

Karena berbasis perangkat keras, OIS dianggap sebagai fitur premium. Keunggulan utamanya adalah pada fotografi malam hari atau low light. Dengan OIS, lensa kamera bisa membuka rana (shutter) lebih lama untuk menyerap cahaya tanpa takut gambar menjadi kabur akibat getaran tangan. Hasilnya, foto malam hari menjadi terang dan tajam secara alami. Selain itu, karena lensa yang bergerak, hasil gambar tidak akan terpotong (crop) sama sekali. Kualitas resolusi tetap utuh 100 persen.

EIS: Manipulasi Kecerdasan Perangkat Lunak (Software)

Berbeda dengan OIS, EIS atau Electronic Image Stabilization tidak melibatkan pergerakan fisik lensa sama sekali. Ini adalah trik manipulasi perangkat lunak atau software. Cara kerjanya mirip dengan aplikasi pengeditan video. Sistem akan melakukan zoom in atau memotong (crop) sedikit bagian pinggir video.

Ruang sisa hasil pemotongan tersebut digunakan sebagai "bantalan". Jika tangan berguncang ke kiri, software akan menggeser bingkai video ke kanan di dalam area bantalan tersebut agar objek utama terlihat diam. Kelemahannya jelas, sudut pandang video akan menyempit dan resolusi sedikit berkurang karena proses cropping. Selain itu, pada kondisi kurang cahaya, EIS sering menghasilkan efek "Jello" atau gambar yang terlihat meliuk-liuk aneh seperti agar-agar.

Mana yang Lebih Baik?

Jika harus memilih satu pemenang, OIS adalah rajanya. Keberadaan OIS pada sebuah HP biasanya menandakan bahwa perangkat tersebut masuk dalam kategori kelas menengah ke atas atau flagship. OIS memberikan kestabilan murni tanpa mengorbankan kualitas gambar. Jika kamu hobi memotret night mode, wajib hukumnya memilih HP dengan OIS.

Namun, untuk kebutuhan video, kombinasi keduanya adalah yang terbaik. HP kelas atas seperti iPhone seri Pro atau Samsung seri S biasanya menggunakan teknologi Hibrida (OIS + EIS). OIS meredam guncangan mikro dari tangan, sementara EIS merapikan gerakan besar seperti langkah kaki.

Kesimpulan untuk Pembeli

Sebagai panduan sederhana sebelum membeli HP, cek spesifikasinya. Jika tertulis hanya EIS, bersiaplah video akan sedikit terpotong dan kurang bagus di malam hari. Namun jika tertulis OIS, kamu bisa tenang karena perangkat keras kamera tersebut sudah mumpuni. Jangan sampai tertipu oleh besaran Megapixel semata, karena kamera 200MP tanpa OIS akan kalah telak kualitasnya dibandingkan kamera 12MP dengan OIS saat memotret di kondisi minim cahaya.

Logo Radio
🔴 Radio Live