Panduan Orang Tua Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini Tanpa Paksaan
Nisrina - Tuesday, 27 January 2026 | 01:45 PM


Bulan Ramadan adalah momen istimewa yang dinanti oleh seluruh umat Muslim di dunia. Bagi orang tua yang memiliki buah hati momen ini menjadi waktu yang tepat untuk mulai mengenalkan ibadah puasa.
Mengajarkan anak menahan lapar dan dahaga memang bukan perkara mudah dan butuh kesabaran ekstra. Pendekatan yang salah justru bisa membuat anak merasa tertekan dan enggan mencoba lagi.
Langkah pertama yang paling efektif adalah memperkenalkan konsep puasa secara bertahap atau pelan. Anda bisa memulainya dengan metode puasa setengah hari atau yang sering dikenal dengan istilah puasa bedug.
Biarkan si kecil berbuka saat azan zuhur berkumandang sebagai bentuk latihan awal ketahanan tubuh. Jika mereka sudah mulai terbiasa barulah durasi puasa ditambah perlahan hingga waktu asar atau magrib.
Menciptakan suasana sahur dan berbuka yang menyenangkan adalah kunci semangat anak. Ajaklah mereka berdiskusi untuk menentukan menu makanan favorit yang ingin disantap saat sahur atau berbuka.
Keterlibatan ini akan membuat mereka merasa dihargai dan lebih antusias untuk bangun pagi. Pastikan juga asupan nutrisi dan cairan mereka terpenuhi agar tubuh tetap bugar seharian.
Selain menahan lapar orang tua juga perlu menjelaskan makna di balik ibadah puasa dengan bahasa sederhana. Berikan pengertian bahwa puasa bukan sekadar tidak makan tetapi juga melatih kesabaran dan empati.
Ceritakan bahwa dengan berpuasa kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kekurangan makanan. Penanaman nilai moral ini akan membuat ibadah terasa lebih bermakna bagi logika anak-anak.
Sebagai orang tua Anda wajib menjadi teladan utama dengan menunjukkan sikap positif selama berpuasa. Hindari mengeluh lapar atau haus di depan anak agar semangat mereka tidak ikut luntur.
Tunjukkan wajah yang ceria dan tetap beraktivitas seperti biasa meski sedang berpuasa. Anak adalah peniru ulung yang akan menyerap energi dan perilaku orang tuanya.
Memberikan apresiasi atau penghargaan atas usaha anak sangatlah penting untuk menjaga motivasinya. Pujian verbal yang tulus atau pelukan hangat sering kali lebih berharga daripada hadiah barang mewah.
Jika anak berhasil mencapai target puasa berikan reward kecil seperti makanan kesukaan mereka saat berbuka. Hal ini akan membangun asosiasi positif di otak anak bahwa puasa adalah kegiatan yang menggembirakan.
Mengalihkan fokus anak dengan berbagai aktivitas seru bisa membantu mereka melupakan rasa lapar. Ajak mereka membaca buku cerita nabi atau bermain permainan ringan yang tidak menguras tenaga fisik.
Hindari membiarkan anak hanya tidur seharian karena justru akan membuat tubuh terasa lebih lemas. Kegiatan ngabuburit ringan di sore hari juga bisa menjadi pengalihan yang efektif.
Ingatlah bahwa setiap anak memiliki kondisi fisik dan kesiapan mental yang berbeda-beda. Jangan pernah membandingkan kemampuan puasa anak Anda dengan saudara atau teman sebayanya.
Hargai setiap proses belajar dan kemajuan kecil yang mereka tunjukkan setiap harinya. Tujuan utamanya adalah menanamkan kecintaan pada ibadah dan bukan sekadar memaksakan target penuh.
Next News

Mengenal Ular Siput Jerapah Si Ahli Kamuflase Hutan Jawa
in 6 hours

Panduan Lengkap Jenis Kerjasama Ekonomi Syariah dan Pengertiannya
in 5 hours

Jam Kerja Habis, Notifikasi Tetap Bunyi? Saatnya Pasang Boundaries
in 7 hours

Managing Up: Strategi Menghadapi Atasan Micromanagement Tanpa Konflik
in 6 hours

Tahu Nilai Dirimu! Panduan Taktis Meminta Kenaikan Gaji dan Benefit Secara Profesional
in 5 hours

Rahasia Bikin Mi Instan Lebih Sehat dengan Modifikasi Bumbu
in 4 hours

Kelinci Amami Fosil Hidup Langka yang Bertahan Enam Juta Tahun
in 3 hours

Sering Kembung dan Mual Saat Puasa? Coba 5 Minuman Herbal Ini untuk Menetralkan Asam Lambung
in 3 hours

Fakta Ilmiah Kuda Mampu Deteksi Rasa Takut Manusia
in 2 hours

Bebas Perih! Resep Salad Buah Sahur yang Aman untuk Lambung Sensitif
in 2 hours






