Revolusi Skuad Persebaya, Kadek Raditya Resmi Hengkang
Nisrina - Wednesday, 21 January 2026 | 08:45 AM


Angin perubahan sedang bertiup kencang di tubuh Persebaya Surabaya. Memasuki putaran kedua BRI Super League musim 2025/2026, manajemen klub berjuluk Green Force ini mengambil langkah tegas dengan melakukan perombakan besar-besaran di bawah komando pelatih anyar mereka, Bernardo Tavares. Salah satu kejutan terbesar yang mewarnai bursa transfer paruh musim ini adalah keputusan resmi untuk melepas bek tengah andalan mereka, Kadek Raditya. Hengkangnya pemain asal Bali ini menjadi sinyal kuat bahwa Tavares sedang melakukan "bersih-bersih" skuad demi menyesuaikan materi pemain dengan filosofi taktik yang ingin ia terapkan.
Kabar kepergian Kadek Raditya sebenarnya sudah mulai tercium sejak pertengahan Januari 2026, namun kepastian tersebut baru benar-benar terkonfirmasi pada minggu ketiga bulan ini. Nama Kadek dilaporkan tidak lagi masuk dalam skema permainan yang dirancang oleh pelatih asal Portugal tersebut. Padahal, jika menilik statistik, kontribusi Kadek bagi Persebaya tidak bisa dibilang minim. Selama berseragam hijau, ia mencatatkan total 58 penampilan di liga dengan durasi bermain mencapai 4.444 menit dan sumbangan satu gol. Konsistensinya di lini belakang sempat membuatnya menjadi pilihan utama di musim-musim sebelumnya, namun roda kompetisi berputar cepat dan kebutuhan taktik tim kini menuntut profil pemain yang berbeda.
Keputusan Tavares untuk mencoret Kadek bukanlah langkah yang diambil tanpa perhitungan. Sejak kedatangannya di Surabaya pada awal Januari, eks pelatih PSM Makassar ini langsung melakukan analisis mendalam terhadap kedalaman skuad. Filosofi Tavares yang menekankan pada struktur tim yang seimbang, intensitas tinggi, dan kompetisi internal yang sehat tampaknya menuntut spesifikasi pemain tertentu yang mungkin tidak lagi terpenuhi oleh Kadek. Tavares dikabarkan menginginkan adanya persaingan ketat dengan rasio "tiga pemain berkualitas untuk satu posisi", serta sedang berburu bek tengah dengan kemampuan kaki kiri (left-footed center-back) untuk menunjang skema build-up serangan dari bawah.
Kadek Raditya bukan satu-satunya nama yang menjadi "korban" revolusi Tavares. Persebaya juga telah resmi melepas beberapa pemain lokal lainnya seperti Rizky Dwi yang berlabuh ke Garudayaksa FC dan kiper Rendy Oscario yang memilih melanjutkan karier bersama Semen Padang. Selain itu, perombakan juga menyasar legiun asing, di mana nama-nama seperti Diego Mauricio dan Dime Dimov juga dipastikan angkat kaki. Langkah agresif ini menunjukkan bahwa manajemen memberikan wewenang penuh kepada Tavares untuk meracik ulang komposisi tim demi mendongkrak performa Persebaya yang dinilai belum stabil di putaran pertama.
Meskipun harus berpisah, hubungan antara Kadek dan Persebaya berakhir dengan respek tinggi. Unggahan perpisahan di media sosial klub dibanjiri ucapan terima kasih dari Bonek yang mengapresiasi dedikasi sang pemain. Rumor yang beredar kencang menyebutkan bahwa Kadek Raditya tidak akan menganggur lama, dengan Persis Solo disebut-sebut sebagai pelabuhan karier selanjutnya. Bagi Persebaya, kepergian Kadek adalah penutup satu babak dan pembuka babak baru di bawah era Bernardo Tavares, sebuah era di mana tidak ada tempat aman bagi pemain yang tidak bisa beradaptasi dengan tuntutan taktik sang arsitek.
Next News

Panduan Lengkap Target Langkah Kaki Harian yang Ideal Berdasarkan Kategori Usia
12 minutes ago

Daftar Pemain Persebaya yang Kontraknya Habis Pertengahan 2026
4 hours ago

Momen Bersejarah Sepak Bola Nasional Saat Indonesia Dipercaya Menggelar FIFA Series 2026
a day ago

Pesta Rakyat di Istora Senayan Kembali Bergemuruh Lewat Indonesia Masters 2026
a day ago

Dukungan Penuh untuk Srikandi Tenis Indonesia di Panggung Grand Slam
2 days ago

Tiket Semifinal di Tangan, Jonatan Christie Buktikan Kelas Dunia di India Open Lewat Duel Sengit
5 days ago

Start Keras di Awal Tahun, Pembuktian Mental Juara Wakil Indonesia di India Open
7 days ago

Evaluasi Langkah Aldila Sutjiadi di Hobart International 2026
7 days ago

John Herdman Resmi Nakhodai Timnas Indonesia
8 days ago

Belajar dari Kekalahan Jonatan Christie: Ketika Kesabaran Menjadi Senjata Paling Mematikan di Lapangan
10 days ago





