Ceritra
Ceritra Warga

Sering Cegukan? Ternyata Ini Penyebab dan Solusi Paling Manjur

Nisrina - Tuesday, 31 March 2026 | 01:15 PM

Background
Sering Cegukan? Ternyata Ini Penyebab dan Solusi Paling Manjur
Ilustrasi (Pexels/Andrea Piacquadio)

Pernah nggak sih lagi asyik-asyiknya ngobrol serius sama gebetan, atau mungkin lagi presentasi di depan bos besar, tiba-tiba tenggorokan kamu mengeluarkan suara "hik" yang nyaring dan nggak bisa dikontrol? Rasanya campur aduk antara malu, pengen ketawa, tapi juga kesel karena nggak berhenti-berhenti. Benar sekali, kita sedang bicara soal cegukan. Sesuatu yang sangat manusiawi, tapi jujur aja, seringkali datang di waktu yang sangat tidak tepat.

Cegukan itu ibarat tamu tak diundang yang masuk lewat pintu belakang rumah kamu. Dia nggak permisi, langsung bikin gaduh, dan kita seringkali nggak tahu cara mengusirnya secara instan. Meski kelihatannya sepele dan kadang lucu buat orang yang melihat, secara medis cegukan punya penjelasan yang lumayan teknis tapi tetap seru buat dibahas dengan gaya santai.

Apa Sih yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Tubuh?

Kalau kita bedah secara anatomis, cegukan—atau bahasa kerennya singultus—adalah kontraksi tiba-tiba yang nggak disengaja pada diafragma. Diafragma ini adalah otot berbentuk kubah yang letaknya di bawah paru-paru dan di atas perut. Tugas utamanya vital banget, yaitu mengatur pernapasan kita. Normalnya, diafragma akan turun saat kita menarik napas dan naik saat kita membuang napas. Semua berjalan mulus kayak jalan tol yang baru diaspal.

Nah, masalah muncul kalau diafragma ini tiba-tiba "ngambek" atau mengalami iritasi. Dia bakal berkontraksi secara mendadak dan nggak beraturan. Saat kontraksi liar ini terjadi, udara masuk dengan cepat ke dalam tenggorokan. Tapi, di saat yang bersamaan, pita suara kita menutup dengan sangat cepat. Nah, pertemuan antara aliran udara cepat dan penutupan pita suara inilah yang menghasilkan bunyi "hik" yang legendaris itu.

Bayangin kayak kamu lagi narik pintu yang macet, terus tiba-tiba pintunya kebuka tapi langsung kepentok ganjelan kayu. Kira-kira seperti itulah simulasi cegukan di dalam sistem pernapasan kita. Ribet ya? Padahal bunyinya cuma gitu doang.

Kenapa Diafragma Kita Bisa Sampai 'Glitch'?

Banyak orang bilang cegukan itu tanda mau tumbuh tinggi, atau mitos jadul yang bilang ada orang yang lagi kangen atau ngomongin kita di belakang. Ya, itu sih asyik buat bahan bercandaan di tongkrongan, tapi sains punya jawaban yang lebih masuk akal. Biasanya, diafragma kita mulai bertingkah karena beberapa pemicu yang seringkali nggak kita sadari.

Pemicu paling umum adalah makan terlalu cepat. Karena saking laparnya atau emang lagi buru-buru ngejar kereta, kita menelan makanan tanpa dikunyah dengan benar. Alhasil, udara ikut tertelan masuk ke perut. Perut yang kembung atau terlalu penuh ini bakal menekan diafragma, dan si otot ini pun mulai protes dengan cara cegukan. Hal yang sama berlaku kalau kamu hobi minum minuman bersoda atau makan makanan yang terlalu pedas. Efek panas dan gas di dalam perut itu bener-bener jadi musuh bebuyutan si diafragma.

Selain soal makanan, faktor emosional juga berpengaruh, lho. Pernah nggak kamu cegukan gara-gara ketawa terlalu kencang sampai nangis? Atau mungkin karena terlalu kaget dan cemas? Perubahan emosi yang drastis ini bisa memengaruhi saraf yang mengontrol diafragma. Jadi, cegukan bukan cuma soal apa yang masuk ke mulut, tapi juga soal apa yang lagi dirasain oleh hati dan pikiran kamu.

Mitos Cara Menyembuhkan Cegukan: Dari Kaget Sampai Minum Air Terbalik

Ngomongin cegukan nggak lengkap kalau nggak bahas cara menyembuhkannya yang kadang lebih absurd daripada cegukannya itu sendiri. Ada yang bilang harus dikagetin sampai jantung mau copot. Teori di baliknya sih katanya biar saraf kita "reset" karena fokus ke rasa kaget. Tapi ya kalau kagetnya keterlaluan, bukannya cegukan yang hilang, malah bisa-bisa pingsan.

Ada juga metode minum air putih dari sisi gelas yang jauh, alias minum sambil membungkuk. Ini teknik yang lumayan populer di kalangan mahasiswa yang lagi "gabut" tapi butuh solusi. Secara logika, posisi membungkuk ini memang memberikan tekanan tertentu pada diafragma yang mungkin bisa menghentikan spasmenya. Lalu ada yang menyarankan tahan napas selama mungkin sampai muka merah padam. Intinya satu: kita berusaha menenangkan saraf vagus atau meningkatkan kadar karbondioksida di darah biar si diafragma sadar dan balik ke mode normal.

Tapi jujur saja, seringkali cara terbaik adalah dengan membiarkannya saja. Tarik napas dalam-dalam, rileks, dan jangan terlalu dipikirin. Semakin kita panik dan stres karena suara "hik" itu, terkadang cegukannya malah makin betah nongkrong di tenggorokan kita.

Kapan Harus Mulai Khawatir?

Walaupun cegukan biasanya cuma berlangsung beberapa menit, ada kasus di mana cegukan bisa bertahan berjam-jam, berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Rekor dunia bahkan mencatat ada orang yang cegukan selama puluhan tahun! Kalau sudah begini, ini bukan lagi sekadar salah makan bakso pedas, tapi bisa jadi ada gangguan medis yang lebih serius pada sistem saraf atau organ dalam.

Kalau kamu cegukan lebih dari 48 jam tanpa henti, sudah saatnya kamu konsultasi ke dokter. Jangan malah nungguin dikagetin sama teman satu RT, karena itu nggak bakal menolong. Cegukan yang berkepanjangan bisa bikin kita kurang tidur, depresi, dan tentu saja badan jadi lemas karena energi terkuras buat kontraksi otot terus-menerus.

Jadi...

Pada akhirnya, cegukan adalah salah satu anomali kecil dalam hidup yang bikin keseharian kita sedikit lebih berwarna (dan kadang memalukan). Ia adalah pengingat bahwa tubuh kita punya sistem yang sangat kompleks, yang kadang-kadang bisa mengalami error atau glitch kecil hanya karena kita terlalu nafsu makan mi instan.

Jadi, kalau nanti kamu cegukan di tengah rapat atau saat lagi nge-date, tenang saja. Jangan langsung merasa dunia berakhir. Cukup minum air putih pelan-pelan, atur napas, dan kalau ada yang nanya, bilang aja itu tanda kalau kamu emang manusia normal yang diafragmanya lagi pengen olahraga dadakan. Cegukan itu unik, lucu, dan yang paling penting: dia bakal hilang sendiri kok kalau sudah capek. Tetap santai dan jangan lupa kunyah makanan pelan-pelan ya!

Logo Radio
🔴 Radio Live