Penyebab Utama Bulu Mata Sering Rontok dan Solusi Tepat untuk Mengembalikannya
Nisrina - Wednesday, 21 January 2026 | 12:15 PM


Memiliki bulu mata yang lentik dan tebal adalah dambaan banyak orang karena dapat mempertegas keindahan mata secara alami. Namun sering kali kita dibuat panik saat menemukan helaian bulu mata yang jatuh di pipi atau menempel di kapas pembersih wajah. Sebenarnya kerontokan bulu mata adalah bagian dari siklus pertumbuhan rambut yang normal jika jumlahnya hanya satu hingga lima helai per hari. Namun jika kerontokan terjadi secara masif hingga menyebabkan penipisan yang terlihat jelas atau kebotakan pada garis kelopak mata, hal itu bisa menjadi sinyal adanya masalah pada kebiasaan atau kesehatan tubuh Anda. Agar penanganannya tepat, berikut adalah rincian penyebab kerontokan bulu mata yang dibagi berdasarkan faktor pemicunya agar lebih mudah Anda pahami.
Kesalahan dalam Rutinitas Kosmetik
Penyebab paling umum yang sering tidak disadari adalah kebiasaan buruk dalam menggunakan riasan mata. Tidur dengan maskara yang masih menempel adalah kesalahan fatal. Maskara yang mengering semalaman akan membuat batang bulu mata menjadi kaku, kering, dan rapuh sehingga mudah patah saat bergesekan dengan bantal. Selain itu kebiasaan mengucek mata dengan kasar atau menghapus makeup mata dengan cara digosok terlalu kuat juga dapat mencabut bulu mata secara paksa. Penggunaan penjepit bulu mata setelah mengaplikasikan maskara juga sangat berisiko karena tekstur lengket maskara bisa membuat bulu mata tersangkut pada alat dan tercabut dari akarnya.
Dampak Penggunaan Bulu Mata Palsu dan Ekstensi
Tren kecantikan seperti eyelash extension atau penggunaan bulu mata palsu memang memberikan hasil instan yang memukau, namun menyimpan risiko jangka panjang jika dilakukan berlebihan. Perekat atau lem yang digunakan sering kali mengandung bahan kimia formaldehida yang bisa memicu reaksi alergi dan iritasi pada kulit kelopak mata yang sensitif. Selain itu beban berat dari bulu mata sintetis yang ditempelkan pada bulu mata asli dapat menyebabkan kondisi yang disebut traction alopecia. Ini adalah kerontokan yang disebabkan oleh tarikan atau ketegangan konstan pada folikel rambut sehingga akar rambut melemah dan akhirnya rontok permanen jika tidak diberikan waktu istirahat.
Radang Kelopak Mata atau Blepharitis
Jika kerontokan disertai dengan rasa gatal, mata merah, dan adanya serpihan seperti ketombe di sekitar bulu mata, kemungkinan besar Anda mengalami blepharitis. Ini adalah peradangan pada kelopak mata yang biasanya disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak di dasar folikel bulu mata. Kondisi ini bisa dipicu oleh infeksi bakteri atau pertumbuhan berlebih dari tungau mikroskopis alami kulit. Lingkungan yang meradang ini membuat folikel rambut tidak sehat dan tidak mampu menahan batang rambut dengan kuat yang mengakibatkan kerontokan berlebih.
Gangguan Hormonal dan Penyakit Autoimun
Kesehatan bulu mata juga merupakan cerminan dari keseimbangan internal tubuh. Masalah pada kelenjar tiroid, baik itu hipertiroidisme (terlalu aktif) maupun hipotiroidisme (kurang aktif), dapat mengganggu metabolisme tubuh yang berimbas pada siklus pertumbuhan rambut menjadi lambat, kering, dan mudah rontok. Selain itu penyakit autoimun seperti Alopecia areata juga bisa menyerang area mata. Pada kondisi ini sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut sendiri yang menyebabkan kerontokan total atau parsial tidak hanya di kepala tetapi juga pada alis dan bulu mata.
Faktor Stres dan Gangguan Psikologis
Jangan remehkan dampak pikiran terhadap kesehatan fisik. Stres fisik atau emosional yang berat dapat memicu kondisi telogen effluvium yaitu kondisi di mana folikel rambut didorong masuk ke fase istirahat lebih cepat dari jadwal alaminya sehingga rambut rontok secara serentak. Selain itu ada pula gangguan psikologis yang disebut trikotilomania. Ini adalah gangguan kontrol impuls di mana penderitanya memiliki dorongan tak tertahankan untuk mencabuti rambut sendiri termasuk bulu mata sebagai mekanisme koping saat merasa cemas atau stres.
Kekurangan Nutrisi Penting
Seperti halnya rambut di kepala, bulu mata membutuhkan nutrisi untuk tumbuh kuat. Kekurangan asupan vitamin dan mineral tertentu seperti biotin (Vitamin B7), zat besi, protein, seng, dan niasin (Vitamin B3) dapat membuat pertumbuhan rambut terhambat dan rapuh. Diet ketat yang tidak seimbang sering kali menjadi penyebab tubuh kekurangan nutrisi mikro ini yang kemudian berdampak langsung pada kualitas dan kekuatan akar bulu mata Anda.
Next News

Kebiasaan Mepet di Lampu Merah Ternyata Simpan Bahaya Maut, Ini Jarak Amannya
7 hours ago

Stop Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut, Risikonya Bisa Ubah Struktur Wajah Hingga Gigi Hancur!
8 hours ago

Makan Sehari Sekali Bikin Kurus? Hati-Hati, Tren OMAD Bisa Berujung Operasi Batu Empedu
8 hours ago

Janji Energi Instan Berujung Petaka, Bahaya Energy Drink bagi Tubuh dan Otak
9 hours ago

Tak Disangka, Air Putih di Botol Minum Bisa Picu Infeksi Jika Lakukan Ini
10 hours ago

Siapa Saja yang Wajib Vaksin Dengue? Ini Rekomendasi Resmi Dokter
9 hours ago

4 Gejala Klasik Ini Bisa Jadi Tanda Arteri Jantung Tersumbat
10 hours ago

Fenomena Hilangnya Kemampuan Mengeja pada Generasi Digital dan Dampak Jangka Panjangnya
9 hours ago

Pesona Magis Celak Mata Warisan Budaya Lintas Peradaban
10 hours ago

Menikmati Kehangatan Budaya Kopi Khas Arab Saudi di Pegunungan Sarawat
10 hours ago






