Rahasia Tubuh Bugar Saat Puasa dengan Vitamin C dan Zinc
Nisrina - Monday, 02 February 2026 | 06:15 PM


Bulan suci Ramadan adalah momen yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi ladang pahala bulan ini juga menjadi ajang untuk melatih pengendalian diri dari lapar dan dahaga. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan pola makan dan jam tidur yang drastis selama berpuasa sering kali membawa tantangan tersendiri bagi fisik kita.
Rasa lemas mengantuk hingga penurunan daya tahan tubuh menjadi keluhan yang paling umum terjadi. Tubuh yang biasanya mendapatkan asupan nutrisi secara berkala di siang hari kini harus beristirahat total selama kurang lebih 13 jam. Jika tidak disiasati dengan strategi nutrisi yang tepat sistem kekebalan tubuh bisa melemah dan membuat kita rentan terserang penyakit seperti flu batuk atau radang tenggorokan.
Di sinilah peran penting mikronutrien bekerja. Para ahli kesehatan sepakat bahwa kunci untuk tetap bugar selama puasa bukan hanya pada banyaknya porsi makan saat sahur melainkan pada kualitas nutrisi yang dikonsumsi. Dua pahlawan nutrisi yang digadang gadang paling efektif menjaga benteng pertahanan tubuh adalah Vitamin C dan Zinc.
Mengapa Daya Tahan Tubuh Bisa Menurun Saat Puasa
Sebelum membahas solusinya kita perlu memahami mekanisme tubuh saat berpuasa. Ketika pasokan makanan dan cairan terhenti tubuh akan menggunakan cadangan energi yang ada. Proses metabolisme melambat untuk menghemat energi. Ditambah lagi pola tidur yang sering terpotong untuk bangun sahur dapat memengaruhi ritme sirkadian tubuh.
Kurang tidur dan dehidrasi ringan adalah dua faktor utama yang dapat menekan sistem imun. Saat imun lemah virus dan bakteri lebih mudah menerobos masuk. Oleh karena itu tubuh memerlukan "amunisi" tambahan untuk memastikan sel sel imun tetap bekerja optimal meskipun asupan kalori berkurang. Amunisi tersebut adalah kombinasi nutrisi yang tepat yang mampu melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
Keajaiban Vitamin C Sebagai Antioksidan Utama
Vitamin C atau asam askorbat sudah lama dikenal sebagai rajanya vitamin untuk kekebalan tubuh. Fungsinya sangat vital yaitu merangsang produksi sel darah putih yang bertugas melawan infeksi. Selain itu Vitamin C adalah antioksidan kuat yang melindungi sel sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang bisa muncul karena stres polusi atau kelelahan.
Sayangnya tubuh manusia tidak dapat memproduksi Vitamin C sendiri. Kita juga tidak bisa menyimpannya dalam waktu lama karena vitamin ini larut dalam air dan akan terbuang melalui urin. Artinya kita wajib memasok Vitamin C setiap hari melalui makanan atau suplemen terutama saat bulan puasa di mana jendela waktu makan kita sangat terbatas.
Kecukupan Vitamin C saat puasa akan membantu menjaga kulit tetap segar mencegah sariawan dan memastikan tubuh tidak mudah tumbang meski cuaca sedang tidak bersahabat.
Peran Zinc Si Penjaga Gerbang Metabolisme
Jika Vitamin C adalah pasukannya maka Zinc atau seng adalah komandannya. Zinc adalah mineral esensial yang terlibat dalam lebih dari 300 reaksi enzim di dalam tubuh. Perannya sering kali terlupakan padahal sangat krusial. Zinc membantu mengaktifkan sel T yaitu jenis sel darah putih yang berfungsi menghancurkan sel yang terinfeksi virus.
Kekurangan Zinc dapat menyebabkan respons imun menjadi lambat. Akibatnya ketika virus flu menyerang tubuh butuh waktu lebih lama untuk melawannya sehingga sakit yang diderita bisa lebih parah atau lebih lama sembuh.
Selain untuk imun Zinc juga berperan penting dalam memecah karbohidrat menjadi energi. Hal ini sangat relevan saat puasa karena kita ingin setiap suap nasi yang kita makan saat sahur dapat diubah menjadi energi yang tahan lama untuk aktivitas seharian bukan malah membuat gula darah melonjak lalu anjlok drastis yang menyebabkan kantuk.
Konsep Double Protection atau Perlindungan Ganda
Mengonsumsi Vitamin C saja itu baik tetapi mengonsumsinya bersamaan dengan Zinc adalah langkah yang jauh lebih cerdas. Fenomena ini disebut sebagai sinergi nutrisi. Kedua zat ini bekerja saling melengkapi dalam memberikan double protection atau perlindungan ganda bagi tubuh.
Vitamin C mendukung penghalang epitel kulit agar patogen tidak masuk sedangkan Zinc menjaga integritas selaput lendir. Keduanya bekerja bahu membahu untuk memastikan sistem pertahanan tubuh berlapis lapis. Kombinasi ini terbukti efektif mengurangi durasi dan keparahan gejala infeksi saluran pernapasan umum seperti pilek.
Bagi Anda yang harus tetap bekerja produktif selama puasa kombinasi ini adalah investasi kesehatan yang wajib dipenuhi agar performa kerja tidak menurun.
Sumber Makanan Alami Kaya Vitamin C dan Zinc
Cara terbaik mendapatkan nutrisi ini tentu saja dari sumber alami saat sahur dan berbuka. Untuk Vitamin C perbanyaklah konsumsi buah buahan segar. Jambu biji jeruk kiwi stroberi dan pepaya adalah gudangnya Vitamin C. Sayuran seperti brokoli dan paprika juga bisa menjadi pilihan menu tumisan saat sahur.
Sementara itu untuk mendapatkan Zinc Anda bisa mengonsumsi daging merah tanpa lemak daging ayam makanan laut seperti kerang serta kacang kacangan seperti kacang mete dan biji labu. Telur dan produk olahan susu yang sering ada di menu sahur juga merupakan sumber Zinc yang baik.
Cobalah untuk menyusun menu sahur yang seimbang. Misalnya sepiring nasi merah dengan lauk daging sapi (sumber Zinc) dan ditutup dengan pencuci mulut berupa jus jambu biji (sumber Vitamin C). Kombinasi menu sederhana ini sudah mencakup kebutuhan dasar imun Anda.
Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsinya
Jika Anda merasa asupan dari makanan kurang memadai mengonsumsi suplemen bisa menjadi solusi praktis. Namun perhatikan waktu konsumsinya agar aman bagi lambung. Vitamin C dan Zinc sebaiknya dikonsumsi saat lambung sudah terisi.
Waktu yang paling disarankan adalah saat sahur setelah makan besar atau saat berbuka puasa setelah Anda menyantap takjil dan makan malam. Hindari mengonsumsi suplemen vitamin C yang bersifat asam saat perut kosong saat berbuka karena bisa memicu perih bagi penderita maag.
Pilihlah jenis Vitamin C yang non acidic atau tidak asam agar lebih ramah di lambung sehingga ibadah puasa Anda tidak terganggu oleh nyeri ulu hati.
Menjaga kesehatan selama Ramadan adalah bentuk rasa syukur kita terhadap tubuh yang diberikan Tuhan. Dengan memastikan asupan Vitamin C dan Zinc yang cukup Anda tidak hanya menjaga tubuh tetap bugar tetapi juga memastikan kelancaran ibadah puasa hingga hari kemenangan tiba.
Next News

Mengenal Ular Siput Jerapah Si Ahli Kamuflase Hutan Jawa
in 6 hours

Panduan Lengkap Jenis Kerjasama Ekonomi Syariah dan Pengertiannya
in 5 hours

Jam Kerja Habis, Notifikasi Tetap Bunyi? Saatnya Pasang Boundaries
in 7 hours

Managing Up: Strategi Menghadapi Atasan Micromanagement Tanpa Konflik
in 6 hours

Tahu Nilai Dirimu! Panduan Taktis Meminta Kenaikan Gaji dan Benefit Secara Profesional
in 5 hours

Rahasia Bikin Mi Instan Lebih Sehat dengan Modifikasi Bumbu
in 4 hours

Kelinci Amami Fosil Hidup Langka yang Bertahan Enam Juta Tahun
in 3 hours

Sering Kembung dan Mual Saat Puasa? Coba 5 Minuman Herbal Ini untuk Menetralkan Asam Lambung
in 3 hours

Fakta Ilmiah Kuda Mampu Deteksi Rasa Takut Manusia
in 2 hours

Bebas Perih! Resep Salad Buah Sahur yang Aman untuk Lambung Sensitif
in 2 hours






